By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Remaja dan Depresi: Universitas Bakrie Buka Suara, Ajak Mahasiswa Peduli Mental Health
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Remaja dan Depresi: Universitas Bakrie Buka Suara, Ajak Mahasiswa Peduli Mental Health

Terkini

Remaja dan Depresi: Universitas Bakrie Buka Suara, Ajak Mahasiswa Peduli Mental Health

Jack
By
Jack
1 year ago
Share
4 Min Read
Ilustrasi kesehatan mental. (Foto: Pixabay)
SHARE

INVERSI.ID – Gangguan kesehatan mental kini menjadi isu yang semakin mendesak di Indonesia, terutama di kalangan anak muda. Depresi dan gangguan kecemasan (anxiety disorder) menjadi dua jenis gangguan yang paling banyak dialami masyarakat, sebagaimana diungkapkan dalam Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan RI tahun 2023.

Contents
Lingkungan dan Tekanan Sosial Jadi Pemicu UtamaUniversitas Bakrie Ajak Mahasiswa Ambil PeranSuara Mahasiswa: Mental Health Itu Penting!Mahasiswa: Agen Perubahan untuk Lingkungan yang Lebih Sehat

Mirisnya, permasalahan mental ini kerap tidak disadari bahkan dianggap tabu. Padahal, kelompok usia muda termasuk yang paling rentan. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat peningkatan angka depresi pada remaja usia 15–24 tahun. Data lain dari Indonesia-National Adolescent Mental Health Survey (NAMHS) 2022 menunjukkan bahwa 34,9% remaja di Indonesia mengalami gangguan kecemasan.

Lingkungan dan Tekanan Sosial Jadi Pemicu Utama

Gangguan mental pada anak muda kerap berakar dari berbagai faktor, seperti konflik keluarga, trauma masa kecil, hingga relasi sosial yang toksik. Tekanan akademik, ekspektasi orang tua, hingga pergaulan yang kompetitif juga sering menjadi pemicu stres berkepanjangan.

Tanpa disadari, stres ringan bisa berkembang menjadi gangguan serius jika tidak ditangani sejak awal. Oleh karena itu, pendekatan preventif dan edukatif sangat dibutuhkan.

Universitas Bakrie Ajak Mahasiswa Ambil Peran

Untuk menjawab tantangan ini, Universitas Bakrie bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menggelar acara Guest Lecturer bertema “Generasi Sehat, Indonesia Kuat: Potensi Peran Mahasiswa dalam Penguatan Kesehatan Mental Generasi Muda”. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 17 April 2025 di Auditorium Universitas Bakrie, Jakarta.

Acara ini menjadi ruang dialog antara mahasiswa, akademisi, dan pemerintah dalam mendorong peran generasi muda dalam transformasi sistem kesehatan nasional, khususnya di bidang kesehatan mental.

Imran Pambudi, Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes RI, hadir sebagai pembicara utama. Ia menekankan pentingnya keterlibatan anak muda dalam upaya preventif, kuratif, hingga rehabilitatif dalam menangani masalah kesehatan mental.

“Implementasi dari generasi muda bisa dimulai dengan peningkatan literasi tentang gejala gangguan jiwa, serta kemampuan untuk merespon dan mendampingi individu yang mengalami depresi,” jelas Imran.

Suara Mahasiswa: Mental Health Itu Penting!

Acara ini juga didukung oleh Bakrie Center Foundation (BCF) yang menghadirkan 30 peserta Campus Leaders Program (CLP) batch 10, yang dikenal sebagai SDGs Heroes.

Baca Juga :

Rendahnya Kemampuan Bahasa Inggris di Indonesia, Alarm Bagi Generasi Muda
Biodata dan Profil Akbar Asrori, Kiper Deltras Sidoarjo yang Buat Bima Sakti Terpincut

Sebanyak 100 mahasiswa Universitas Bakrie turut aktif dalam sesi diskusi dan berbagi pandangan mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental.

“Menjaga mental health itu penting banget, apalagi di tengah tekanan kuliah yang sering bikin burnout. Kadang bukan cuma dari diri kita, tapi juga lingkungan yang suportif,” ujar Irene, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie.

“Isu mental health itu tanggung jawab bersama, bukan hanya mahasiswa tapi juga civitas akademika seperti dosen dan guru,” tambah Dian, dosen Universitas Bakrie.

Mahasiswa: Agen Perubahan untuk Lingkungan yang Lebih Sehat

Mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan (agent of change) dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental.

Mereka dapat mendorong literasi publik lewat pendekatan edukatif dan advokatif, serta menciptakan lingkungan yang lebih aman dan suportif, khususnya bagi sesama remaja dan kelompok rentan.

Lewat kegiatan seperti ini, diharapkan mahasiswa semakin sadar dan terdorong untuk berkontribusi dalam penyebaran informasi tentang kesehatan mental, sekaligus menghapus stigma negatif yang masih melekat di masyarakat.***

You Might Also Like

BBM Nelayan Rp15 Ribu Disahkan! Jurus Bahlil Lindungi Dompet Tanpa Sentuh APBN
Jakarta Darurat Judol. Ribuan Warga Pilih Jalan Spekulasi demi Bertahan Hidup
LRT Velodrome–Manggarai Segera Beroperasi, Tapi Siapkah Manggarai Tampung Lonjakan Penumpang
PT Timah Bantu Bangun Sumur Bor, SMPN 3 Simpang Katis Segera Nikmati Akses Air Bersih
Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
TAGGED:Mental HealthremajaUniversitas Bakrie
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Menteri Fadli Zon Spill Rahasia Kekuatan Film Indonesia yang Bikin Merinding
Next Article Smart Home 2025: Teknologi Rumah Pintar Kini Makin Dekat dan Terjangkau
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Hadapi Musim Kemarau, Pemerintah Pastikan Stok Pangan Nasional Tetap Aman

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Argentina Terlalu Tangguh untuk Swiss, Jadi Penyelamat Amerika Latin di Piala Dunia 2026

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal

2 days ago
Internasional

Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia

4 days ago
Internasional

Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan

4 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index