By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Hamas Disebut Serahkan Senjata demi Status Politik, Israel Menolak
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Hamas Disebut Serahkan Senjata demi Status Politik, Israel Menolak

Internasional

Hamas Disebut Serahkan Senjata demi Status Politik, Israel Menolak

Jack
By
Jack
5 months ago
Share
3 Min Read
Ilustrasi Hamas. (Foto: Antara)
SHARE

INVERSI.ID – Amerika Serikat (AS) dan gerakan Palestina Hamas dilaporkan mencapai kesepakatan strategis yang mencakup penyerahan senjata serta peta terowongan bawah tanah di Jalur Gaza. Sebagai imbalannya, Hamas disebut akan tetap mempertahankan statusnya sebagai partai politik dan tidak dikenai tindakan tertentu.

Contents
Isi Kesepakatan AS dan HamasPenolakan Israel dan Rencana Pemerintahan GazaTahap Baru Rencana Perdamaian Gaza

Informasi tersebut disampaikan penyiar Sky News Arabia pada Kamis (22/1) dengan mengutip sejumlah sumber yang mengetahui proses pembicaraan kedua pihak.

Isi Kesepakatan AS dan Hamas

Menurut laporan tersebut, kesepakatan memungkinkan Hamas menyerahkan persenjataan dan informasi jaringan terowongan di Gaza kepada pihak Amerika Serikat. Sebagai gantinya, status Hamas sebagai partai politik tetap diakui.

“Telah dicapai kesepakatan antara Hamas dan Amerika Serikat terkait penyerahan senjata dan peta terowongan bawah tanah Gaza sebagai imbalan atas dipertahankannya status gerakan tersebut sebagai partai politik yang tidak akan dikenai tindakan apa pun,” ujar seorang sumber kepada Sky News Arabia.

Kesepakatan itu juga disebut membuka peluang bagi para pemimpin politik dan militer Hamas untuk meninggalkan Jalur Gaza dengan jaminan perlindungan dari Amerika Serikat. Perlindungan tersebut termasuk bagi tokoh Hamas yang berada di luar negeri, agar tidak menghadapi penuntutan di masa depan oleh Israel.

Penolakan Israel dan Rencana Pemerintahan Gaza

Meski demikian, sumber yang sama mengungkapkan bahwa Israel menolak sejumlah poin penting dalam kesepakatan tersebut, termasuk pengakuan Hamas sebagai partai politik.

“Washington berupaya mengintegrasikan sebagian personel kepolisian yang berafiliasi dengan Hamas serta mantan anggota gerakan tersebut ke dalam pemerintahan baru Gaza, dengan syarat mereka menjalani proses pemeriksaan oleh Amerika Serikat dan Israel,” tambah sumber itu.

Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya membentuk struktur pemerintahan baru di Gaza yang lebih stabil pascakonflik.

Tahap Baru Rencana Perdamaian Gaza

Sebelumnya pada hari yang sama, Presiden AS Donald Trump memperingatkan Hamas saat upacara penandatanganan inisiatif Board of Peace. Ia menegaskan bahwa penolakan untuk menyerahkan senjata akan berdampak fatal bagi kelompok tersebut.

Baca Juga :

Karina Ranau Kembali Menjenguk Epy Kusnandar di Polres: Wajahnya Tertutup, Raut Wajahnya Memendam Keprihatinan
Profil dan Biodata Olivia Allan, Istri Denny Sumargo Alami 3 Kali Keguguran

Pada 14 Januari, utusan khusus Presiden AS Steve Witkoff mengumumkan dimulainya tahap kedua dari rencana 20 poin Trump untuk mengakhiri perang di Gaza. Tahap ini mencakup transisi dari gencatan senjata menuju demiliterisasi, pembentukan pemerintahan teknokratik, serta agenda rekonstruksi wilayah.

Pada waktu yang sama, kementerian luar negeri Mesir, Qatar, dan Turki mengumumkan pembentukan komite teknokrat Palestina yang akan memerintah Gaza. Komite tersebut dipimpin oleh Ali Shaath, mantan wakil menteri pemerintahan Palestina yang sebelumnya bertanggung jawab atas pengembangan kawasan industri.

You Might Also Like

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite
PBB: Hampir 1.000 Warga Palestina Tewas Sejak Gencatan Senjata Gaza Diumumkan
Die Mannschaft Hajar Debutan Curacao 7-1, Empat Kali Juara Dunia Tebar Ancaman
Inggris Resmi Larang Anak di Bawah 16 Tahun Akses Media Sosial Mulai 2027
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Final Meski Trump Optimistis
TAGGED:Amerika SerikatHamasIsraelpalestina
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Prabowo di WEF Davos: Indonesia Konsisten Pilih Perdamaian dan Kerja Sama Global
Next Article Pemerintah Siapkan 10 Universitas Baru dan Ribuan Sekolah Modern
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

AS Menggila di SoFi Stadium! Pesta Gol Iringi Pembukaan Piala Dunia 2026

1 week ago
Presiden AS Donald Trump marah pada CNN dan New York Times yang bikin berita tak sesuai harapan soal situs nuklir Iran. (Foto : Reuters)
Internasional

Trump Klaim AS Akan Raih Kemenangan Total atas Iran dalam Dua Pekan

2 weeks ago
OlahragaPildun 2026

Iran Hadapi Aturan Ketat di Piala Dunia, Tim Hanya Boleh Masuk AS Saat Hari Pertandingan

2 weeks ago
Internasional

Negosiasi Memanas, Trump Ajukan Draf Perdamaian Baru untuk Iran

3 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index