Halo Inversi! Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan Tanah Air. Salah satu siswa SMA Muhammadiyah 1 (MUHI) Yogyakarta, Ramadhan Harits Kuswara.
Dia sukses mengharumkan nama Indonesia di ajang Australian Open Short Track Speed Skating Championships 2025 yang digelar di Melbourne, Australia.
Siswa kelas X B ini berhasil meraih medali perunggu dalam kategori Junior C 333 meter, sebuah prestasi yang menegaskan bahwa anak muda Indonesia mampu bersaing di panggung global.
Ajang Bergengsi di Dunia Ice Skating
Kejuaraan ini diselenggarakan oleh Australian Ice Racing Association (AIRA), organisasi resmi yang berafiliasi dengan Australian Olympic Committee, dan menjadi bagian dari kalender resmi International Skating Union (ISU).
Kompetisi tersebut bukan ajang sembarangan pesertanya berasal dari berbagai negara dengan standar internasional yang ketat. Dalam lomba speed skating lintasan pendek (short track), para peserta harus mengandalkan strategi, kecepatan, dan ketepatan waktu di lintasan oval sepanjang 111 meter.
Tak heran, kemenangan Ramadhan dianggap luar biasa, mengingat cabang olahraga ini masih langka di Indonesia. Ramadhan dikenal sebagai siswa berprestasi dengan semangat tinggi dan konsistensi dalam latihan.
Sejak kecil, ia sudah menunjukkan bakat di bidang olahraga non-akademik dan terus mengasah kemampuannya melalui berbagai kompetisi nasional maupun internasional.
“Alhamdulillah, usaha saya akhirnya terbayar. Lawan terberat berasal dari Hong Kong dan New Zealand, tapi saya berusaha tampil maksimal. Semoga teman-teman lain juga bisa berprestasi sesuai minat dan bakatnya,” ujar Ramadhan dengan penuh semangat usai menerima medali.
Dukungan Sekolah untuk Prestasi Global
Kepala SMA MUHI Yogyakarta, Drs. H. Herynugroho, M.Pd, turut menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian luar biasa tersebut.
Menurutnya, prestasi di tingkat internasional tidak hanya membanggakan sekolah, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa pelajar Indonesia mampu tampil sejajar dengan siswa dari berbagai negara.
“Ini bukan sekadar medali, tapi simbol semangat globalisasi pendidikan. Melalui ajang seperti ini, siswa dapat belajar tentang kerja keras, kompetisi sehat, dan pergaulan internasional,” ujarnya.
Prestasi Ramadhan juga menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya soal akademik. SMA MUHI terus berupaya menumbuhkan keseimbangan antara intelektualitas, karakter, dan keterampilan non-akademik. Sekolah mendukung penuh setiap siswa yang ingin mencoba, berani gagal, dan berani sukses.
“Kami selalu memberi ruang bagi siswa untuk berkembang sesuai potensi masing-masing. Karena pendidikan sejati bukan hanya mencetak juara kelas, tapi juga juara kehidupan,” tambah Herynugroho.
Prestasi Ramadhan menjadi pengingat bagi generasi muda Indonesia bahwa kesempatan untuk bersinar di kancah internasional terbuka lebar. Dengan kerja keras, disiplin, dan dukungan lingkungan sekolah yang positif, siapa pun bisa menorehkan prestasi luar biasa.
Kini, Ramadhan Harits Kuswara bukan hanya membawa pulang medali perunggu, tetapi juga membawa semangat baru bahwa pelajar Indonesia mampu “meluncur” lebih jauh menembus batas, menembus dunia.