By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Remaja 14 Tahun Elias Tembus Imperial College London dengan Prestasi Akademik Gemilang
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Remaja 14 Tahun Elias Tembus Imperial College London dengan Prestasi Akademik Gemilang

Pendidikan

Remaja 14 Tahun Elias Tembus Imperial College London dengan Prestasi Akademik Gemilang

Jack
By
Jack
10 months ago
Share
7 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Remaja 14 tahun Elias asal Burton-upon-Trent, Staffordshire, mencetak sejarah luar biasa setelah lulus ujian A-level empat tahun lebih cepat dari biasanya dan diterima di Imperial College London. Kisahnya menjadi bukti bahwa usia muda bukanlah batasan untuk menorehkan prestasi akademik internasional.

Contents
Perjalanan Elias Menuju Imperial College LondonAriel, Adik Elias yang Tak Kalah HebatPeran Penting Sang Kakak: Clara dan JulianaImperial College London: Universitas ImpianInspirasi dari Pendidikan AlternatifPelajaran untuk Anak Muda Indonesia

Remaja 14 tahun Elias resmi dipastikan akan memulai kuliah di Imperial College London pada akhir September 2025 dengan jurusan biomedical engineering. Pencapaian ini semakin mencengangkan karena ia mengantongi empat nilai A* dan satu A dalam ujian A-level—ujian yang biasanya baru ditempuh siswa pada usia 18 tahun.

Lebih hebat lagi, remaja 14 tahun Elias menjalani seluruh proses pendidikannya melalui homeschooling sejak pandemi Covid-19. Bukan hanya dirinya, sang adik Ariel yang baru berusia 11 tahun juga menorehkan prestasi akademik yang mengesankan dan siap menyusul jejak kakaknya.

Perjalanan Elias Menuju Imperial College London

Kesuksesan Elias tidak diraih secara instan. Sejak kecil, ia dikenal disiplin dalam belajar. Dengan sistem homeschooling yang dibimbing langsung oleh kakak-kakaknya, Clara dan Juliana, Elias mampu melesat lebih cepat dari anak-anak seusianya.

Sebelumnya, Elias sudah mencatat nilai sempurna (grade 9) dalam GCSE English. Tahun lalu, ia berhasil meraih tiga A dalam mata pelajaran kimia, matematika, dan fisika. Tahun ini, ia menambah satu A di matematika lanjutan serta satu A di biologi.

“Saya sangat bersemangat dan juga agak gugup, tapi saya benar-benar menantikannya. Kakak-kakak saya juga bisa membantu karena mereka kuliah di Imperial, jadi akan menyenangkan bisa pergi bersama mereka,” ujar Elias penuh antusias dikutip dari BBC.

Tidak lupa, remaja 14 tahun juga mengucapkan rasa terima kasih kepada keluarganya.

“Saya sangat berterima kasih kepada kakak-kakak dan seluruh keluarga saya atas dukungan mereka. Mereka benar-benar banyak membantu sepanjang perjalanan pendidikan saya.”

Ariel, Adik Elias yang Tak Kalah Hebat

Jika Elias sukses di usia remaja 14 tahun, sang adik Ariel yang baru berusia 11 tahun juga tidak kalah cemerlang. Tahun lalu, Ariel meraih nilai 9 dalam ujian GCSE untuk matematika dan kimia. Tahun ini, ia kembali mengukir prestasi dengan nilai 9 di matematika lanjutan dan fisika, serta nilai 8 di biologi.

Baca Juga :

5 Perbedaan Maag, GERD dan Tukak Lambung Lengkap dengan Cara Mengobatinya
Medvedev Tumbangkan Auger-Aliassime, Melaju ke Final Dubai 2026

Yang lebih mengejutkan, Ariel mengambil GCSE satu tahun lebih awal dibanding kakaknya. Kini, ia sudah mulai mempelajari empat mata pelajaran utama di tingkat A-level, yakni matematika, biologi, kimia, dan fisika.

“Saya sangat senang bisa mendapat nilai 9 untuk matematika dan kimia tahun lalu, meskipun saya memulainya satu tahun lebih awal daripada kakak saya,” ungkap Ariel dengan bangga.

Prestasi kakak-beradik ini menunjukkan bahwa dedikasi dan lingkungan belajar yang tepat mampu membuat anak-anak melampaui ekspektasi.


Peran Penting Sang Kakak: Clara dan Juliana

Keberhasilan Elias dan Ariel tidak lepas dari peran besar kedua kakak mereka, Clara dan Juliana, yang sama-sama berkuliah di Imperial College London pada jenjang doktoral. Awalnya, mereka hanya berniat membantu mengajarkan satu atau dua mata pelajaran kepada adik-adiknya. Namun, perkembangan Elias dan Ariel yang begitu cepat membuat mereka memutuskan untuk mempercepat jalur pendidikan melalui homeschooling intensif.

Clara menekankan bahwa pendidikan tetap harus seimbang. Ia menyusun jadwal belajar Elias dan Ariel sedemikian rupa, sambil tetap memberi ruang untuk aktivitas menyenangkan seperti bermain board game, olahraga, hingga kegiatan kreatif lain.

“Kami semua sangat bangga pada mereka karena semua ini bisa dicapai dalam waktu yang singkat,” ujar Clara.

Imperial College London: Universitas Impian

Prestasi Elias makin spesial karena ia berhasil diterima di Imperial College London, salah satu universitas paling bergengsi di dunia pada usianya yang masih menginjak remaja 14 tahun. Berdasarkan QS World University Rankings 2025, Imperial berada di posisi kedua dunia, hanya kalah dari Massachusetts Institute of Technology (MIT).

Masuk ke Imperial di usia 14 tahun tentu bukan hal yang mudah. Kampus ini dikenal dengan standar akademik yang tinggi serta fokus pada riset di bidang sains, teknologi, dan kedokteran. Fakta bahwa Elias berhasil menembus kampus ini di usia remaja 14 tahun membuktikan kualitas kecerdasannya sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda di seluruh dunia.

Inspirasi dari Pendidikan Alternatif

Kisah Elias dan Ariel memberi pelajaran penting bahwa pendidikan tidak selalu harus melalui jalur konvensional. Homeschooling, jika dilakukan dengan serius, disiplin, dan didukung lingkungan yang tepat, mampu menghasilkan prestasi yang luar biasa.

Clara bahkan menyebut bahwa ke depan ia bersama Juliana ingin membagikan ilmunya dengan anak-anak lain. Mereka berencana memberikan bimbingan paruh waktu selama studi doktoral mereka di Imperial, dengan harapan bisa menginspirasi pelajar lain untuk berani bermimpi besar.

“Kami ingin memberi harapan kepada pelajar berbakat lain, bahwa mereka juga bisa belajar dari rumah dan tetap menggapai mimpi,” kata Clara penuh keyakinan.


Pelajaran untuk Anak Muda Indonesia

Kisah remaja 14 tahun Elias bisa menjadi inspirasi bagi anak muda di Indonesia. Pertama, prestasi tidak mengenal usia. Jika dikelola dengan baik, potensi besar bisa melahirkan pencapaian gemilang bahkan sebelum usia dewasa.

Kedua, dukungan keluarga sangat penting. Tanpa bimbingan dan dukungan moral dari kakak serta orang tua, perjalanan Elias mungkin tidak akan semulus ini.

Ketiga, pendidikan alternatif seperti homeschooling bisa menjadi pilihan, terutama ketika didukung dengan konsistensi, materi ajar yang tepat, serta motivasi yang tinggi.

Elias dan Ariel membuktikan bahwa kombinasi disiplin, dedikasi, serta dukungan lingkungan mampu mencetak generasi muda yang siap bersaing di panggung global.

Prestasi remaja 14 tahun Elias menembus Imperial College London menjadi bukti nyata bahwa mimpi besar bisa diwujudkan bahkan di usia muda. Bersama adiknya, Ariel, ia memperlihatkan bagaimana pendidikan berbasis keluarga dan semangat belajar bisa membuka jalan menuju kesuksesan internasional.

Kisah kakak-beradik ini tidak hanya menjadi kebanggaan keluarga mereka, tetapi juga inspirasi global bagi anak-anak muda untuk berani bermimpi, berusaha, dan menembus batasan usia maupun sistem pendidikan konvensional.

You Might Also Like

Beasiswa Garuda Tak Sekadar Kuliah, Mahasiswa Diminta Bangun Ekosistem Riset Nasional
Program Sekolah Rakyat Dikebut, Kemensos Ingatkan Pentingnya Tata Kelola yang Transparan
Prabowo Dukung Kampus IIT dan IIM Berdiri di Indonesia, Perkuat Pendidikan Nasional
Beasiswa LPDP Tahap II 2026 Resmi Dibuka, Ini Jadwal, Program, dan Syarat Terbarunya
Ini Respons Akademisi Saat Bahlil Tantang Kampus Uji Kebijakan Energi di KSTI 2026
TAGGED:14 tahunEliasImperial College Londonremaja
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Ini 5 Gaya Slow Living Anak Muda yang Lagi Tren
Next Article ‘Sukses Lancar Rejeki’ Band Pop Punk SMA dari Bekasi yang Lagi Meledak
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bahlil Selamatkan Harga Sawit, Petani Bisa Lega!

Gaikindo Ketok Palu! B50 Dipastikan Aman, Mesin Diesel Tak Perlu Khawatir

BBM Nelayan Rp15 Ribu Disahkan! Jurus Bahlil Lindungi Dompet Tanpa Sentuh APBN

Jakarta Darurat Judol. Ribuan Warga Pilih Jalan Spekulasi demi Bertahan Hidup

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Hendri Satrio Buka Suara soal Teddy Nyetir Mobil Golf saat Dampingi Prabowo dan Modi

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pendidikan

Dari Aceh hingga Papua, SMA Unggul Garuda Antar Ratusan Siswa ke Universitas Kelas Dunia

3 weeks ago
Pendidikan

Kabar Baik! 80 Ribu Pelajar SMA/SMK Swasta di Jabar Dapat Bantuan Pendidikan

3 weeks ago
Pendidikan

Pemerintah Resmi Umumkan 307 Siswa Lolos SMA Unggul Garuda Baru Tahun Ajaran 2026/2027

3 weeks ago
Pendidikan

Peluang Kuliah Dalam dan Luar Negeri Makin Terbuka Lewat Portal Beasiswa Baru

3 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index