Proses pencarian dan penyisiran kerangka yang diduga milik Alvaro Kiano Nugroho (6), bocah yang hilang selama delapan bulan, resmi diselesaikan oleh tim kepolisian di kawasan Jembatan Cilalay, Tenjo, Kabupaten Bogor. Dalam kegiatan tersebut, penyidik bersama tim forensik berhasil mengamankan sejumlah bagian tulang yang akan menjadi dasar proses identifikasi lanjutan.
Spesialis forensik RS Polri Kramat Jati, Mahardika, mengonfirmasi bahwa tim berhasil mengumpulkan lima sampel tulang dari lokasi penemuan. Temuan ini mencakup beberapa bagian yang diduga merupakan rahang bawah serta tulang berukuran kecil yang diperkirakan berasal dari tubuh anak-anak.
“Kurang lebih ada lima sampel,” ujar Mahardika saat memberikan keterangan di lokasi, Rabu (26/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa ukuran rahang bawah yang ditemukan menunjukkan karakteristik kerangka anak. Namun, analisis lanjutan tetap diperlukan, termasuk pemeriksaan radiologi dan konsultasi dengan dokter forensik gigi.
“Untuk diduga ditemukan ada rahang bawah, di mana di rahang bawah itu untuk skalanya masih kecil sehingga curiganya itu adalah anak-anak. Sehingga kami perlu merontgen lagi dan koordinasi dengan dokter gigi forensik,” jelasnya.
Semua sampel yang ditemukan telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk pemeriksaan lebih mendalam. Proses identifikasi ini meliputi pengecekan struktur tulang secara detail hingga pencocokan dengan data korban.
“Tulang ini akan kami bawa lagi ke RS Kramat Jati untuk diproses lebih lanjut dan diperiksa lebih teliti lagi apakah tulang tersebut punya yang bersangkutan atau bukan,” tambah Mahardika.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menegaskan bahwa penyelidikan terkait kasus Alvaro telah dilakukan secara transparan dan berdasarkan prosedur.
“Kasus ini menjadi perhatian besar masyarakat dan penting bagi kami untuk menyampaikan informasi yang akurat, terverifikasi, dan transparan,” ujar Budi dalam konferensi pers di Polres Jaksel, Senin (24/11).
Ia menyebutkan bahwa sejak laporan hilangnya Alvaro diterima, pihak kepolisian melakukan serangkaian langkah analisis, pemeriksaan saksi, hingga penelusuran digital yang mengarah pada pengungkapan tersangka.
Baca Juga : https://inversi.id/hilangnya-alvaro-kiano-nugroho-kian-misterius-dan-fakta-terbaru-mulai-terkuak/
Pernyataan Budi menegaskan komitmen kepolisian dalam memastikan bahwa setiap temuan dan proses penyelidikan dapat dipertanggungjawabkan, terlebih karena kasus ini menyita perhatian publik dan menyangkut keselamatan anak.
Dengan telah diamankannya lima sampel tulang dari lokasi penemuan, publik kini menunggu hasil resmi identifikasi dari RS Polri Kramat Jati. Pemeriksaan lanjutan akan menentukan apakah sisa-sisa kerangka tersebut benar merupakan milik Alvaro.
Proses ini melibatkan teknik forensik mendalam, mulai dari analisis bentuk tulang, pencocokan dental, hingga kemungkinan pemeriksaan DNA, semuanya dilakukan guna memastikan keabsahan temuan secara ilmiah.
Kasus Alvaro menjadi pengingat betapa pentingnya kewaspadaan dan penanganan cepat dalam setiap laporan anak hilang. Selain itu, tragedi ini turut membuka percakapan lebih luas terkait perlindungan anak dan dinamika kekerasan dalam lingkup keluarga.
Baca Juga : https://inversi.id/tragedi-alvaro-kiano-nugroho-ayah-tiri-tewas-usai-jasad-bocah-6-tahun-ditemukan/