Halo Inversi! Kota Salatiga baru saja menegaskan komitmennya untuk melawan joblessness di kalangan muda dan men-dongkrak ekonomi inklusif. Penganugerahan Penumbuhan Wirausaha Muda 2025, yang digelar meriah di Rumah Dinas Wali Kota, Rabu (05/11/2025), menjadi puncak dari upaya kolaboratif Pemkot dalam mencetak generasi yang BEDA (Bergerak, Energik, Dinamis, dan Adaptif).
Acara penuh semangat yang dihadiri oleh Wali Kota Robby Hernawan, Ketua DPRD, jajaran Forkopimda, hingga tokoh pemuda, diawali dengan penampilan Tari Kreasi Daerah dan musik rebana, menandai semangat baru para entrepreneur muda.
SCOUTING HACKS: MENGUBAH PENGANGGURAN JADI STARTUP
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Salatiga, Budi Prasetiyono, menjelaskan bahwa program ini adalah intervensi strategis yang sangat dibutuhkan.
“Dari 44.666 pemuda usia produktif di Salatiga, ada 6.319 yang masih menganggur. Mereka inilah yang kami dorong untuk bangkit menjadi pelaku usaha muda,” ungkap Budi.
Program unggulan, JARKOM MABAR (Jaringan Komunitas Mahasiswa dan Anak Muda Berwirausaha Rintisan Startup), dirancang untuk mengubah angka statistik tersebut melalui fase inkubasi bisnis yang serius.
PENTAHALIX VIBES: INKUBASI DAN SKILL AI
Proses mencetak Juragan BEDA ini tidak main-main. Selama tujuh bulan, para peserta mengikuti proses seleksi ketat berbasis kolaborasi Pentahelix (akademisi, bisnis, masyarakat, pemerintah, dan media).
Dari 100 pendaftar online, tersaring 30 wirausaha muda terbaik yang berhak mendapat pelatihan intensif. Materi pelatihannya sangat relevan dengan kebutuhan pasar global: Inovasi Produk, Manajemen Keuangan, Digital Marketing, hingga pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI).
Sebagai hasil akhir dari bootcamp ini, 10 peserta terbaik menerima penghargaan dan bantuan modal usaha masing-masing sebesar Rp10.000.000, yang diserahkan langsung oleh Wali Kota.
WALI KOTA: INOVASI ADALAH KUNCI LEVEL UP
Melalui sesi talkshow bertema “Menumbuhkan Jiwa Wirausaha, Menciptakan Generasi Mandiri,” Wali Kota Robby Hernawan menegaskan filosofi B.E.D.A adalah mindset yang harus dimiliki:
- Bergerak: Terus mencoba dan tidak takut gagal.
- Energik: Mengerjakan segala hal dengan semangat tinggi.
- Dinamis: Mampu menyesuaikan perubahan tren.
- Adaptif: Siap menghadapi tantangan lokal dan global.
Wali Kota juga menyoroti Inovasi sebagai kunci utama kemajuan daerah. “Tanpa inovasi, kita tidak akan maju. Program ini menjadi bukti bahwa anak muda Salatiga siap menumbuhkan ekonomi kreatif yang inklusif dan berdaya saing,” tegas Robby.
Pemkot juga berkomitmen menyediakan support system finansial, baik melalui kemitraan perbankan maupun program kreatif lain seperti KOMIK (Kolaborasi Milenial yang Kreatif).
Malam Penganugerahan ini adalah deklarasi bahwa Salatiga serius berinvestasi pada youth talent. Mereka sedang menciptakan super-generasi yang tidak hanya mandiri finansial, tetapi juga memiliki integritas dan skill setdigital untuk menjadi penentu kemajuan daerah.