Inversi Sebanyak 379 siswa dari berbagai jenjang pendidikan mengikuti Kejuaraan Kota (Kejurkot) Pencak Silat Antar Pelajar Kota Yogyakarta Tahun 2026. Ajang olahraga ini diselenggarakan oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Yogyakarta sebagai upaya pembinaan dan peningkatan prestasi atlet pencak silat usia pelajar.
Kejuaraan yang berlangsung hingga 24 Januari 2026 tersebut digelar di Gedung Bakti Wana Bhakti Yasa, Kota Yogyakarta. Para peserta merupakan atlet pencak silat pelajar dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah kejuruan (SMK) yang berasal dari berbagai perguruan dan sekolah di wilayah Kota Yogyakarta.
Pembukaan Kejurkot Pencak Silat Antar Pelajar 2026 dilakukan secara resmi oleh Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, pada Rabu (22/1). Dalam sambutannya, Wali Kota memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar menjunjung tinggi nilai sportivitas, semangat juang, serta karakter positif selama mengikuti pertandingan.
“Menang dan kalah adalah bagian dari kompetisi. Namun, karakter, sikap, dan mental yang kalian tunjukkan di arena pertandingan akan menjadi bekal berharga dalam perjalanan hidup ke depan. Tunjukkan bahwa pelajar Kota Yogyakarta adalah pelajar yang berkarakter, sportif, dan bermental juara,” ujar Hasto Wardoyo sebagaimana dikutip dari laman resmi Pemerintah Kota Yogyakarta.
Lebih lanjut, Hasto menegaskan bahwa pencak silat tidak sekadar olahraga bela diri, melainkan juga bagian dari warisan budaya bangsa yang sarat akan nilai-nilai luhur. Melalui pencak silat, generasi muda diajarkan untuk mengembangkan kekuatan fisik sekaligus membentuk kepribadian yang berakhlak dan berkarakter.
Menurutnya, pencak silat mengajarkan disiplin, keberanian, sportivitas, pengendalian diri, serta rasa hormat kepada sesama. Nilai-nilai tersebut dinilai relevan dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara prestasi, tetapi juga memiliki integritas moral.
“Seorang pesilat diajarkan untuk kuat tetapi tetap rendah hati, berani namun tahu batas, serta mampu membela diri tanpa menyalahgunakan kemampuan yang dimiliki,” tuturnya.
Kejurkot Pencak Silat Antar Pelajar ini menjadi salah satu agenda penting IPSI Kota Yogyakarta dalam rangka pembinaan atlet sejak usia dini. Kejuaraan ini juga menjadi ajang seleksi awal bagi atlet-atlet potensial yang akan dipersiapkan untuk menghadapi kejuaraan di tingkat yang lebih tinggi, baik provinsi maupun nasional.
Ketua Panitia Kejurkot Pencak Silat Antar Pelajar Kota Yogyakarta 2026, Dadang Arif Dwi Saputra, menyampaikan bahwa penyelenggaraan kejuaraan ini diharapkan mampu menjaga dan meningkatkan prestasi pencak silat pelajar Kota Yogyakarta yang selama ini telah menunjukkan hasil membanggakan.
“Alhamdulillah, dalam hampir tiga tahun terakhir pencak silat pelajar Kota Yogyakarta beberapa kali berhasil meraih gelar juara umum. Melalui kejuaraan ini serta proses seleksi lanjutan, kami berharap prestasi tersebut dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan,” ujar Dadang.
Ia menambahkan, jumlah peserta yang mencapai ratusan atlet menunjukkan tingginya minat pelajar terhadap olahraga pencak silat. Hal ini menjadi modal penting dalam mencetak atlet-atlet muda berprestasi sekaligus menjaga kelestarian pencak silat sebagai budaya asli Indonesia.
Selain sebagai ajang kompetisi, Kejurkot Pencak Silat Antar Pelajar 2026 juga menjadi wadah pembelajaran bagi para atlet muda untuk melatih mental bertanding, kedisiplinan, serta kemampuan beradaptasi dengan tekanan kompetisi. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Dengan terselenggaranya kejuaraan ini, IPSI Kota Yogyakarta berharap dapat terus berkontribusi dalam pembinaan olahraga prestasi sekaligus pembentukan karakter generasi muda. Pencak silat tidak hanya diharapkan melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga insan muda yang berkepribadian kuat, beretika, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan.