INVERSI.ID – Pendiri dan CMO Mazuta Group, Aristia Chen, resmi meluncurkan program beasiswa digital bertajuk Aristia Bachelor Collective Digital Education (ABCDE) yang menargetkan 1.000 anak muda Indonesia dari keluarga kurang mampu. Program beasiswa internasional ini dirancang untuk membuka akses pendidikan global yang inklusif dan berkelanjutan bagi generasi muda Tanah Air.
Dalam konferensi pers di Surabaya, Rabu (9/7/2025), Aristia mengatakan bahwa program beasiswa digital ABCDE hadir sebagai wujud nyata komitmen pribadinya untuk memastikan tak ada lagi mimpi anak muda yang tertunda hanya karena keterbatasan biaya pendidikan. Menurutnya, pendidikan modern berbasis digital menjadi kunci agar anak muda Indonesia mampu bersaing di era global.
“Melalui ABCDE, saya ingin tidak ada lagi mimpi yang tertunda. Program ini terbuka untuk semua anak muda Indonesia tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, maupun budaya,” ujarnya.
Aristia menegaskan, beasiswa digital untuk anak muda yang diinisiasinya ini lahir dari pengalaman pribadinya. Saat menempuh studi di Taiwan beberapa tahun lalu, ia terpaksa berhenti karena kendala finansial. Dari pengalaman itulah, ia bertekad membangun ekosistem pendidikan digital yang lebih adil, kolaboratif, dan relevan dengan nilai-nilai Society 5.0.
Beasiswa Digital untuk Anak Muda yang Inklusif dan Berkelanjutan
ABCDE tidak hanya menyediakan bantuan biaya studi, tetapi juga mencakup pelatihan bootcamp, sertifikasi nasional, hingga kursus Bahasa Mandarin gratis. Program ini dirancang untuk mempersiapkan anak muda Indonesia yang berminat melanjutkan pendidikan ke China dan Taiwan.
“Dengan mengusung nilai aksesibilitas, keseimbangan, kolaborasi, keberagaman, dan kewirausahaan, saya berharap program ini melahirkan generasi baru yang unggul, kompetitif, dan mampu tampil di panggung global,” ujar Aristia.
Menurutnya, pendidikan bukan hanya soal gelar atau ijazah semata, tetapi tentang kesempatan yang setara. Lewat ABCDE, ia ingin menghadirkan sebuah ekosistem pendidikan digital yang inklusif, menjunjung keterbukaan, keberagaman, keberlanjutan, serta kolaborasi lintas institusi.
“ABCDE adalah jembatan bagi anak muda Indonesia untuk tampil di panggung global dengan kemampuan yang relevan dan mentalitas yang kompetitif,” katanya.
Menyasar 1.000 Penerima Beasiswa di Seluruh Indonesia
Program beasiswa digital untuk anak muda Indonesia ini menargetkan 1.000 penerima pada tahap pertama. Pendaftaran terbuka untuk siapa saja, tanpa syarat latar belakang ekonomi, sosial, maupun budaya tertentu.
Menurut Aristia, target ini bukan hanya soal angka, tetapi juga dampak yang ingin ditimbulkan. Ia berharap para penerima ABCDE nantinya dapat menjadi agen perubahan di komunitasnya masing-masing dan berkontribusi pada pembangunan bangsa lewat inovasi, kewirausahaan, dan semangat kolaborasi.
“Harapan saya, ABCDE bukan sekadar beasiswa, tetapi menjadi gerakan yang memotivasi anak muda untuk berani bermimpi dan berjuang meraihnya,” ungkapnya.
Aristia menambahkan, program ini juga melibatkan sejumlah mitra strategis, termasuk lembaga pendidikan, perusahaan teknologi, dan organisasi internasional untuk memastikan kualitas materi pembelajaran dan relevansi kompetensi yang diajarkan.
Pendidikan Digital Jadi Kunci Masa Depan Anak Muda
Aristia meyakini bahwa pendidikan berbasis digital adalah salah satu kunci utama untuk meningkatkan daya saing generasi muda Indonesia di tingkat global. Apalagi, era Society 5.0 yang serba terhubung saat ini menuntut anak muda memiliki keterampilan digital yang mumpuni.
“Kami ingin membantu anak muda Indonesia untuk siap menghadapi tantangan masa depan. Tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga adaptif, inovatif, dan kolaboratif,” tuturnya.
Sebagai seorang profesional muda yang pernah merasakan sendiri kerasnya perjuangan pendidikan, Aristia mengajak generasi muda untuk tidak berhenti bermimpi, meski menghadapi keterbatasan.
“Jangan biarkan masalah biaya menghentikan mimpi kalian. Dengan semangat, tekad, dan kerja keras, semua mungkin untuk diraih,” pesan Aristia.***