INVERSI.ID – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menegaskan pentingnya adopsi teknologi modern untuk mendukung pertanian berkelanjutan di Indonesia. Dalam kunjungan kerjanya ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (8/7), Gibran mengajak petani, khususnya generasi muda, untuk memanfaatkan teknologi drone dan mekanisasi digital di sektor pertanian.
Dalam sambutannya saat meninjau panen tebu di Lahan Ketahanan Pangan Lanud Adisutjipto, Sendangtirto, Sleman, Wapres Gibran mengatakan, penggunaan alat modern berbasis teknologi merupakan langkah penting untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi sektor pertanian. Menurut dia, mekanisasi modern seperti drone untuk pemupukan dan penyemprotan tanaman sudah saatnya diterapkan secara luas.
“Jadi untuk peningkatan produksi tentu kita tidak bisa lepas dari yang namanya mekanisasi alat-alat modern. Nanti ada demo penggunaan drone, ini saya kira baik sekali,” ujar putra sulung Presiden RI ke-7 Joko Widodo ini.
Lebih lanjut, Gibran meminta perhatian serius untuk melibatkan petani muda dalam ekosistem pertanian modern berbasis teknologi. Dia menilai, anak muda punya daya adaptasi yang lebih cepat terhadap perkembangan digital, yang sangat penting bagi modernisasi pertanian.
Ajak Generasi Muda Berperan di Sektor Pertanian
Gibran menekankan, sektor pertanian ke depan sangat membutuhkan peran aktif generasi muda untuk menjawab tantangan modernisasi. Ia pun mengajak Kementerian Pertanian untuk lebih banyak membuka ruang bagi anak muda.
“Saya juga titip ke Pak Menteri, untuk lebih banyak melibatkan anak-anak muda karena kita menggunakan mekanisasi alat-alat modern seperti drone. Mohon juga lebih banyak anak-anak muda yang dilibatkan,” kata Gibran di hadapan para petani dan pejabat yang hadir.
Menurut Gibran, hal ini selaras dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menetapkan sektor pertanian sebagai prioritas pembangunan nasional. Ia menyebut, salah satu target besar pemerintah adalah mencapai swasembada gula mulai tahun depan.
“Dari Pak Presiden sudah memberikan instruksi langsung ke Pak Menteri, tahun depan harus swasembada gula konsumsi. Dan di 2027, paling lambat 2028 kita harus benar-benar swasembada gula,” ujarnya.
Fokus pada Riset, Inovasi, dan Hilirisasi Tebu
Dalam kesempatan yang sama, Wapres Gibran menyoroti pentingnya riset dan inovasi dalam pengembangan komoditas strategis, khususnya tebu. Ia mendorong agar potensi akademisi di Yogyakarta dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan varietas unggul tebu, sekaligus mengembangkan produk hilir seperti etanol.
Selain itu, Gibran menyebut perlunya program peremajaan tanaman tebu secara masif untuk meningkatkan produktivitas dan rendemen nasional.
“Peremajaan tebu menjadi langkah strategis kita untuk memperbaiki produktivitas tebu secara nasional,” tambahnya.
Ia juga berharap kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dunia usaha, petani, dan perguruan tinggi semakin diperkuat dalam mendorong transformasi sektor pertanian yang lebih modern dan berkelanjutan.
Demo Drone dan Penyerahan Bantuan Pupuk
Usai memberi sambutan, Gibran mengunjungi stan-stan teknologi pertanian milik PT Pupuk Indonesia yang memamerkan berbagai inovasi mekanisasi pertanian. Ia juga menyaksikan langsung demonstrasi penggunaan drone pertanian untuk pemupukan dan penyemprotan tanaman.
Tak hanya itu, Wapres juga berdialog dengan para petani untuk mendengar aspirasi mereka terkait tantangan di lapangan. Sebagai bentuk dukungan, Gibran menyerahkan bantuan pupuk non-subsidi sebanyak 10 ton secara simbolis kepada petani setempat. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Pejabat yang Hadir di Lokasi
Sejumlah pejabat penting turut hadir mendampingi kunjungan Wapres Gibran di Sleman, antara lain Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto, Anggota Komisi V DPR RI Danang Wicaksana, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, serta Wakil Menteri BUMN Aminuddin Ma’ruf.
Kehadiran para pejabat ini menjadi bukti komitmen lintas sektor untuk memperkuat ketahanan pangan nasional melalui adopsi teknologi dan inovasi pertanian.
Teknologi dan Anak Muda Jadi Kunci Masa Depan Pertanian
Kunjungan kerja Wapres Gibran di Yogyakarta membawa pesan penting: masa depan pertanian Indonesia ada di tangan teknologi dan anak muda. Modernisasi pertanian melalui teknologi seperti drone tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga membuat sektor ini lebih menarik bagi generasi muda.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, BUMN, petani, dan generasi muda, Indonesia diharapkan mampu mencapai kedaulatan pangan, termasuk target swasembada gula di tahun-tahun mendatang.***