INVERSI.ID – Sahdan Arya Maulana, gen z yang mahasiswa muda berusia 19 tahun, kini menjadi sorotan karena terpilih sebagai Ketua RT termuda di Jakarta Utara. Kiprah inspiratif mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) ini menuai pujian, setelah aksinya memperbaiki jalan rusak di lingkungannya viral di media sosial. Berbekal tekad kuat untuk mengabdi, Sahdan Arya menunjukkan bahwa anak muda pun bisa membawa perubahan nyata bagi masyarakat.
Baru dua bulan menjabat sebagai Ketua RT 007 RW 008, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Sahdan Arya Maulana langsung bergerak cepat menjawab keluhan warga. Warga menilai pemuda ini tidak hanya sigap, tetapi juga berani mengambil keputusan untuk kebaikan lingkungan.
Ketua RT muda Jakarta Utara ini mendapat banyak apresiasi berkat inisiatifnya memperbaiki jalan perumahan sepanjang 100 meter yang sebelumnya rusak parah akibat truk terguling. Aksi gotong royong yang dipimpinnya ini bukan hanya memperbaiki jalan, tetapi juga menjadi upaya mencegah banjir yang kerap melanda wilayah mereka saat hujan deras.
Ketua RT Termuda di Jakarta Utara dengan Semangat Pengabdian
Di usia 19 tahun, Sahdan Arya menjadi Ketua RT termuda yang berhasil membawa warna baru dalam kepemimpinan lingkungan. Saat ditemui di lokasi pada Minggu (13/7), ia menceritakan bahwa sejak awal sudah memiliki program kerja prioritas, salah satunya pembangunan jalan perumahan.
“Awalnya memang sudah ada rencana pengecoran jalan bulan depan. Tapi karena waktu itu ada kejadian truk terguling dan jalan makin hancur, akhirnya saya putuskan malam itu juga untuk langsung diperbaiki,” ujarnya.
Tanpa menunggu lama, Sahdan bersama warga mengadakan musyawarah kecil, lalu mendatangkan truk molen dan semen untuk mengecor jalan. Pengerjaan dilakukan secara gotong royong dan selesai dalam dua hari.
Perbaikan Jalan dengan Dana Swadaya dan Transparansi Anggaran
Perbaikan jalan sepanjang 100 meter ini menelan biaya sekitar Rp20 juta. Menariknya, Sahdan dan pengurus RT lainnya memilih mengalihkan seluruh biaya operasional (BOP) RT selama dua bulan untuk proyek pembangunan ini. Selain itu, mereka juga menggalang dana swadaya dari warga.
“Biaya yang kita pakai sebagian besar dari BOP dua bulan yang memang belum pernah kita ambil, ditambah sumbangan warga. Jadi semuanya transparan dan kembali ke warga,” jelas Sahdan.
Transparansi anggaran yang diterapkan Sahdan dan pengurus RT lainnya mendapat apresiasi warga. Hal ini membuktikan bahwa kepemimpinan anak muda pun bisa profesional, jujur, dan amanah.
Upaya Mencegah Banjir dan Membangun Solidaritas Warga
Selain memperbaiki akses jalan, pengecoran ini juga menjadi bagian dari strategi mencegah banjir. Pasalnya, di belakang pemukiman terdapat aliran kali yang kerap meluap ketika hujan deras. Dengan memperbaiki infrastruktur jalan, aliran air lebih terkendali dan lingkungan lebih aman bagi warga.
“Kita ingin jadi manusia yang bermanfaat untuk wilayah. Karena kita lahir, besar di sini, kita harus berkontribusi,” tutur Sahdan dengan penuh semangat.
Langkah nyata ini juga membangkitkan kembali semangat gotong royong warga yang sempat pudar. Banyak warga merasa lebih kompak setelah ikut serta dalam kerja bakti memperbaiki jalan.
Rekrut Teman Sebaya Jadi Pengurus RT
Dalam menjalankan tugasnya, Sahdan tidak sendirian. Ia menggandeng dua rekan sebayanya untuk bergabung sebagai pengurus RT. Vemmas Wahyu Rianto (20) dipercaya sebagai Sekretaris, sedangkan Riski Saputra (20) menjabat Bendahara.
Langkah ini menunjukkan komitmen Sahdan untuk memberi kesempatan bagi generasi muda berkontribusi di lingkup sosial. Dengan energi dan semangat muda, mereka berharap dapat terus membawa perubahan positif bagi lingkungan.
“Kami ingin menunjukkan kalau anak muda juga bisa memimpin dan membawa perubahan. Semoga apa yang kami lakukan ini bisa jadi inspirasi buat yang lain,” ucapnya.
Respon Warga dan Harapan ke Depan
Banyak warga memberikan apresiasi atas langkah-langkah cepat dan nyata yang dilakukan Sahdan. Mereka berharap kepemimpinan yang muda, enerjik, dan transparan seperti ini bisa terus dipertahankan.
“Jarang ada anak muda yang mau terjun langsung seperti dia. Biasanya orang tua. Kami senang punya Ketua RT yang peduli,” ujar salah satu warga.
Ke depan, Sahdan memiliki beberapa rencana lain untuk meningkatkan kualitas lingkungan, mulai dari pengelolaan sampah hingga program pemberdayaan ekonomi kecil warga.
Mahasiswa Muda, Inspirasi Besar
Kiprah Sahdan Arya Maulana membuktikan bahwa usia muda bukan penghalang untuk mengabdi pada masyarakat. Justru dengan semangat, energi, dan ide-ide segar, generasi muda bisa membawa perubahan nyata di sekitar mereka.
Sebagai mahasiswa semester lima di UMJ, Sahdan juga ingin menunjukkan bahwa pendidikan dan pengabdian bisa berjalan beriringan. Kehadirannya di tengah masyarakat memberikan inspirasi baru bagi banyak anak muda di Jakarta Utara dan sekitarnya.