Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan mendorong agar Sekolah Lansia tidak sekadar tempat belajar, tetapi juga pemantik semangat hidup para peserta yang diwisuda.
“Asal bukan mengejar gelar, tujuan utamanya meningkatkan kualitas hidup warga senior,” ujar Tomy Fudihartono, Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Kota Adm. Jakarta Selatan, di Jakarta, Kamis.
Bukan Sekadar Kelas, Tapi Ruang Kebersamaan
Tomy berharap para lansia bisa lebih sehat, aktif, dan bahagia, sekaligus punya ruang untuk berkumpul dengan rekan sebaya di lingkungan sekitar. Ia berterima kasih kepada para wisudawan yang dinilai telah menjadi teladan dan menyebarkan inspirasi.
“Dengan keaktifan para lansia di masyarakat, pelajaran hidup dan wawasan dari Sekolah Lansia bisa diturunkan ke generasi berikutnya,” tuturnya.
129 Wisudawan, Belajar 6–12 Bulan
Kepala Suku Dinas PPAPP Jakarta Selatan, Rizky Hamid, menyampaikan 129 wisudawan/wisudawati menuntaskan pendidikan non-formal ini dalam rentang enam bulan hingga satu tahun.
“Yang diwisuda hari ini ada tingkatan Standar (S1), Standar (S2), hingga Standar (S3), dengan durasi belajar berbeda,” jelasnya.
Didukung Perguruan Tinggi & Komunitas
Proses pembelajaran Sekolah Lansia melibatkan universitas-universitas di Jakarta, serta dukungan TP PKK, Ikatan Istri Dokter Indonesia, camat, lurah, dan unsur masyarakat lainnya.
Peserta—umumnya usia 60–80 tahun—mendapat materi kesehatan, keagamaan, dan sosial-budaya, sembari memperluas jejaring pertemanan agar hidup lebih bersemangat.
Rizky menambahkan, “Usai wisuda, semoga para lansia dapat beradaptasi positif dengan proses penuaan, sehingga menjalani masa tua yang berkualitas, aktif, dan produktif.”
Sebanyak 129 siswa dari Sekolah Lansia Pasar Minggu dan Sekolah Lansia Fatmawati mengikuti prosesi wisuda di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Kamis. Suasana hangat dan penuh apresiasi mewarnai perayaan capaian belajar para warga senior tersebut.