By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Perjanjian Dagang dengan AS Tidak Menambah Kuota Impor Energi Nasional
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Perjanjian Dagang dengan AS Tidak Menambah Kuota Impor Energi Nasional

Ekonomi

Perjanjian Dagang dengan AS Tidak Menambah Kuota Impor Energi Nasional

Iqbal Prakoso
By
Iqbal Prakoso
4 months ago
Share
4 Min Read
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan penjelasan mengenai perjanjian dagang dengan Amerika Serikat yang tidak menambah kuota impor energi, namun hanya mengalihkan sumber impor. Hal ini disampaikan dalam acara Semarak Milad ke-28 KAMMI, yang mengangkat tema "Mewujudkan Kedaulatan Energi Nasional" di Sofyan Hotel, Jakarta, pada Minggu, 1 Maret 2026. (Foto: Dok. Kementerian ESDM)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan penjelasan mengenai perjanjian dagang dengan Amerika Serikat yang tidak menambah kuota impor energi, namun hanya mengalihkan sumber impor. Hal ini disampaikan dalam acara Semarak Milad ke-28 KAMMI, yang mengangkat tema "Mewujudkan Kedaulatan Energi Nasional" di Sofyan Hotel, Jakarta, pada Minggu, 1 Maret 2026. (Foto: Dok. Kementerian ESDM)
SHARE

JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa perjanjian dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat tidak akan menambah kuota impor energi nasional. Kesepakatan ini hanya berfokus pada perubahan asal negara pemasok energi, tanpa meningkatkan volume total impor yang ada saat ini.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Bahlil dalam acara Semarak Milad ke-28 Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) yang diselenggarakan di Jakarta pada Minggu, 1 Maret 2026.

Bahlil menjelaskan, kebutuhan energi Indonesia untuk beberapa komoditas utama seperti LPG, BBM, dan minyak mentah masih mengandalkan impor, mengingat produksi domestik yang belum mencukupi.

“Untuk kebutuhan LPG kita setiap tahun sebesar 8,3 juta ton, sementara produksi nasional kita hanya 1,6 juta ton. Karena itu, kita harus mengimpor sekitar 7 juta ton setiap tahunnya,” ujar Bahlil.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa kesepakatan dengan Amerika Serikat tidak akan menambah jumlah impor energi yang dibutuhkan Indonesia, melainkan hanya mengalihkan sumber impor dari negara lain ke Amerika Serikat.

Kesepakatan perdagangan ini melibatkan nilai transaksi sebesar USD 15 miliar yang mencakup pembelian berbagai produk energi, termasuk LPG, BBM, dan crude oil. Bahlil menambahkan bahwa meskipun Indonesia akan meningkatkan pembelian produk energi dari Amerika Serikat, harga yang dibayarkan tetap akan mengikuti mekanisme pasar dan tidak ada perubahan signifikan dalam biaya.

Bahkan, ia mencatat bahwa harga LPG yang diimpor dari Amerika Serikat justru lebih kompetitif dibandingkan dengan negara-negara lain yang sebelumnya menjadi pemasok utama.

“Harga impor ketiga produk senilai USD 15 miliar dari Amerika tersebut sama dengan harga pasar. Jadi tidak ada perbedaan apakah produk tersebut datang dari Timur Tengah atau Amerika. Bahkan untuk LPG, harga dari Amerika jauh lebih murah ketimbang dari negara-negara lain,” jelas Bahlil.

Ini menunjukkan bahwa meskipun Indonesia memperluas kerjasama dagang dengan Amerika, harga yang diterima tetap menguntungkan dan sesuai dengan prinsip efisiensi ekonomi.

Baca Juga :

Profil dan Biodata Ragnar Oratmangoen, Jadi Man of The Match hingga Pujian Media Belanda
AHY Dilantik jadi Menteri ATR oleh Jokowi di Istana Besok

Bahlil juga memastikan bahwa kebijakan ini tidak akan membebani negara atau mengganggu kedaulatan energi nasional. Ia menegaskan bahwa perjanjian ini hanya mengalihkan sumber impor energi, tanpa ada penambahan volume atau perubahan signifikan dalam pengelolaan energi domestik.

“Kita hanya mengganti saja. Jadi volume angka impornya tetap sama, hanya saja sumber negara pemasoknya yang berbeda,” ujar Bahlil, sambil menambahkan bahwa kedaulatan bangsa tetap akan terjaga dengan kebijakan ini.

Kesepakatan perdagangan yang tercatat dalam Reciprocal Trade Agreement (RTA) atau Agreement on Reciprocal Trade (ART) ini difinalisasi dalam pertemuan antara Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di Washington DC pada 19 Februari 2026.

Melalui perjanjian ini, Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan pembelian produk energi dari Amerika Serikat dengan nilai indikatif sekitar USD 15 miliar. Pembelian ini mencakup produk energi penting seperti LPG, crude oil, dan BBM, serta komoditas energi lainnya sesuai kebutuhan domestik.

Pemerintah Indonesia memastikan bahwa seluruh komitmen ini tetap disesuaikan dengan kebutuhan energi dalam negeri serta mempertimbangkan aspek harga yang kompetitif. Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga keberlanjutan pasokan energi di Indonesia sambil tetap mengedepankan kepentingan nasional dan memastikan bahwa kedaulatan energi tidak terganggu oleh kerjasama perdagangan internasional.

You Might Also Like

Royalti Jumbo dari Timah, Bangka Belitung Kebagian Rp 425 Miliar Atas Kontribusi Untuk Negara
Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN
Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat
TAGGED:AsBahlil LahadaliaEnergi NasionalESDMImporKementerian ESDM
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Ramadhan Terkotori Korupsi! Kenapa Pejabat Daerah Sulit Lepas dari Jerat Suap?
Next Article Comeback Gila Marc Marquez Berbuah Nominasi Laureus 2026
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

Bahlil Bongkar Faktanya! 87% Batu Bara PLN Sudah Aman, Tak Perlu Panik

PLN Ambil Tanggung Jawab Pemadaman di Pulau Jawa! Gangguan Listrik Karena Masalah Internal

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Pochettino Sulap Timnas AS Jadi Monster Piala Dunia!

4 days ago
Ekonomi

Inflasi Stabil, Ekonomi Indonesia Tumbuh Solid dan Tahan Guncangan Global

4 days ago
EkonomiTerkini

Kabar Gembira 1 Juli! B50 Lolos Uji Alat Berat, Impor Solar C48 Siap Diakhiri

5 days ago
EkonomiTerkini

PLN Masih Cari 20 Juta Ton Batu Bara, Bahlil Jamin Indonesia Tak Akan Mati Lampu

5 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index