By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Profil 11 Panelis Debat Kedua Cawapres pada 21 Januari 2024
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Profil 11 Panelis Debat Kedua Cawapres pada 21 Januari 2024

Terkini

Profil 11 Panelis Debat Kedua Cawapres pada 21 Januari 2024

Natio
By
Natio
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Follow:
1 year ago
Share
11 Min Read
SHARE

9. Prof. Sudharto P. Hadi (Pakar Manajemen Lingkungan dan Mantan Rektor Universitas Diponegoro)

Profesor Sudharto P. Hadi adalah pakar Manajemen Lingkungan dan Mantan Rektor Universitas Diponegoro. Ia menyelesaikan gelar Sarjana (S1) di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro pada tahun 1979.

Sudharto kemudian melanjutkan studi pasca sarjana di Faculty of Environmental Studies, York University, Toronto, Kanada pada tahun 1989, meraih gelar Master in Environmental Studies (MES) dengan tesis Comparative Analysis of Social Impact Assessment: Indonesia and Canada.

Sudharto juga mengejar gelar doktor di School of Community and Regional Planning, University of British Columbia (UBC), Vancouver, Kanada, dengan disertasinya berjudul The Process, the Impact, and the Alternatives of Industrial Development in Central Java, Indonesia pada tahun 1993.

Ia pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Diponegoro untuk periode 2010 – 2014. Saat ini, beliau masih aktif mengajar di berbagai program tingkat Sarjana (S1), Magister (S2), dan Doktor (S3) di Universitas Diponegoro dan beberapa universitas lainnya, dengan fokus kajiannya meliputi perencanaan/manajemen lingkungan, etika lingkungan, dan resolusi konflik lingkungan.

10. Prof. Sulistyowati Irianto (Guru Besar Antropologi Hukum di Universitas Indonesia)

Guru Besar Antropologi Hukum di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) ini merupakan wanita yang sangat aktif dalam mengembangkan kajian gender dan hukum. Dia meraih gelar Magister Antropologi Hukum dari Universitas Leiden dan Universitas Indonesia pada tahun 1985 dan lulus pada tahun 1990.

Sebagaimana dikutip dari situs FH UI, selain aktif mengajar di program Kajian Gender dan program Ilmu Kepolisian di Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) UI, Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, dan Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Prof. Sulistyowati Irianto juga memiliki pengalaman sebagai visiting researcher/professor dalam CORE University Program oleh JSPS and NRCT di Kyoto University untuk Program on Changing Families in Asia pada tahun 2007-2009.

Sulistyuwati juga merupakan peneliti dan visiting professor di bidang hukum keluarga di Van Vollenhoven Institute – Leiden Law School selama program pascadoktoralnya dari tahun 2010 hingga 2013.

Baca Juga :

Strategi Pemudik Hindari Macet: Pilih Berangkat Saat Arus Balik
Jagoan Jember Siap Tempur! 4 Pesilat Tapak Suci Siap Harumkan Nama Daerah di O2SN 2025: Siap Bawa Pulang Emas Nasional!
Previous Page123456Next Page

You Might Also Like

Inggris Mandek! Tembok Ghana Bongkar PR Besar Three Lions di Piala Dunia 2026
Ronaldo Bangkit! Portugal Dapat Sinyal Kuat Menuju Gelar Dunia
Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Bola “Meriam” dan Rahasia Banjir Gol di Piala Dunia 2026
Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Share This Article
Facebook Email Print
Share
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Follow:
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Previous Article Dana PSN Terealisasi 36,81 Persen, Sisanya Masuk Kantong ASN dan Politikus, DPR: Pentingnya RUU Perampasan Aset
Next Article Kawal Honorer jadi PPPK, DPR: Soroti Proses dari Kecurangan hingga Pungli
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat

23 hours ago
Pildun 2026Terkini

Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur

23 hours ago
Pildun 2026Terkini

Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival

24 hours ago
Pildun 2026Terkini

Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

1 day ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index