Inversi Pemerintah Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, resmi kembali memberlakukan sistem sekolah enam hari dalam satu minggu bagi peserta didik jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Kebijakan ini mulai diterapkan pada Senin, 26 Januari 2026, setelah sebelumnya sistem lima hari sekolah diberlakukan sejak 2023.
Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, usai menerima hasil evaluasi kebijakan pendidikan yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bukittinggi bersama tim kajian. Hasil evaluasi itu merekomendasikan agar pemerintah daerah kembali ke pola pembelajaran enam hari, yakni dari Senin hingga Sabtu.
“Setelah dilakukan evaluasi secara menyeluruh, kita memutuskan bahwa pelajar SD dan SMP di Bukittinggi kembali bersekolah selama enam hari dalam satu minggu, mulai Senin sampai Sabtu, dan akan dimulai pada Senin, 26 Januari 2026,” ujar Ramlan, Kamis (22/1).
Ramlan menjelaskan, kebijakan sekolah enam hari bertujuan untuk memaksimalkan waktu belajar anak-anak di lingkungan sekolah. Dengan durasi pembelajaran yang lebih merata, siswa diharapkan memperoleh waktu yang cukup untuk menerima materi pelajaran formal serta pembinaan karakter secara optimal.
Menurutnya, hasil evaluasi menunjukkan bahwa selama penerapan sekolah lima hari, sebagian peserta didik justru memiliki waktu luang yang terlalu besar di luar sekolah. Kondisi tersebut dinilai kurang produktif dan berpotensi berdampak pada pola perilaku anak.
“Berdasarkan evaluasi bersama, ditemukan bahwa anak-anak cenderung terlalu banyak bersantai dan bermain selama penerapan sekolah lima hari. Karena itu, kami menilai perlu ada penguatan kembali peran sekolah dalam membentuk kedisiplinan dan kebiasaan belajar,” kata Ramlan.
Selain aspek waktu belajar, Wali Kota menegaskan bahwa rapat evaluasi dan rencana kerja yang digelar Disdikbud merupakan bagian penting dari upaya memperkuat arah pembangunan sektor pendidikan dan kebudayaan di Kota Bukittinggi. Pendidikan, menurutnya, tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter, etika, dan kesiapan menghadapi tantangan zaman.
Ramlan juga menyoroti pentingnya ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai. Ia menilai fasilitas sekolah harus berkualitas, estetik, serta tertata dengan baik agar mampu menciptakan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan bagi peserta didik.
“Kami berharap sinergi antar satuan pendidikan semakin kuat dan kualitas layanan pendidikan terus meningkat. Tujuan akhirnya adalah mewujudkan Generasi Gemilang di Kota Bukittinggi, yakni generasi yang siap menghadapi tantangan disrupsi digital serta dinamika moral dan sosial dalam dunia pendidikan,” ungkapnya.
Dalam arahannya, Ramlan turut berpesan agar para guru tidak hanya menjalankan peran sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendidik yang memberikan keteladanan. Upaya preventif melalui penciptaan lingkungan sekolah yang bersih, aman, dan kondusif dinilai sangat penting dalam mendukung tumbuh kembang peserta didik.
Ia juga menekankan perlunya memperkuat komunikasi antara sekolah dan orang tua. Sinergi tersebut diharapkan dapat menciptakan keselarasan dalam pola pembinaan anak, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi, Albertiusman, menjelaskan bahwa rapat evaluasi tahun 2025 dan rapat kerja tahun 2026 digelar sebagai bagian dari upaya menjamin akuntabilitas pelaksanaan program dan kegiatan pendidikan. Selain itu, forum tersebut juga menjadi sarana penyusunan perencanaan yang lebih terarah dan selaras dengan prioritas pembangunan daerah.
“Rapat kerja ini menjadi forum evaluasi kinerja urusan pendidikan dan kebudayaan, sekaligus wadah konsolidasi untuk merumuskan kebijakan dan langkah perbaikan guna meningkatkan mutu layanan publik,” ujar Albertiusman.
Ia berharap, melalui kegiatan tersebut dapat tersusun gambaran capaian kinerja tahun 2025 secara komprehensif, teridentifikasi berbagai permasalahan strategis beserta alternatif solusinya, serta tersusun kerangka rencana kerja tahun 2026 yang lebih fokus dan berdampak nyata.
Selain membahas kebijakan dan perencanaan pendidikan, kegiatan tersebut juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada siswa berprestasi. Sebanyak 22 siswa menerima reward atas prestasi yang diraih di 12 cabang lomba dan kejuaraan, terdiri atas lima siswa berprestasi tingkat nasional dan tujuh siswa berprestasi tingkat provinsi.
Pemberian penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi Pemerintah Kota Bukittinggi kepada peserta didik yang telah mengharumkan nama daerah, sekaligus sebagai motivasi bagi siswa lainnya untuk terus meningkatkan prestasi secara berkelanjutan.