INVERSI.ID – SMA Pradita Dirgantara kembali menorehkan prestasi internasional melalui siswinya, Teresa Azarel Gayatri Lamiang, yang akrab disapa Tere. Ia berhasil meraih medali emas di ajang World Invention Creativity Olympic (WICO) 2025 yang digelar di Seoul, Korea Selatan, pada 17–19 Juli 2025. Keberhasilan ini menegaskan kualitas dan daya saing pelajar Indonesia di kancah global, sekaligus membawa nama baik sekolah dan bangsa.
Ajang WICO 2025 di Korea Selatan merupakan salah satu kompetisi bergengsi di bidang inovasi dan kreativitas dunia. Festival penemuan global ini diikuti oleh lebih dari 1.000 peserta dari 20 negara. Di sini, ide-ide kreatif dikumpulkan, diuji, dan dipresentasikan untuk menunjukkan solusi inovatif yang bisa memberikan dampak nyata bagi masyarakat dunia.
Bagi Tere, kemenangan ini bukan sekadar prestasi akademik, tetapi juga bukti bahwa generasi muda Indonesia mampu bersaing di forum internasional.
“WICO adalah pengalaman luar biasa. Saya bisa belajar banyak dari inovator muda dari berbagai negara sekaligus menunjukkan karya yang lahir dari keresahan lingkungan di sekitar kita,” ujar siswi SMA Pradita itu.
Inovasi Pengelolaan Styrofoam yang Berbuah Medali Emas
Karya inovasi Tere dalam pengelolaan sampah styrofoam menjadi kunci keberhasilannya meraih medali emas di WICO 2025 dengan membawa kebanggaan bagi SMA Pradita. Dalam presentasinya, Tere menjelaskan bagaimana ide ini lahir dari keprihatinan melihat sampah styrofoam yang sering kali berakhir di sungai dan laut.
Dengan riset sederhana namun aplikatif, Tere menawarkan solusi pengolahan styrofoam menjadi material ramah lingkungan. Inovasinya menitikberatkan pada penggunaan bahan kimia tertentu untuk mengurai styrofoam dan mengolahnya menjadi bahan baru yang bisa dimanfaatkan kembali, seperti campuran paving block atau material kerajinan tangan.
Dewan juri terkesan dengan pendekatan yang tidak hanya inovatif tetapi juga praktis, sehingga dapat diadaptasi di lingkungan sekolah maupun komunitas lokal.
“Kunci kemenangan Tere ada pada presentasi yang jelas, riset yang terarah, dan solusi yang mudah diimplementasikan,” kata salah satu juri WICO 2025.
Ajang Bergengsi untuk Kreativitas Pelajar Dunia
World Invention Creativity Olympic (WICO) adalah festival tahunan yang mempertemukan para inovator muda dari berbagai negara. Event ini tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga wadah pertukaran ide, pembelajaran global, dan pengembangan keterampilan presentasi.
Tahun ini, WICO 2025 menghadirkan suasana kompetitif sekaligus kolaboratif. Lebih dari 1.000 peserta dari 20 negara saling memamerkan karya di bidang sains, lingkungan, teknologi, dan kreativitas sosial. Dari sekian banyak peserta, Tere berhasil menonjol dan menyabet medali emas kategori Best Presentation.
Ajang seperti ini menjadi batu loncatan bagi siswa Indonesia untuk melatih kemampuan komunikasi, pemecahan masalah, dan membangun jejaring internasional. Bahkan, panitia WICO menyebut karya Tere sebagai salah satu presentasi yang paling menginspirasi generasi muda untuk peduli pada isu lingkungan global.
Inspirasi bagi Generasi Muda Indonesia
Keberhasilan SMA Pradita Dirgantara di WICO 2025 menjadi inspirasi bagi pelajar di seluruh Indonesia untuk berani berkarya dan menembus kompetisi global. Tere mengaku perjalanan menuju WICO tidak mudah. Ia harus melalui seleksi internal sekolah, bersaing dengan siswa dan siswi terbaik di SMA Pradita lainnya, pembimbingan intensif, serta latihan presentasi berbahasa Inggris yang ketat.
“Awalnya gugup karena ini pertama kalinya saya presentasi di depan dewan juri internasional. Tapi saya ingat tujuan saya ingin membawa isu lingkungan dari Indonesia ke mata dunia,” kata Tere.
Pihak sekolah juga memberikan dukungan penuh. Kepala SMA Pradita Dirgantara menyatakan, keberhasilan Tere menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam mengembangkan potensi akademik dan kreativitas siswanya.
“Kami selalu dorong siswa untuk berpikir kritis dan menghasilkan karya yang relevan dengan masalah global. Prestasi Tere adalah bukti kerja keras guru, pembimbing, dan siswa sendiri,” jelasnya.
Dukungan Lingkungan Sekolah dan Komunitas
Salah satu faktor penentu keberhasilan Tere adalah dukungan komunitas dan sekolah SMA Pradita. Dalam persiapan menuju WICO 2025, ia melibatkan teman-teman sekelas untuk membantu uji coba, mengumpulkan data, dan mengasah keterampilan presentasi.
Selain itu, guru pembimbing mendorong Tere untuk tidak hanya fokus pada inovasi teknis, tetapi juga pada cara menyampaikan ide secara persuasif. Hal ini penting karena salah satu aspek penilaian utama di WICO adalah kemampuan peserta dalam mempresentasikan karya mereka secara jelas dan menarik bagi audiens internasional.
Prestasi ini diharapkan memotivasi pelajar lain untuk mengikuti jejak Tere. Pemerintah daerah dan sekolah juga dapat memanfaatkan momen ini untuk mengembangkan program penelitian siswa yang bisa diikutsertakan dalam kompetisi global lainnya.
Harapan dan Langkah Selanjutnya
Dengan kemenangan di WICO 2025 Korea Selatan, Tere kini memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan karyanya ke tahap implementasi nyata. Beberapa lembaga lingkungan bahkan sudah menawarkan kerja sama untuk menguji metode pengolahan styrofoam buatannya di skala komunitas.
Tere juga berencana membagikan pengalamannya melalui workshop dan seminar bagi siswa di sekolah-sekolah lain. “Saya ingin teman-teman di seluruh Indonesia tahu, bahwa ide sederhana pun bisa punya dampak besar kalau kita berani mencoba,” katanya.
Keberhasilan SMA Pradita Dirgantara di WICO 2025 bukan hanya soal medali emas, tetapi juga tentang menginspirasi generasi muda untuk peduli lingkungan dan berani bersaing di level internasional. Dengan dukungan sekolah, komunitas, dan pemerintah, semakin banyak anak muda Indonesia yang bisa mencetak prestasi membanggakan di panggung dunia.