By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Rencana Pembangunan Food Estate di Kepulauan Seribu Dinilai Rentan bagi Pulau Kecil
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Rencana Pembangunan Food Estate di Kepulauan Seribu Dinilai Rentan bagi Pulau Kecil

Terkini

Rencana Pembangunan Food Estate di Kepulauan Seribu Dinilai Rentan bagi Pulau Kecil

Natio
By
Natio
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Follow:
1 year ago
Share
5 Min Read
SHARE

Pengamat Manajemen Kebijakan Publik dari Yayasan Penelitian, Pendidikan dan Bantuan Hukum (YPPBH) Imam Rozikin menilai rencana pembangunan lumbung pangan atau food estate di Kepulauan Seribu oleh Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono masih memunculkan tantangan.

Dilansir dari laman Masterplan Desa, Food Estate diartikan sebagai konsep pengembangan pertanian yang bertujuan meningkatkan produksi pangan nasional dan swasembada pangan. Konsep ini dikelola langsung oleh pemerintah dan investor swasta melalui pertimbangan yang sangat matang.

Tujuannya tidak lain untuk meningkatkan produksi pangan dan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Konsep ini juga dapat mengurangi ketergantungan impor pangan yang masif.

Dalam diskusi tentang Rencana pembangunan food estate pada pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2024 Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu tanggal 19 Maret 2024, secara garis besar, rencana pengembangan lumbung pangan itu mulai tahun 2025.

Tujuannya adalah menjamin ketahanan pangan wilayah Jakarta pada masa mendatang. Selain itu, adanya food estate diharapkan dapat memberikan dampak positif untuk pendapatan asli daerah (PAD) da memaksimalkan potensi sumber daya alam yang tersedia.

Imam Rozikin menilai rencana tersebut masih memunculkan sejumlah tantangan, salah satunya seperti yang diungkapkan Indonesian Center for Environmental Law (ICEL). ICEL menyebut proyek tersebut berpotensi meningkatkan kerentanan pulau-pulau kecil di Kabupaten Kepulauan Seribu.

Baca juga: Usai Tahun 2020, Raffi Ahmad Kembali Dituding Lakukan Pencucian Uang

Selain itu, Pulau Seribu juga dinilai masih memiliki sejumlah masalah mendasar, di antaranya pencemaran laut, kerusakan ekosistem terumbu karang, dan konflik agraria. Sehingga, ICEL mempertanyakan urgensi wacana food estate tersebut.

Pj Gubernur saat ini hanya menegaskan bahwa rencana tersebut sudah mulai didiskusikan bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Sementara, lokasi food estate di Kepulauan Seribu masih belum ditentukan.

Baca Juga :

Apakah Hari Kebangkitan Nasional Libur? Ini Faktanya
Gaya Hidup Sehat Makin Ngehits di Kalangan Anak Muda, Ini Rahasianya!

Pemprov DKI Jakarta akan melakukan kajian terlebih dahulu untuk memilih lokasi yang tepat. Di samping itu, jenis komoditas yang akan ditanam kemungkinan besar akan fokus pada komoditas pangan yang tahan air laut dan memiliki nilai ekonomi tinggi, seperti rumput laut, ikan, udang, kepiting, kerang.

Lebih lanjut Imam Rozikin mengatakan, pada dasarnya proyek food estate tidak hanya dapat dilihat dari perspektif ekonomi semata. Proyek food estate merupakan suatu keniscayaan yang perlu dipikirkan dan disiapkan bersama, khususnya menghadapi tantangan krisis pangan yang melanda sebagian wilayah dunia akhir-akhir ini dan menjadi ancaman di waktu yang akan datang.

Proyek blue economy sebagai grand design dari program pengembangan produksi di sektor kelautan dan kemaritiman pada dasarnya menjadi perhatian bagi negara-negara besar, seperti Uni Eropa, Amerika Serikat dan China.

“Keniscayaan tentang proyek pangan yang terbarukan setidaknya perlu sejumlah best practice di negara lain, seperti program Blue Growth yang dikembangkan oleh European Economic Area dan Norwegia,” ujar Imam Rozikin.

Imam menambahkan program Blue Growth mendukung kerja sama bisnis, inovasi dan daya saing di sektor kelautan dan kemaritiman (marine and maritime sector) (Gnamus, 2019). Sejak 2012, program tersebut telah berkontribusi setidaknya pada tiga aspek, yakni pertumbuhan inklusif, pertumbuhan produksi perikanan, dan pertumbuhan produksi akuakultur.

12Next Page

You Might Also Like

Jakarta Darurat Judol. Ribuan Warga Pilih Jalan Spekulasi demi Bertahan Hidup
LRT Velodrome–Manggarai Segera Beroperasi, Tapi Siapkah Manggarai Tampung Lonjakan Penumpang
PT Timah Bantu Bangun Sumur Bor, SMPN 3 Simpang Katis Segera Nikmati Akses Air Bersih
Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!
Share This Article
Facebook Email Print
Share
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Follow:
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Previous Article Usai Tahun 2020, Raffi Ahmad Kembali Dituding Lakukan Pencucian Uang
Next Article Sikap Muhadjir saat Dipanggil MK di Sidang Sengketa Pilpres 2024 hingga Respon Istana
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Hadapi Musim Kemarau, Pemerintah Pastikan Stok Pangan Nasional Tetap Aman

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Argentina Terlalu Tangguh untuk Swiss, Jadi Penyelamat Amerika Latin di Piala Dunia 2026

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal

2 days ago
Internasional

Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia

4 days ago
Internasional

Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan

4 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index