By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Respons Kepala BGN Tegaskan Prioritas ASI & Batasi Opsi Susu Formula di Program MBG
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Respons Kepala BGN Tegaskan Prioritas ASI & Batasi Opsi Susu Formula di Program MBG

MBG

Respons Kepala BGN Tegaskan Prioritas ASI & Batasi Opsi Susu Formula di Program MBG

Adrian
By
Adrian
1 month ago
Share
5 Min Read
Foto : Kepala BGN, Dadan Hindayana (Sumber : bgn.go.id)
Foto : Kepala BGN, Dadan Hindayana (Sumber : bgn.go.id)
SHARE

Inversi Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya memberikan klarifikasi resmi menanggapi surat terbuka yang dilayangkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) terkait teknis pemberian susu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Polemik ini sempat mencuat ke publik setelah adanya kekhawatiran mengenai penggunaan susu formula sebagai komponen intervensi gizi bagi anak-anak.

Contents
Penegasan Batasan Opsi SusuMenanggapi Rekomendasi IDAIFokus pada Kesejahteraan Ibu dan Anak

Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, dengan tegas menyatakan bahwa BGN tidak pernah memiliki kebijakan untuk membuka opsi penyediaan susu formula bayi (tahap 1). Langkah ini diambil sebagai bentuk kepatuhan terhadap prinsip perlindungan anak dan komitmen untuk senantiasa mengutamakan pemberian Air Susu Ibu (ASI) bagi bayi baru lahir hingga usia enam bulan.

Penegasan Batasan Opsi Susu

Dalam keterangannya pada Kamis (21/5/2026), Dadan meminta masyarakat untuk mencermati regulasi yang diterapkan oleh BGN dengan lebih saksama. Ia menjelaskan bahwa opsi pemberian susu yang disediakan oleh BGN sangat terbatas dan disesuaikan dengan tahapan usia anak untuk memastikan tumbuh kembang yang optimal.

“BGN sama sekali tidak membuka opsi untuk susu formula bayi bagi kelompok usia 0–6 bulan. Kami sangat menjunjung tinggi pentingnya ASI sebagai nutrisi utama. Opsi yang kami sediakan terbatas pada Formula Lanjutan dan Formula Pertumbuhan, itu pun hanya dalam kondisi khusus,” tegas Dadan.

BGN membagi klasifikasi produk susu yang disediakan sebagai berikut:

  1. Formula Lanjutan (Tahap 2): Diperuntukkan bagi bayi berusia 6–12 bulan sebagai pelengkap nutrisi seiring dengan dimulainya pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI). Produk ini diformulasikan dengan tambahan protein, kalsium, dan zat besi untuk mendukung transisi nutrisi bayi.
  2. Formula Pertumbuhan (Tahap 3 dan seterusnya): Diperuntukkan bagi balita berusia 1 hingga 3 tahun atau lebih. Produk ini berfungsi sebagai nutrisi pendukung untuk memenuhi kebutuhan energi anak di masa pertumbuhan aktif.

Dadan memastikan bahwa pemberian produk tersebut tidak dilakukan secara sembarangan. Setiap intervensi nutrisi harus melalui prosedur diagnosis yang ketat di lapangan.

“Pemberian ini hanya dilakukan berdasarkan kebutuhan medis dan atas rekomendasi ahli gizi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), atau minimal melalui konsultasi dengan bidan maupun puskesmas setempat jika ASI dianggap belum mencukupi untuk mendukung pertumbuhan anak,” jelasnya.

Menanggapi Rekomendasi IDAI

Sebelumnya, IDAI telah melayangkan surat terbuka kepada jajaran pimpinan BGN, termasuk Dadan Hindayana serta para Wakil Ketua BGN, yaitu Nanik S. Deyang, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung. Dalam surat tersebut, IDAI memberikan empat rekomendasi krusial agar pelaksanaan program MBG tetap berjalan dalam koridor medis yang aman:

  • Harmonisasi Kebijakan: Mendorong sinkronisasi kebijakan antara BGN dengan Kementerian Kesehatan RI agar tidak terjadi tumpang tindih regulasi.
  • Indikasi Medis: Menekankan bahwa peruntukan susu formula harus murni berdasarkan rekomendasi dokter dan indikasi medis yang jelas.
  • Kemandirian Pangan Lokal: Mendorong BGN untuk lebih memprioritaskan pangan lokal yang bergizi dan mudah diakses daripada bergantung pada produk olahan industri.
  • Sinkronisasi Petunjuk Teknis: Melakukan telaah ulang terhadap petunjuk teknis intervensi gizi nasional agar selaras dengan Undang-Undang No. 17 Tahun 2023, Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2024 tentang Kesehatan, pedoman gizi Kemenkes, serta Kode Internasional WHO mengenai pemasaran produk pengganti ASI.

Fokus pada Kesejahteraan Ibu dan Anak

Untuk kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita, BGN berkomitmen untuk terus menyempurnakan pendekatan nutrisi berbasis diagnosis lapangan.

Baca Juga :

Fakta-Fakta Pembunuhan Pengusaha Tembaga Boyolali, Pelaku Teman Dekat Korban
Wednesday Season 2′ Comeback Lebih Gelap & Misterius! Trailer Bikin Merinding!

Dadan menekankan bahwa BGN akan terus melakukan evaluasi dan terbuka terhadap kritik maupun saran dari para ahli, termasuk IDAI, guna memastikan program ini benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi kesehatan generasi penerus bangsa.

Langkah sinkronisasi ini dipandang sebagai upaya positif agar program Makan Bergizi Gratis tidak hanya sukses secara kuantitas penerima manfaat, tetapi juga kredibel secara saintifik dan medis.

Pemerintah berharap klarifikasi ini dapat meredakan kekhawatiran publik sekaligus memastikan bahwa fokus utama kebijakan nutrisi tetap berpihak pada pemberian ASI bagi bayi, serta dukungan nutrisi yang tepat bagi balita sesuai tahapan pertumbuhannya.

Dengan kolaborasi yang baik antara lembaga negara dan para praktisi kesehatan, diharapkan program MBG mampu menjadi pilar utama dalam pencegahan stunting dan perbaikan kualitas gizi masyarakat di seluruh Indonesia.

You Might Also Like

Audiensi Mahasiswa di DPR, Dasco Sambungkan Langsung Aspirasi ke Bahlil dan Kepala BGN
Tolak Penunggangan Politik, BEM Bersatu Ungkap Dugaan Aktor di Balik Aksi Anti-MBG
Fokus pada Ibu Hamil dan Balita, BGN Pangkas 8 Juta Penerima Makan Bergizi Gratis
BGN Siapkan Evaluasi Besar-besaran MBG, Insentif Dapur Akan Dirombak
BGN Larang Pegawainya Miliki Dapur MBG, Agustina: Hindari Konflik Kepentingan
TAGGED:ASIBatasiBGNKepala BGNMBGPrioritasResponsTegaskan
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Foto : Program Makan Bergizi Gratis (MBG) (Sumber : www.bgn.go.id) Program MBG, Polsek Baros Gelar Dialog Aspirasi Bersama Warga Sudajaya
Next Article Foto : Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi memulai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2025 (Sumber : www.bgn.go.id) Dukung Penuh Program MBG, KPK Soroti Kerentanan Tata Kelola BGN
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

EkonomiMBG

Baru Sepekan Bicara Bongkar Gurita MBG, Orang Kepercayaan Sony Langsung Jadi Tersangka

2 weeks ago
EkonomiTerkini

Fakta Mengejutkan! MBG Hidupkan UMKM, Tapi Dirusak Korupsi Pejabat

2 weeks ago
Presiden Prabowo Subianto melantik empat pejabat negara baru di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 8 Juni 2026. (Foto: Dok. Youtube Sekretariat Presiden)
PolitikTerkini

Presiden Prabowo Lantik Empat Pejabat Negara Baru di Istana Negara

2 weeks ago
Kejagung menetapkan mantan Kepala BGN Dadan Hindayana bersama mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi, (4/6/2026). (Foto: Generated AI/Kejaksaan RI)
Terkini

Dadan Cs Jadi Tersangka, Kejagung Ungkap Dugaan Terafiliasi Yayasan SPPG Hingga Markup Motor Listrik, Sepatu, dan Tablet

3 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index