By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Prof Tjandra Ingatkan Ancaman Flu Burung hingga Virus Nipah
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Prof Tjandra Ingatkan Ancaman Flu Burung hingga Virus Nipah

KesehatanPendidikan

Prof Tjandra Ingatkan Ancaman Flu Burung hingga Virus Nipah

Jack
By
Jack
5 months ago
Share
3 Min Read
Poster pencegahan flu burung. (foto: Antaranews)
SHARE

INVERSI.ID – Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Prof. Tjandra Yoga Aditama, mengingatkan pentingnya peningkatan kewaspadaan terhadap sejumlah penyakit infeksi paru-paru berat yang berpotensi menimbulkan risiko serius bagi kesehatan masyarakat.

Mengacu pada laporan Disease Outbreak News dari World Health Organization (WHO) periode Desember 2025 serta Januari hingga Februari 2026, Prof. Tjandra menyebut terdapat empat penyakit infeksi paru-paru berat yang perlu menjadi perhatian, yakni Avian Influenza atau flu burung, Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS CoV), Super Flu, serta penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Nipah.

Dalam keterangan tertulis yang dikonfirmasi pada Senin, Prof. Tjandra menjelaskan bahwa sepanjang 2023 hingga 2025, tingkat kematian akibat flu burung di enam negara di bawah wilayah kerja WHO Western Pacific Office (WPRO) yang pernah melaporkan kasus mencapai 66,3 persen.

Ia menambahkan bahwa Indonesia termasuk dalam negara-negara di kawasan WPRO dengan tingkat kematian akibat flu burung yang tergolong tinggi, yakni mencapai 84 persen.

Virus influenza penyebab flu burung yang beredar di wilayah WPRO WHO meliputi beberapa subtipe, antara lain H3N8, H7N4, H7N9, H9N2, H10N3, dan H10N5. Berdasarkan data WHO WPRO per Januari 2026, kasus flu burung terakhir tercatat dilaporkan di Kamboja pada tahun 2025.

Penyakit infeksi paru-paru berikutnya yang dinilai perlu diwaspadai adalah MERS CoV. Berdasarkan laporan WHO pada Desember 2025, tercatat sebanyak 17 kasus MERS CoV ditemukan di Arab Saudi sepanjang tahun 2025.

“Tentu ini perlu jadi perhatian kita juga, mengingat banyaknya jamaah umrah Indonesia dan juga kesiapan menghadapi musim haji tahun ini,” kata Prof. Tjandra.

Prof. Tjandra juga menyoroti Super Flu sebagai penyakit infeksi paru-paru ketiga yang patut diantisipasi. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus influenza A H3N2 subclade K.

Ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Tokyo, Jepang, untuk pertama kalinya dalam 17 tahun kembali mengeluarkan Influenza Advisory menyusul meningkatnya penularan virus influenza. Selain itu, lonjakan kasus Influenza B dilaporkan terjadi di Korea dan Jepang pada awal Februari 2026, sementara Amerika Serikat juga mencatat tren peningkatan serupa.

Baca Juga :

Blok A Tanah Abang Tutup 20-26 Maret 2026, Siap Sambut Lebaran
Cerita Horor Mr. Gepeng, Urban Legend Indonesia Paling Terkenal yang Bisa Ditelpon

“Pada kenyataannya ada juga kasus di negara kita karena Influenza B ini,” kata Prof. Tjandra.

Adapun penyakit infeksi paru-paru keempat yang perlu diwaspadai adalah penyakit akibat infeksi virus Nipah. Virus ini dapat menular ke manusia melalui kontak langsung dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi.

Menurut Prof. Tjandra, infeksi virus Nipah berpotensi menyebabkan pneumonia atipikal yang dapat berkembang menjadi gangguan paru berat hingga acute respiratory distress.

“Untuk kita di Indonesia maka perlu terus ditingkatkan kegiatan surveilans virus infeksi paru dan saluran napas, sehingga situasi dapat dikenali dan ditangani dengan baik,” katanya.

You Might Also Like

UI Kembali Jadi Kampus Terbaik Indonesia, Bertahan di 200 Besar Dunia Versi QS WUR 2027
Dedi Mulyadi Ancam Cabut Subsidi Sekolah Swasta Gratis bagi Siswa yang Tawuran
Disdik Jabar Ingatkan Peserta SPMB Tahap 1 untuk Daftar Ulang, Tahap 2 Segera Dibuka
Lebih dari 1.000 Pelajar di Jakarta Barat Terima Beasiswa PIP, Dukung Pendidikan Generasi Masa Depan
Dokter Ungkap Gejala Stroke yang Sering Tak Disadari, Salah Satunya Vertigo Mendadak
TAGGED:PDPIWHO
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Ahmad Habiebie meraih penghargaan Kiper Terbaik Piala Asia Futsal 2026. (Foto: Inversi/IP) Ahmad Habiebie Dinobatkan sebagai Kiper Terbaik Piala Asia Futsal 2026, Indonesia Ukir Sejarah Baru
Next Article UMKM Berpeluang Tumbuh di Momen Imlek dan Ramadhan 2026
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Royalti Jumbo dari Timah, Bangka Belitung Kebagian Rp 425 Miliar Atas Kontribusi Untuk Negara

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pendidikan

Unhas Tembus Peringkat 861 Dunia, Melonjak 111 Posisi di QS World University Rankings 2027

6 days ago
Pendidikan

Rusia Buka Kesempatan Kuliah Gratis untuk Mahasiswa Indonesia, Ini Syaratnya

1 week ago
Pendidikan

Tak Kebagian Sekolah Negeri? Pemprov Jabar Siapkan Bantuan untuk Masuk Swasta

1 week ago
Kesehatan

Dokter Ungkap Waktu Terbaik dan Manfaat Olahraga bagi Ibu Hamil

1 week ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index