Inversi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Muria Kudus (UMK) mengawali tahun 2026 dengan capaian akademik yang membanggakan. Salah satu dosen terbaiknya, Farid Noor Romadlon, resmi menyandang gelar doktor setelah menyelesaikan studi doktoral di Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dalam kurun waktu relatif singkat, yakni tiga setengah tahun.
Capaian ini sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) unggul di lingkungan UMK. Keberhasilan Farid meraih gelar doktor menjadi istimewa karena ditempuh melalui jalur publikasi ilmiah internasional bereputasi. Ia berhasil menerbitkan dua artikel ilmiah pada jurnal internasional terindeks Scopus, yang menjadi syarat utama kelulusan.
Atas pencapaian tersebut, Farid dinyatakan lulus melalui ujian tertutup, tanpa harus menempuh ujian terbuka sebagaimana umumnya proses kelulusan doktoral. Tidak hanya itu, dalam rentang waktu yang hampir bersamaan, Farid juga berhasil meraih jabatan akademik Lektor Kepala (Associate Professor).
Prestasi ganda ini menandai konsistensi dan produktivitas akademiknya, sekaligus menjadi teladan bagi sivitas akademika, khususnya dosen muda, dalam mengembangkan karier akademik berbasis riset dan publikasi ilmiah.
Dukungan Lembaga dan Prestasi Riset
Selama menempuh studi doktoral, Associate Professor Dr. Farid Noor Romadlon, M.Pd. mendapatkan dukungan penuh dari institusi tempatnya mengabdi. Universitas Muria Kudus memberikan kemudahan berupa izin studi, fasilitas penelitian, serta dukungan administratif yang memungkinkan Farid fokus pada pengembangan riset disertasinya.
Kualitas riset yang dikembangkan Farid juga mendapat pengakuan di tingkat nasional. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) menganugerahkan Hibah Penelitian Disertasi Doktor, sebuah skema pendanaan kompetitif yang hanya diberikan kepada mahasiswa doktoral dengan proposal riset berkualitas tinggi dan relevan dengan pengembangan ilmu pengetahuan.
Promotor Farid sekaligus Guru Besar Universitas Negeri Surabaya, Prof. Slamet Setiawan, menyampaikan apresiasinya atas ketekunan dan komitmen akademik mahasiswanya tersebut. Menurutnya, Farid menunjukkan kegigihan sejak awal masa perkuliahan hingga tahap akhir studi.
“Mas Farid adalah mahasiswa yang gigih dan konsisten sejak awal perkuliahan. Ia memiliki komitmen kuat terhadap riset dan publikasi, sehingga sangat layak meraih capaian akademik seperti yang diperolehnya saat ini,” ungkap Prof. Slamet.
Apresiasi dari Pimpinan Universitas
Capaian akademik ini mendapat sambutan positif dari pimpinan Universitas Muria Kudus. Rektor UMK, Prof. Dr. Ir. Darsono, M.Si., menegaskan bahwa bertambahnya dosen bergelar doktor akan memperkuat daya saing institusi, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Menurutnya, kehadiran doktor-doktor baru di lingkungan UMK tidak hanya meningkatkan mutu pendidikan, tetapi juga memperkokoh budaya riset dan publikasi ilmiah di perguruan tinggi.
Hal senada disampaikan Ketua Program Studi PBI UMK, Dr. Titis Sulistyowati, M.Pd. Ia menyebut kelulusan Farid sebagai kebanggaan tersendiri bagi program studi yang saat ini telah menyandang predikat Akreditasi Unggul.
“Lulusnya Pak Farid menambah jajaran doktor di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Prestasi ini semakin mengokohkan posisi PBI UMK sebagai prodi unggul yang terus berkomitmen meningkatkan kualitas akademik dan riset,” ujarnya.
Kontribusi Nyata bagi Masyarakat dan Dunia Industri
Capaian akademik Farid tidak hanya berdampak di lingkungan kampus, tetapi juga dirasakan secara luas oleh masyarakat dan dunia industri. Kepakarannya di bidang Speaking in English Language Teaching (ELT) telah banyak dimanfaatkan dalam berbagai program pengembangan kapasitas sumber daya manusia.
Program Director Djarum Foundation Bhakti Pendidikan, Primadi H. Serad, memberikan apresiasi atas kontribusi Farid dalam program pelatihan English Hospitality dan Public Speaking bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) binaan. Selain itu, Farid juga terlibat aktif dalam program pendampingan pembelajaran bahasa Inggris di Kabupaten Kudus.
Apresiasi juga datang dari praktisi pendidikan di tingkat sekolah. Sri Rejeki, Guru Bahasa Inggris SMAN 1 Kudus, berharap Farid dapat terus berbagi pengetahuan dan pengalamannya melalui pelatihan English Conversation bagi siswa.
“Kontribusi Pak Farid sangat dibutuhkan, terutama untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris,” ungkapnya.
Dengan gelar doktor yang telah diraih, Dr. Farid Noor Romadlon menegaskan komitmennya untuk terus memperluas kontribusi akademik, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. Ia bertekad meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Inggris bagi pelajar dan tenaga pendidik, sekaligus mendorong daya saing sumber daya manusia Indonesia di tingkat nasional dan global.