By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Sejarah Hari Pendidikan Nasional yang Diperingati Setiap 2 Mei
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Sejarah Hari Pendidikan Nasional yang Diperingati Setiap 2 Mei

Terkini

Sejarah Hari Pendidikan Nasional yang Diperingati Setiap 2 Mei

Natio
By
Natio
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Follow:
1 year ago
Share
3 Min Read
SHARE

Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) diperingati setiap tanggal 2 Mei. Penetapan Hardiknas didasari oleh Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 yang dikeluarkan oleh Presiden Soekarno.

Meski Hardiknas bukan hari libur nasional, namun hari ini dianggap penting dan akan diisi dengan sejumlah agenda yang senantiasa digelar untuk memperingatinya setiap tahun.

Sejarah Hari Pendidikan Nasional

Berikut ini adalah rangkuman Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati setiap tanggal 2 Mei setiap tahunya, yakni hari yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia untuk memperingati salah satu pahlawan nasional Ki Hajar Dewantara.

Baca juga: Majukan Pendidikan Vokasi, Jokowi Beri Mobil Listrik ke SMK Rangas Mamuju

Ki Hajar Dewantara merupakan pelopor pendidikan di Indonesia, sekaligus pendiri lembaga pendidikan taman siswa.

Adapun Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Mei adalah hari kelahiran dari Ki Hajar Dewantara.

Sosok Ki Hajar Dewantara merupakan seorang yang terlahir dari keluarga berada pada saat era kolonial Belanda. Dirinya dikenal sebagai sosok yang berani karena mampu menentang kebijakan pendidikan Pemerintahan Hindia Belanda pada era kolonial.

Saat itu, Pemerintah Hindia Belanda memiliki kebijakan yang membuat hanya anak-anak kelahiran Belanda dan orang kaya saja yang dapat mengemban pendidikan.

Namun kebijakan tersebut kemudian ditentang oleh Ki Hajar Dewantara, para pemerintah kolonial Belanda membuat dirinya harus diasingkan ke Belanda.

Baca Juga :

Intelijen AS Sebut Iran Masih Simpan 70 Persen Kekuatan Rudal, Ketegangan Timur Tengah Belum Reda
6 Manfaat Buah Kemunting, Buah Beri Indonesia Mirip dengan Blueberry

Setelah lama menghabiskan waktu di pengasingan, dirinya pun membuat Taman Siswa, yakni lembaga pendidikan yang didirikan Yogyakarta pada 3 Juli 1922.

Dengan keberhasilannya dalam meningkatkan pendidikan di Indonesia, Ki Hajar Dewantara diangkat sebagai menteri pendidikan pada kemerdekaan Indonesia.

Ki Hajar Dewantara juga memiliki filosofi pendidikan di Indonesia, yakni Tut Wuri Handayani atau di belakangan memberi dorongan. Filosofi tersebut pun kemudian akhirnya digunakan sebagai semboyan dalam dunia pendidikan Indonesia.

Baca juga: Cara Menghindari Pergaulan Bebas dan Perbuatan Zina pada Remaja

Pada tanggal 26 April 1956, Ki Hajar Dewantara wafat dan kematiannya membawa rasa sedih yang mendalam bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dalam rangka menghormati jasa-jasannya dalam bidang pendidikan, pemerintah Indonesia pun menetapkan tanggal lahir dirinya sebagai Hari Pendidikan Nasional.

12Next Page

You Might Also Like

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Bola “Meriam” dan Rahasia Banjir Gol di Piala Dunia 2026
Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat
Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur
Share This Article
Facebook Email Print
Share
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Follow:
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Previous Article Irak U-23 Hadapi Banyak Kritik Jelang Jumpa Indonesia dalam Perebutan Peringkat Ketiga
Next Article Menerka Komposisi Kabinet Prabowo-Gibran hingga Posisi Menteri Dibanjiri Politisi
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival

21 hours ago
Pildun 2026Terkini

Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

22 hours ago
Pildun 2026Terkini

Belgia Terancam Pulang Lagi, Iran Bikin Kejutan! Grup G Piala Dunia Makin Brutal

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Cape Verde Tinggal Selangkah Ukir Sejarah ke Babak Gugur Piala Dunia

2 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index