Hai Inversi! Kabupaten Purbalingga lagi jadi sorotan, nih! Soalnya, daerah ini resmi jadi tuan rumah Lomba Mata Pelajaran dan Seni Islam (MAPSI) ke-26 tingkat SD se-Jawa Tengah.
Ajang keren ini berlangsung selama tiga hari di Kampus 2 UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (Saizu) dan diikuti ribuan pelajar dari 35 kabupaten/kota.
Bukan main, ada 1.141 peserta yang ikut berkompetisi di 13 kategori lomba, mulai dari tilawah, kaligrafi, hingga cabang seni Islami yang lain. Energi positifnya terasa banget semangat muda, penuh iman, dan kompetitif!
Tema Keren: Bersinergi Menuju Indonesia Emas 2045
Ketua KKG PAI Jawa Tengah, Rohani, menjelaskan kalau tema tahun ini adalah “Bersinergi Meraih Prestasi Menuju Indonesia Emas 2045.”
Tema ini menggambarkan semangat kolaborasi antar siswa, guru, dan lembaga pendidikan buat membentuk generasi islami yang cerdas dan berkarakter.
Artinya, ajang ini bukan cuma lomba-lomba seru, tapi juga langkah nyata untuk menyiapkan masa depan anak muda Indonesia yang berprestasi dan berakhlak mulia.
Pembukaan MAPSI ke-26 dihadiri oleh pejabat Pemprov Jateng, Pemkab Purbalingga, Kemenag, serta Forkopimda. Dalam sambutannya, Agung Widiarto, Staf Ahli Bupati Purbalingga, menyampaikan rasa bangganya karena Purbalingga dipercaya jadi tuan rumah.
“Ajang ini adalah wadah untuk menggali talenta anak-anak Islami sejak dini. Nilai-nilai agama yang ditanamkan di sini akan jadi pondasi menuju Indonesia Emas,” ujarnya penuh semangat.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Jateng Saiful Mujab, menekankan kalau MAPSI bukan cuma soal menang atau kalah, tapi juga soal pembelajaran iman dan karakter. “Dari ajang seperti inilah tumbuh semangat mencintai pendidikan agama Islam,” tegasnya.
Sinergi Pendidikan dan Spirit Kebersamaan
Menurut Nasikin, Kabid Ketenagakerjaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, MAPSI adalah momentum untuk memperkuat karakter siswa dan mempererat hubungan antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat.
Ia berharap kegiatan ini berjalan lancar dan melahirkan generasi muda yang bukan cuma pintar, tapi juga berakhlak mulia. Selain itu, ajang ini juga jadi ajang silaturahmi besar-besaran antar siswa dan guru PAI dari seluruh Jawa Tengah. Bisa dibilang, ini bukan sekadar kompetisi, tapi juga festival semangat kebersamaan dan keimanan.
Semua lomba dipusatkan di UIN Saizu Kampus 2, yang disulap jadi arena penuh semangat dan kreativitas. Panitia juga menyiapkan fasilitas terbaik biar peserta nyaman selama kompetisi.
Mulai dari pelayanan, keamanan, sampai dukungan logistik, semuanya dikemas profesional. MAPSI ke-26 ini diharapkan bisa jadi ajang untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah antar pelajar SD se-Jawa Tengah.
Lewat kegiatan ini, Purbalingga gak cuma jadi tuan rumah, tapi juga jadi simbol semangat kolaborasi dan keberagaman yang menginspirasi.
Generasi Hebat, Indonesia Kuat
Ajang ini bukan sekadar lomba, tapi panggung pembuktian bahwa anak-anak muda Indonesia siap menatap masa depan dengan nilai iman dan prestasi.
Dari Purbalingga, semangat “Bersinergi Meraih Prestasi” menggema ke seluruh penjuru Jawa Tengah membawa pesan bahwa masa depan Indonesia Emas 2045 dimulai dari generasi muda yang cerdas, beriman, dan berakhlak.