JAKARTA, INVERSI – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa pengiriman bantuan logistik pemerintah menggunakan Kapal Barito Mas ke Aceh merupakan wujud nyata kehadiran negara bagi masyarakat yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor. Pengiriman ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi dasar masyarakat sekaligus meringankan beban warga di wilayah terdampak.
Pernyataan tersebut disampaikan Menhub saat melepas keberangkatan Kapal Barito Mas dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Dalam keterangannya, Dudy menekankan bahwa pelepasan bantuan ini bukan hanya agenda logistik, melainkan simbol kepedulian dan solidaritas nasional.
“Pelepasan ini menjadi wujud kepedulian negara sekaligus harapan agar bantuan segera tiba dan meringankan beban masyarakat di daerah terdampak,” ujar Menhub.
Menurut Dudy, di balik pengiriman bantuan tersebut terdapat semangat kebersamaan dan gotong royong dari berbagai elemen bangsa. Ia menilai sinergi lintas sektor menjadi kunci agar penanganan bencana berjalan cepat dan tepat sasaran.
“Bantuan ini bukan sekadar barang, tetapi wujud kepedulian dan kehadiran negara untuk masyarakat Aceh. Kami ingin memastikan saudara saudara kita yang terdampak bencana merasakan bahwa mereka tidak sendiri,” katanya.
Kapal Barito Mas membawa berbagai kebutuhan penting yang mendukung pemulihan pascabencana. Muatan kapal meliputi material konstruksi jembatan untuk pemulihan akses darat, dua unit truk tangki LPG guna menjamin ketersediaan energi, serta empat unit instalasi pengolahan air dan tiga unit mobil boks instalasi pengolahan air. Peralatan tersebut disiapkan untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama akses air bersih dan energi.
Selain bantuan dari pemerintah, kapal juga memuat dukungan dari berbagai pihak nonpemerintah. Bantuan tersebut berasal dari PT Temas Tbk, Dewan Pengurus Pusat Indonesian National Shipowners Association, masyarakat Lhokseumawe yang berdomisili di Jakarta, serta Komunitas Petualang Nusantara. Menhub menilai keterlibatan banyak pihak ini menunjukkan kuatnya solidaritas nasional dalam menghadapi situasi darurat.
Dudy menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, badan usaha milik negara, pelaku usaha, dan masyarakat merupakan kekuatan utama dalam memastikan bantuan kemanusiaan dapat segera menjangkau lokasi terdampak.
“Ini adalah bukti bahwa ketika kita bersatu, kita bisa bergerak lebih cepat dan lebih kuat untuk membantu sesama,” ujarnya.
Di tengah persiapan Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Menhub memastikan Pelabuhan Tanjung Priok tetap menjalankan peran strategisnya. Selain melayani mobilitas masyarakat, pelabuhan tersebut juga menjadi jalur utama distribusi bantuan kemanusiaan.
“Kami ingin memastikan pelabuhan ini tetap siap melayani masyarakat yang akan bepergian, sekaligus sigap membantu saudara saudara kita yang membutuhkan uluran tangan,” tutur Dudy.
Pada kesempatan yang sama, Menhub meninjau langsung kesiapan layanan dan command center di Kantor KSOP Utama Tanjung Priok. Peninjauan dilakukan untuk memastikan sistem pemantauan operasional pelabuhan, pengawasan keselamatan, serta koordinasi antarpemangku kepentingan berjalan optimal, terutama menghadapi peningkatan aktivitas pada masa Natal dan Tahun Baru.
Menhub menutup dengan menegaskan peran strategis transportasi laut dalam konteks kemanusiaan.
“Transportasi laut bukan hanya berfungsi menghubungkan wilayah, tetapi juga menjadi sarana menghadirkan kepedulian, harapan, dan solidaritas bangsa di saat masyarakat membutuhkan,” katanya.
Baca Juga : https://inversi.id/pendidikan-anti-gap-kemenhub-turun-tangan-kirim-tenaga-pendidik-ke-sekolah-rakyat/