By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Sosok dan Fakta Handika Dany Rahmayanti, Dinobatkan sebagai Doktor Fisika Termuda
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Sosok dan Fakta Handika Dany Rahmayanti, Dinobatkan sebagai Doktor Fisika Termuda

Terkini

Sosok dan Fakta Handika Dany Rahmayanti, Dinobatkan sebagai Doktor Fisika Termuda

Natio
By
Natio
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Follow:
1 year ago
Share
3 Min Read
SHARE

Sosok Handika Dany Rahmayanti yang dinobatkan sebagai doktor fisika termuda oleh Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai “Perempuan Peraih Gelar Doktor Fisika Termuda” di tahun 2021.

Contents
Tidak Suka dengan FisikaJurusan Fisika Pilihan TerakhirPendidikan S2-S3 dapat Beasiswa

Nama Handika Dany Rahmayanti jadi perbincangan publik karena berhasil membagi doktor fisika di usia 24 tahun. Ia lulus dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan predikat cumlaude IPK 4.00.

Lalu bagaimana sosok Handika Dany Rahmayanti dan fakta Handika Dany Rahmayanti? Berikut rangkumannya.

Tidak Suka dengan Fisika

Handika Dany Rahmayanti mengungkapkan bahwa dirinya awalnya tidak suka dengan dunia fisika. Namun ia lebih tertarik dengan bidang kesehatan atau kimia.

“Pas lulus SMA sebenarnya nggak tertarik sama dunia fisika. Sebenarnya saya lebih senang ke dunia kesehatan atau ke kimia. Tapi saya sudah mencoba berbagai macam cara dan jalur tes tapi nggak keterima,” kata Handika Dany Rahmayanti.

Jurusan Fisika Pilihan Terakhir

Bahkan Handika Dany Rahmayanti mengatakam bahwa alasannya mengambil jurusan fisika karena merupakan pilihan terakhir. Perempuan yang akrab dipanggil Dika ini memutuskan memilih jurusan fisika setelah melihat saingannya yang sedikit.

“Saya tuh udah semua jalur dicoba, mulai jalur rapor, tes di universitas. Saya coba masuk ke politeknik itu nggak masuk juga, ke Poltekkes nggak masuk juga. Sampai akhirnya bingung, tapi saya harus tetap kuliah dan orang tua pengennya di negeri. Dari sana saya mulai baca peluang nih jurusan mana yang kurang peminatnya yang kira-kira saya bisa masukin. Ketemulah fisika itu dan benar saya lulus di jalur mandiri Unnes,” kata Dika.

Pendidikan S2-S3 dapat Beasiswa

Kemudian untuk mendapatkan gelar S2 hingga S3 di ITB, Dika mengaku mendapatkan beasiswa pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul.

Jadi bantuan beasiswa itu pun selama 4 tahun untuk S2 dan S3. S2 di ITB 1,5 tahun dan S3 saya 2,5 tahun, berhasil lulus tahun 2019.

Baca Juga :

Biodata Budi Arie, Menkominfo Dilantik Jokowi Gantikan Johnny Plate
Gen Z Paling Lama Main HP di Toilet, Waspadai Risiko Kesehatan

“Waktu itu saya dapat beasiswa PMDSU, mungkin sekarang udah enggak booming. Itu beasiswa Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul. Bantuan beasiswa itu selama 4 tahun untuk S2 dan S3. Jadi S2 saya di ITB 1,5 tahun dan S3 saya 2,5 tahun, lulus tahun 2019,” lanjut Dika.

You Might Also Like

BBM Nelayan Rp15 Ribu Disahkan! Jurus Bahlil Lindungi Dompet Tanpa Sentuh APBN
Jakarta Darurat Judol. Ribuan Warga Pilih Jalan Spekulasi demi Bertahan Hidup
LRT Velodrome–Manggarai Segera Beroperasi, Tapi Siapkah Manggarai Tampung Lonjakan Penumpang
PT Timah Bantu Bangun Sumur Bor, SMPN 3 Simpang Katis Segera Nikmati Akses Air Bersih
Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Share This Article
Facebook Email Print
Share
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Follow:
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Previous Article Fakta-fakta Anggota TNI Usir ASN Dinkes, Tolak Ikut Upacara karena Takut Kotor
Next Article Kocak! Gibran Rakabuming Raka Pakai Baju Parkir saat Ikuti Pawai Pembangunan di Solo
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Hadapi Musim Kemarau, Pemerintah Pastikan Stok Pangan Nasional Tetap Aman

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Argentina Terlalu Tangguh untuk Swiss, Jadi Penyelamat Amerika Latin di Piala Dunia 2026

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal

2 days ago
Internasional

Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia

4 days ago
Internasional

Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan

4 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index