By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Rendahnya Kemampuan Bahasa Inggris di Indonesia, Alarm Bagi Generasi Muda
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Rendahnya Kemampuan Bahasa Inggris di Indonesia, Alarm Bagi Generasi Muda

Terkini

Rendahnya Kemampuan Bahasa Inggris di Indonesia, Alarm Bagi Generasi Muda

Jack
By
Jack
12 months ago
Share
5 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Indonesia hanya menempati peringkat 79 dari 130 negara dalam kemampuan bahasa Inggris, berdasarkan hasil riset terbaru dari English Proficiency Index (EPI). Posisi ini tergolong rendah, bahkan jauh tertinggal dari negara-negara Asia Tenggara lain seperti Singapura yang berada di peringkat 2 dunia, dan Malaysia di peringkat 25.

Contents
Mengapa Bahasa Inggris Begitu Penting?Dampak Rendahnya Peringkat IndonesiaStrategi Belajar Bahasa Inggris untuk Anak MudaSaatnya Anak Muda Indonesia BangkitKesimpulan: Bahasa Inggris Bukan Pilihan, Tapi Keharusan

Fenomena rendahnya kemampuan bahasa Inggris di Indonesia menimbulkan kekhawatiran serius, terutama bagi calon generasi emas Indonesia. Pasalnya, di era globalisasi seperti sekarang, bahasa Inggris menjadi keterampilan wajib untuk bersaing di dunia kerja internasional, pendidikan, dan ekonomi digital.

Ahli pengajaran bahasa Inggris, Adrian Permadi, menegaskan bahwa lemahnya penguasaan bahasa asing menjadi salah satu faktor penghambat pertumbuhan ekonomi dan kualitas tenaga kerja di Indonesia.

“Di era globalisasi, bahasa Inggris adalah gatekeeping skill. Tanpa kemampuan ini, generasi muda sulit bersaing di perusahaan multinasional atau mendapatkan pekerjaan dengan gaji tinggi,” kata Adrian dalam sebuah episode Podcast Suara Berkelas bersama Bilal Faranov.

Mengapa Bahasa Inggris Begitu Penting?

Di dunia kerja saat ini, banyak perusahaan besar terutama perusahaan multinasional seperti Big 4 (Deloitte, PwC, KPMG, EY) mewajibkan calon karyawannya mengikuti tes bahasa Inggris dalam proses rekrutmen. Kandidat dengan kemampuan bahasa Inggris yang rendah biasanya memiliki peluang lebih kecil diterima, bahkan jika kemampuan teknisnya baik.

Hal ini juga berpengaruh pada besaran gaji. Karyawan yang mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris umumnya lebih dipercaya untuk menangani klien internasional, proyek global, dan posisi strategis yang tentu saja menawarkan penghasilan lebih tinggi.

Rendahnya kemampuan bahasa Inggris juga berdampak pada akses pendidikan. Banyak program beasiswa ke luar negeri, seperti LPDP, mensyaratkan skor TOEFL atau IELTS tertentu. Tanpa persiapan bahasa Inggris yang baik, peluang emas ini sulit diraih.

Dampak Rendahnya Peringkat Indonesia

Peringkat 79 dari 130 negara jelas menjadi alarm bagi Indonesia. Posisi ini menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan berbahasa Inggris masyarakat Indonesia berada di bawah standar internasional. Jika tidak segera diperbaiki, Indonesia berisiko kehilangan daya saing global.

Sementara itu, negara tetangga sudah jauh melangkah. Singapura dan Malaysia, misalnya, sudah berhasil memposisikan diri sebagai pusat bisnis internasional di Asia karena mayoritas tenaga kerjanya fasih berbahasa Inggris. Indonesia pun perlu menyusul jika ingin generasi mudanya benar-benar siap menjadi generasi emas pada 2045.

Baca Juga :

Serukan Cegah Eskalasi Demi Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Fransiskus: Tiada Lagi Perang
JEPARA ON AIR! Nada & Iklila Anchor Queen SMPN 2 Bangsri

Strategi Belajar Bahasa Inggris untuk Anak Muda

Belajar bahasa Inggris.

Menurut Adrian, ada tiga strategi penting yang bisa diterapkan anak muda Indonesia untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris secara otodidak:

1. Ubah Mindset: Hilangkan Rasa Takut

Banyak orang Indonesia merasa malu atau takut salah ketika mencoba berbicara bahasa Inggris. Padahal, proses belajar memang penuh dengan kesalahan. Adrian menyarankan untuk membuang rasa takut ini dan menganggap belajar bahasa Inggris sebagai perjalanan, bukan beban.

2. Praktikkan dalam Kehidupan Sehari-hari

Bahasa adalah keterampilan yang harus digunakan. Jadikan bahasa Inggris bagian dari keseharian—mulai dari menulis jurnal harian, berbicara dengan teman, atau menonton film tanpa subtitle. Semakin sering digunakan, kemampuan berbahasa akan meningkat secara alami.

3. Manfaatkan Teknologi

Kemajuan teknologi mempermudah belajar bahasa Inggris. Aplikasi seperti Duolingo, ELSA Speak, atau Grammarly bisa membantu belajar secara mandiri dan terstruktur. Jika memiliki budget lebih, mengikuti kursus bahasa Inggris juga bisa mempercepat progres.

Saatnya Anak Muda Indonesia Bangkit

Rendahnya peringkat bahasa Inggris Indonesia seharusnya tidak hanya menjadi bahan kekhawatiran, tetapi juga menjadi motivasi bagi generasi muda untuk lebih serius mempelajarinya.

Dengan kemampuan bahasa Inggris yang baik, peluang karier di perusahaan global, akses pendidikan internasional, hingga kesempatan menjadi bagian dari ekonomi digital dunia akan terbuka lebar.

Generasi emas Indonesia 2045 tidak hanya membutuhkan anak muda yang cerdas secara akademik, tetapi juga mampu bersaing di panggung internasional. Bahasa Inggris adalah salah satu kunci untuk membuka pintu tersebut.

Kesimpulan: Bahasa Inggris Bukan Pilihan, Tapi Keharusan

Bahasa Inggris kini bukan lagi keahlian tambahan, melainkan keharusan. Dengan menguasai bahasa internasional ini, anak muda Indonesia bisa meraih mimpi yang lebih tinggi, mendapatkan penghasilan lebih baik, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Jangan biarkan peringkat rendah Indonesia di EPI menjadi permanen. Saatnya kita buktikan bahwa generasi muda Indonesia bisa bangkit dan berbicara di panggung dunia.***

You Might Also Like

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Bola “Meriam” dan Rahasia Banjir Gol di Piala Dunia 2026
Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat
Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur
TAGGED:Bahasa InggrisGenerasi muda
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article FOMO, Flexing, dan Dampak Media Sosial pada Kesehatan Mental Anak Muda
Next Article BREAKING NEWS! Beasiswa Unggulan Kemendikbudristek 2025 Resmi Dibuka: Kesempatan Emas Talenta Berprestasi!
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival

15 hours ago
Pildun 2026Terkini

Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

17 hours ago
Pildun 2026Terkini

Belgia Terancam Pulang Lagi, Iran Bikin Kejutan! Grup G Piala Dunia Makin Brutal

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Cape Verde Tinggal Selangkah Ukir Sejarah ke Babak Gugur Piala Dunia

2 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index