By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Tren BNPL di Kalangan Anak Muda, YOLO atau Solusi Finansial
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Tren BNPL di Kalangan Anak Muda, YOLO atau Solusi Finansial

LifeStyle

Tren BNPL di Kalangan Anak Muda, YOLO atau Solusi Finansial

Jack
By
Jack
12 months ago
Share
5 Min Read
SHARE

INVERSI – Nilai pembiayaan digital berbasis buy now pay later (BNPL) di Indonesia terus mencetak rekor baru. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total penyaluran pembiayaan BNPL oleh perusahaan pembiayaan mencapai Rp 8,58 triliun per Mei 2025, melonjak 54,26% secara tahunan (year on year/YoY). Angka ini menjadi bukti kuat bahwa tren BNPL semakin diminati, khususnya oleh generasi muda yang dikenal dengan gaya hidup konsumtif dan konsep YOLO (You Only Live Once).

Contents
BNPL Jadi Pilihan Anak Muda di Tengah Tantangan EkonomGaya Hidup YOLO Dorong Perilaku KonsumtifBNPL: Cepat, Mudah, dan Minim SyaratLiterasi Keuangan Jadi Kunci

Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda mengatakan, kenaikan signifikan penyaluran BNPL tak bisa dilepaskan dari pola konsumsi generasi muda yang cenderung mengutamakan keinginan saat ini ketimbang perencanaan jangka panjang. Menurutnya, fenomena gaya hidup YOLO mendorong anak muda untuk lebih mudah mengambil keputusan finansial, meski melalui pembiayaan.

“Anak muda ini terkenal dengan YOLO, You Only Live Once. Konsumsi mereka hanya berdasarkan keinginan saat ini, mumpung masih hidup dan bekerja, mereka akan konsumsi sesuai dengan keinginan,” kata Nailul kepada media, Selasa (9/7).

Lebih lanjut, Nailul menyebutkan bahwa banyak anak muda yang akhirnya memanfaatkan BNPL lantaran kemampuan finansial mereka sering kali tidak sejalan dengan gaya hidup yang ingin dicapai. Generasi muda, kata dia, melihat BNPL sebagai jalan keluar instan untuk memenuhi kebutuhan atau bahkan keinginan.

BNPL Jadi Pilihan Anak Muda di Tengah Tantangan Ekonom

Selain faktor gaya hidup YOLO, desakan ekonomi turut berperan dalam melonjaknya permintaan layanan. Nailul menyebutkan bahwa kondisi penghasilan yang berkurang atau hilang mendorong masyarakat mencari sumber pembiayaan alternatif.

“Orang dengan kebutuhan meningkat tetapi penghasilan berkurang atau hilang pasti akan mencari sumber pembiayaan lain, salah satunya BNPL,” ujarnya.

Ia juga menyoroti bahwa generasi muda cenderung menghindari produk keuangan konvensional seperti kartu kredit karena prosesnya yang dinilai terlalu panjang, birokratis, dan penuh ketidakpastian. Proses aplikasi kartu kredit yang memerlukan dokumen lengkap serta verifikasi menyulitkan mereka yang menginginkan akses cepat.

“Kenapa bukan kartu kredit? Saya melihat proses kartu kredit yang lama, kemudian ketidakpastian penerimaan, membuat orang malas mengurus kartu kredit. Masyarakat muda kita malas berhadapan dengan proses seperti ini,” tambah Nailul.

Gaya Hidup YOLO Dorong Perilaku Konsumtif

Fenomena YOLO alias You Only Live Once menjadi salah satu alasan utama anak muda lebih berani berutang lewat skema BNPL. Nailul menilai bahwa banyak anak muda saat ini merasa hidup hanya sekali sehingga lebih memilih memprioritaskan kepuasan saat ini, ketimbang menunggu terkumpulnya dana.

Baca Juga :

Viral Cahaya Misterius di Langit Malang, BMKG Pastikan Bukan Rudal
Daftar Kecelakaan Pesawat Tempur TNI AU sejak 2020

Gaya hidup YOLO mendorong mereka untuk traveling, membeli gadget terbaru, hingga memenuhi gaya hidup media sosial yang serba instan. Sayangnya, kecenderungan ini juga bisa memicu risiko keuangan di masa depan apabila tidak diimbangi literasi keuangan yang baik.

Fenomena ini menjadi tantangan tersendiri bagi regulator dan industri keuangan, agar bisa meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai risiko berutang berlebihan dan pentingnya mengelola keuangan secara sehat.


BNPL: Cepat, Mudah, dan Minim Syarat

Keunggulan utama BNPL yang membuatnya populer di kalangan anak muda adalah kemudahan proses, persyaratan ringan, dan pencairan cepat. Berbeda dengan kartu kredit yang mengharuskan pengajuan formal, slip gaji, hingga verifikasi telepon, layanan BNPL bisa diakses hanya dengan KTP dan akun bank, bahkan dalam hitungan menit.

Tren ini diperkuat oleh penetrasi e-commerce yang semakin tinggi, di mana hampir semua. Artinya, belanja online pun semakin mudah dengan opsi bayar cicilan tanpa kartu kredit.

Namun, kemudahan ini perlu diwaspadai karena bisa memicu pola konsumsi impulsif. Tanpa perencanaan matang, utang BNPL yang menumpuk dapat menjadi masalah serius bagi kesehatan finansial.

Literasi Keuangan Jadi Kunci

Para pakar keuangan sepakat bahwa literasi keuangan adalah kunci untuk memastikan penggunaan BNPL tetap sehat dan tidak menjerumuskan pengguna pada utang tak terkendali. Pemerintah melalui OJK dan Bank Indonesia juga terus mendorong kampanye edukasi mengenai risiko pinjaman digital.

“BNPL ini sebenarnya bisa membantu cashflow masyarakat, tapi harus bijak. Jangan sampai dipakai untuk gaya hidup konsumtif yang akhirnya memberatkan diri sendiri,” kata Nailul.

Generasi muda diharapkan bisa lebih cerdas dalam menggunakan layanan ini, dengan cara mengutamakan kebutuhan ketimbang keinginan, serta memastikan kemampuan membayar cicilan sesuai tenggat waktu.***

You Might Also Like

Target Wisman Naik Tajam, Kemenpar Optimistis Indonesia Dikunjungi 19,1 Juta Turis Asing pada 2027
Bandara Soekarno-Hatta Tambah Rute Baru ke Tiongkok, Spring Airlines Resmi Terbang ke Jakarta
Pamer Liburan, Tapi Keluhkan Pertamax? Fenomena yang Memicu Perdebatan di Medsos
Harga Avtur Melonjak, Kemenpar dan Kemenhub Cari Cara Jaga Tiket Pesawat Tetap Terjangkau
Tak Hanya Bali, Kemenpar Genjot 10 Destinasi Prioritas untuk Tarik Wisatawan Mancanegara
TAGGED:Anak MudaBNPLtren
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Beasiswa Digital ABCDE Buka Akses Pendidikan Global Inklusif untuk 1000 Anak Muda Kurang Mampu
Next Article Global Radio & V Radio Sajikan Music Zone, Konser Musik Pantai Favorit Anak Muda
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Travel

Beda dengan Wisata Kuliner, Gastronomi Tawarkan Cerita dan Warisan Budaya Nusantara

2 weeks ago
Travel

Tak Mau Tertinggal dari Vietnam, Indonesia Siapkan Jurus Baru Dongkrak Pariwisata

2 weeks ago
Travel

Instalasi Sunflower Angel Jadi Magnet Baru di Candi Prambanan, Pengunjung Membludak

2 weeks ago
Travel

Libur Panjang Idul Adha 2026, KAI Layani Lebih dari 1,2 Juta Penumpang

4 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index