INVERSI.ID – Sebuah survei terbaru dari QS Supplies mengungkap kebiasaan unik masyarakat modern, bermain ponsel di toilet. Aktivitas ini tak hanya mencerminkan tren digital yang kian melekat, tetapi juga memunculkan kekhawatiran akan dampak kesehatan yang mungkin ditimbulkan.
Survei yang dilakukan terhadap 500 warga Amerika menunjukkan bahwa rata-rata orang menghabiskan sekitar 49 jam per tahun di toilet sambil bermain HP. Jumlah ini setara dengan lebih dari dua hari penuh hanya untuk aktivitas di kamar mandi.
Gen Z Paling Lama Main HP di Toilet
Mengutip laporan The Economic Times, Kamis (26/6), Generasi Z tercatat sebagai kelompok usia yang paling lama menggunakan ponsel di toilet. Rata-rata mereka menghabiskan 54 jam per tahun dalam aktivitas ini—lebih tinggi dibanding generasi lain.
Apa saja yang dilakukan? Mayoritas menggulir media sosial (66 persen), menonton video (40 persen), membalas pesan atau DM (37 persen), membaca berita dan mengirim email (36 persen). Bahkan, ada yang bermain gim (29 persen), belanja online (14 persen), mengerjakan pekerjaan kantor (9 persen), hingga melakukan panggilan suara (8 persen) dan video call (2 persen).
Menariknya, 42 persen responden mengaku menggunakan toilet untuk menghindari interaksi sosial, sementara 51 persen lainnya menjadikannya ruang privat untuk menikmati waktu sendiri.
Risiko Kesehatan Main HP Terlalu Lama di Toilet
Meski tampak sepele, duduk terlalu lama di toilet dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Dokter kolorektal dari University of Texas Southwestern Medical Center, Dr. Lai Xue, menyebut bahwa posisi duduk dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko wasir dan pelemahan otot panggul.
“Ketika pasien datang dengan keluhan, salah satu yang kami cek adalah durasi mereka di toilet,” ujar Xue, dikutip dari CNN, Selasa (12/11).
Menurut Xue, durasi ideal berada di toilet adalah 5 hingga 10 menit. Duduk lebih lama akan menyebabkan aliran darah menumpuk di area bokong, membuat pembuluh darah membengkak dan berisiko membentuk wasir.
Saran Dokter agar Lebih Sehat di Toilet
Dr. Farah Monzur, ahli penyakit radang usus di Stony Brook Medicine, menyarankan agar aktivitas di kamar mandi dilakukan seefisien mungkin, tanpa gangguan seperti HP atau bacaan lain.
“Kalau sejak awal sudah berniat duduk lama, maka akan tergoda membawa sesuatu. Padahal, itu memperpanjang durasi yang tak perlu,” jelas Farah.
Jika sulit buang air besar, Dr. Xue menyarankan agar tidak memaksakan diri. Lebih baik berdiri dan berjalan sejenak untuk merangsang otot usus. Ia juga merekomendasikan gaya hidup sehat. cukup minum air putiH dan makan makanan tinggi serat seperti gandum utuh dan kacang-kacangan.***