INVERSI.ID – Ketua RT Gen Z kembali menjadi sorotan setelah Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, secara resmi memanggil dan memberi penghargaan kepada Sahdan Arya Maulana bersama dua rekannya. Sahdan, pemuda 19 tahun yang kini menjabat Ketua RT 007 RW 08 Kelurahan Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara, dinilai sebagai sosok muda yang inspiratif karena kiprahnya di lingkungan masyarakat.
Sahdan tidak datang sendiri. Ia didampingi dua pengurus RT lainnya yang juga masih muda: Riski Saputra (21) dan Vemmas Wahyu Rianto (20). Ketiganya hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara pada Senin, 14 Juli 2025, untuk menerima apresiasi langsung dari Hendra.
“Salut saya, hormat saya untuk Pak RT dan seluruh jajarannya. Saya tidak memanggil nama atau mas, tapi Pak RT, Pak Arya,” kata Hendra saat menerima kedatangan mereka.
Hendra menegaskan bahwa sosok Sahdan dan rekannya patut dijadikan contoh bagi generasi muda lainnya, terutama generasi Z, karena mau meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk lingkungan di tengah kesibukan pribadi mereka.
Wali Kota: Pemuda Seperti Ini Patut Diapresiasi
Menurut Hendra, pengabdian yang dilakukan oleh Sahdan dan timnya adalah hal yang luar biasa. Pasalnya, di usianya yang masih sangat muda, Sahdan mampu mengemban amanah sebagai pemimpin di tingkat lingkungan. Terlebih, ia harus membagi waktu antara kuliah dan mengurus warganya.
“Bagi saya, orang yang mau menjadi pengurus RT, RW, atau tokoh masyarakat yang mau mengurusi warga dan lingkungannya patut diapresiasi setinggi-tingginya. Ini bukan hal yang mudah,” ungkap Hendra di hadapan awak media.
Hendra berharap kiprah Sahdan bisa menjadi inspirasi bagi pemuda di wilayah lain. Ia juga menegaskan pentingnya mendorong generasi muda untuk lebih aktif berkontribusi di lingkungan mereka masing-masing.
“Semoga semakin banyak anak muda seperti Sahdan yang berani mengambil peran dan tanggung jawab di masyarakat,” lanjutnya.
Disambut Hangat, Sahdan Ajak Gen Z Berani Ambil Peran
Sementara itu, Sahdan mengaku sangat tersanjung dengan apresiasi yang diberikan oleh Wali Kota. Ia mengatakan, sambutan hangat yang ia terima membuktikan bahwa masih banyak pihak yang percaya pada kemampuan generasi muda untuk membawa perubahan.
“Pak Wali senang banget karena baru pertama kali ada anak muda yang maju jadi Ketua RT. Pak Wali sangat apresiasi sekali,” ucap Sahdan.
Dalam kesempatan itu, Sahdan juga menyampaikan pesan untuk generasi Z agar tidak minder dan tetap semangat mengambil peran dalam masyarakat. “Kita tidak perlu mendengar omongan yang mengatakan Gen Z tidak bisa apa-apa. Maju terus saja dan lakukan yang terbaik,” tambahnya.
Viral di Media Sosial Berkat Aksi Nyata
Nama Sahdan sendiri mulai dikenal publik setelah kisahnya viral di media sosial. Ia menjadi inisiator pembangunan jalan di lingkungan permukimannya dengan memanfaatkan dana swadaya masyarakat. Jalan yang sebelumnya rusak kini sudah bisa digunakan kembali, berkat gotong royong warga di bawah kepemimpinannya.
Aksi nyata ini membuat banyak orang terkejut, sebab tidak banyak pemuda seusia Sahdan yang memilih jalan pengabdian seperti ini. Keberhasilannya memimpin juga membuktikan bahwa generasi muda tidak kalah dengan generasi sebelumnya dalam hal kepemimpinan dan dedikasi.
Meski sempat diremehkan karena usianya, Sahdan tetap maju dan memenangkan pemilihan Ketua RT secara demokratis. Ia berhasil meraih suara terbanyak, menyingkirkan kandidat lain yang lebih tua darinya.
Gen Z: Dari Rebahan Jadi Pemimpin Lingkungan
Fenomena Sahdan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa generasi Z tak hanya identik dengan media sosial, budaya rebahan, dan sifat konsumtif. Banyak dari mereka yang sebenarnya punya potensi besar untuk menjadi pemimpin masa depan jika diberi kesempatan.
Keberanian Sahdan untuk terjun langsung membuktikan bahwa siapa pun bisa memberi dampak bagi lingkungan, tanpa perlu menunggu “mapan” atau “tua”. Kuncinya adalah mau bergerak, konsisten, dan tidak takut pada pandangan negatif orang lain.
Inspirasi untuk Pemuda Lain
Selain mendapat apresiasi dari Wali Kota Jakarta Utara, kinerja Sahdan juga mendapat pujian dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Kisah Sahdan adalah contoh nyata bahwa kontribusi besar bisa dimulai dari hal kecil dan lingkungan terdekat. Apalagi, tantangan lingkungan di perkotaan seperti Jakarta tidak sedikit: mulai dari masalah kebersihan, infrastruktur, hingga solidaritas sosial yang kian luntur.
Melalui aksi dan kepemimpinannya, Sahdan berhasil mengajak warganya kembali aktif bergotong royong, sebuah nilai luhur yang kini mulai pudar di tengah masyarakat urban. Ia juga memberi pesan moral bahwa pemimpin bukan hanya tentang status, tetapi soal keberanian melayani.
Semoga lebih banyak pemuda Indonesia yang terinspirasi oleh langkah Sahdan dan berani mengambil peran untuk kemajuan lingkungannya.