By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Siswa Gaza Berjuang Ikuti Ujian SMA di Tengah Perang
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Siswa Gaza Berjuang Ikuti Ujian SMA di Tengah Perang

Pendidikan

Siswa Gaza Berjuang Ikuti Ujian SMA di Tengah Perang

Jack
By
Jack
12 months ago
Share
4 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Bagi para siswa di Gaza, mengikuti ujian di tengah perang adalah tantangan yang luar biasa. Banyak dari mereka terpaksa mengerjakan ujian dari rumah yang sudah retak, tenda pengungsian, atau tempat lain yang dianggap relatif aman demi menghindari pemboman yang nyaris terjadi setiap hari.

Contents
Ujian Online Penuh PerjuanganCerita Para Siswa: Harapan di Tengah DeritaPendidikan: Bentuk Perlawanan di Jalur GazaMimpi yang Tak Pernah Padam

Tareq Abu Azzoum, jurnalis Al Jazeera yang melaporkan langsung dari Deir el-Balah, menggambarkan perjuangan para siswa dengan penuh empati. “Bahkan di zona perang, tanpa ruang kelas, tanpa buku, dan nyaris tanpa internet, siswa-siswa Gaza tetap hadir, masuk, dan mengikuti ujian akhir mereka, menolak perang menghapus masa depan mereka,” tuturnya.

Situasi pendidikan di Gaza memang nyaris lumpuh total akibat agresi Israel. Banyak sekolah hancur, universitas porak-poranda, dan akses ke buku pelajaran maupun bahan ajar hilang. Sebagian siswa yang seharusnya sudah menempuh pendidikan tinggi pun terpaksa terhenti di bangku SMA.


Ujian Online Penuh Perjuangan

Gaza.

Sebagai respons atas kondisi darurat yang melanda Gaza, Kementerian Pendidikan Palestina meluncurkan platform daring khusus untuk ujian kelulusan. Namun, pelaksanaannya tidak semulus yang dibayangkan.

Morad al-Agha, Direktur Ujian di Kegubernuran Gaza Tengah, mengungkapkan bahwa banyak siswa menghadapi masalah teknis. “Para siswa telah mengunduh aplikasi untuk mengikuti ujian, tetapi mereka menghadapi banyak tantangan. Kami sudah menyampaikan kekhawatiran ini kepada kementerian untuk memastikan masalah dapat teratasi sehingga siswa bisa mengikuti ujian tanpa gangguan,” jelasnya.

Keterbatasan akses internet, listrik yang sering padam, hingga minimnya perangkat seperti laptop atau ponsel membuat para siswa harus berjuang keras mencari cara. Banyak di antara mereka yang memilih mengerjakan ujian dari warung kopi, tempat penampungan darurat, atau bahkan pinggir jalan, asal ada sinyal internet dan colokan listrik untuk mengisi daya perangkat.

Cerita Para Siswa: Harapan di Tengah Derita

Kisah nyata perjuangan siswa Gaza turut diungkapkan oleh Doha Khatab, salah satu peserta ujian. Ia menggambarkan betapa beratnya situasi yang mereka hadapi setiap hari.

“Kami mengikuti ujian daring, tetapi sangat sulit. Internetnya lemah, banyak dari kami tidak punya perangkat, dan tidak ada tempat aman untuk ujian. Buku-buku kami juga hilang akibat pemboman itu,” ujarnya dengan nada lirih.

Sebelum ujian sesungguhnya, para siswa sempat menjalani simulasi untuk memastikan kesiapan sistem. Namun, tetap saja banyak kendala teknis yang menguji mental dan kesabaran mereka. Meski begitu, semangat mereka tidak surut, karena hasil ujian ini akan menentukan apakah mereka bisa melanjutkan pendidikan ke universitas, atau bahkan mendapatkan beasiswa ke luar negeri — sebuah jalan keluar dari blokade dan penderitaan di tanah air.

Baca Juga :

BGN Bekukan Sementara Operasional 1.152 Dapur SPPG
Pariwisata Indonesia Diakui Dunia, 153 Penghargaan Diraih Sepanjang 2025

Pendidikan: Bentuk Perlawanan di Jalur Gaza

Ujian kelulusan SMA bagi siswa Gaza bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan simbol perlawanan terhadap upaya penghancuran masa depan generasi muda Palestina. Di tengah hancurnya sekolah-sekolah dan ancaman bom setiap saat, keberanian mereka untuk tetap belajar adalah bukti nyata bahwa semangat mereka belum padam.

Di mata dunia, langkah para siswa Gaza ini mengingatkan kita bahwa pendidikan adalah hak fundamental yang harus diperjuangkan, bahkan di tengah situasi paling mencekam. Mereka menunjukkan bahwa perang boleh saja meruntuhkan tembok sekolah, tetapi tidak bisa menghancurkan tekad untuk belajar.

Mimpi yang Tak Pernah Padam

Perjuangan siswa Gaza mengikuti ujian SMA Palestina di tengah perang adalah potret nyata semangat generasi muda yang menolak tunduk pada ketidakadilan. Meski pendidikan di Gaza lumpuh, mereka tetap mengejar mimpi, meyakini bahwa masa depan yang lebih baik masih mungkin diraih.

Bagi kita di luar sana, kisah ini seharusnya menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah hak yang tidak boleh hilang, betapa pun berat keadaannya. Semoga dunia internasional terus memberikan dukungan nyata bagi mereka, agar impian mereka tak lagi hanya sebatas mimpi.

You Might Also Like

Beasiswa Garuda Tak Sekadar Kuliah, Mahasiswa Diminta Bangun Ekosistem Riset Nasional
Program Sekolah Rakyat Dikebut, Kemensos Ingatkan Pentingnya Tata Kelola yang Transparan
Prabowo Dukung Kampus IIT dan IIM Berdiri di Indonesia, Perkuat Pendidikan Nasional
Beasiswa LPDP Tahap II 2026 Resmi Dibuka, Ini Jadwal, Program, dan Syarat Terbarunya
Ini Respons Akademisi Saat Bahlil Tantang Kampus Uji Kebijakan Energi di KSTI 2026
TAGGED:GazapalestinaSMA
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Prihatin Anak Muda Abaikan Sejarah, Dul Jaelani: Saya Juga Pernah di Fase Itu Sih
Next Article Pembelajaran Jarak Jauh untuk SMA, Solusi Bagi Siswa Bekerja, Atlet, dan Daerah 3T
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pendidikan

Dari Aceh hingga Papua, SMA Unggul Garuda Antar Ratusan Siswa ke Universitas Kelas Dunia

3 weeks ago
Pendidikan

Kabar Baik! 80 Ribu Pelajar SMA/SMK Swasta di Jabar Dapat Bantuan Pendidikan

3 weeks ago
Pendidikan

Pemerintah Resmi Umumkan 307 Siswa Lolos SMA Unggul Garuda Baru Tahun Ajaran 2026/2027

3 weeks ago
Pendidikan

Peluang Kuliah Dalam dan Luar Negeri Makin Terbuka Lewat Portal Beasiswa Baru

3 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index