By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Survei Disdik DKI Ungkap Dampak Positif Pembatasan Gawai di Sekolah
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Survei Disdik DKI Ungkap Dampak Positif Pembatasan Gawai di Sekolah

Pendidikan

Survei Disdik DKI Ungkap Dampak Positif Pembatasan Gawai di Sekolah

Jack
By
Jack
6 months ago
Share
3 Min Read
Ilustrasi- pembatasan penggunaan gawai, termasuk telepon seluler, di lingkungan satuan pendidikan. (Foto: RRI)
SHARE

INVERSI.ID – Dinas Pendidikan DKI Jakarta menilai pembatasan penggunaan gawai, termasuk telepon seluler, di lingkungan satuan pendidikan berdampak positif terhadap fokus belajar murid. Kebijakan tersebut dinilai mampu membantu siswa lebih berkonsentrasi selama proses pembelajaran berlangsung.

Contents
Hasil Survei dan Pengalaman MuridDampak Gawai terhadap Proses BelajarAturan Pembatasan Gawai di Sekolah

Penilaian itu merujuk pada hasil survei yang dilakukan Dinas Pendidikan DKI Jakarta pada 2025 terhadap 70 satuan pendidikan yang telah menerapkan pembatasan penggunaan gawai di sekolah.

“Didapatkan lebih dari 60 persen murid merasa pembatasan gawai membuat mereka lebih fokus belajar,” kata Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana di Jakarta, Selasa (20/1).

Hasil Survei dan Pengalaman Murid

Nahdiana menyampaikan temuan tersebut dalam kegiatan Peluncuran Surat Edaran Pemanfaatan Gawai dengan Bijak di Lingkungan Satuan Pendidikan di Jakarta. Ia menjelaskan, hasil survei tersebut juga diperkuat oleh diskusi kelompok terarah (FGD) yang melibatkan perwakilan murid SMP dan SMA.

Menurut Nahdiana, pengalaman hari tanpa gawai justru dirasakan menyenangkan oleh siswa. Kebijakan ini dinilai memanusiakan peserta didik karena memberi ruang bagi mereka untuk lebih peka, berinteraksi, dan terhubung dengan lingkungan sekitar.

Dampak Gawai terhadap Proses Belajar

Sementara itu, kajian bertajuk Smartphone Regulation in Schools Indonesia’s Context 2025 menunjukkan masih adanya dampak negatif penggunaan gawai di sekolah. Sebanyak 53 persen guru melaporkan murid menjadi kurang fokus saat jam pelajaran ketika membawa telepon genggam.

Selain itu, 64 persen guru menyebut murid cenderung lebih memilih menggunakan smartphone dibandingkan berinteraksi secara langsung dengan teman maupun guru.

Berdasarkan temuan tersebut, Dinas Pendidikan DKI Jakarta mengimbau satuan pendidikan, orang tua, dan masyarakat untuk bersama-sama memberikan pembelajaran, dorongan, serta motivasi agar anak mampu menggunakan gawai secara bijak, tanpa mengganggu konsentrasi dan produktivitas belajar.

Aturan Pembatasan Gawai di Sekolah

Sebagai langkah perlindungan bagi peserta didik dari berbagai risiko negatif penggunaan gawai, Dinas Pendidikan DKI Jakarta menerbitkan Surat Edaran Nomor e-0001/SE/2026 tentang Pemanfaatan Gawai dengan Bijak di Lingkungan Satuan Pendidikan.

Baca Juga :

4 Manfaat Ketumbar untuk Kecantikan dan Kesehatan Tubuh
7 Khasiat Buah Lontar untuk Kesehatan Perempuan

Melalui kebijakan ini, pemanfaatan gawai dibatasi selama jam sekolah berlangsung di seluruh satuan pendidikan. Selama berada di lingkungan sekolah, seluruh gawai seperti smartphone, smartwatch, tablet, laptop, maupun perangkat sejenis lainnya dinonaktifkan atau diubah ke mode hening dan dikumpulkan di tempat penyimpanan yang disediakan pihak sekolah.

Untuk mata pelajaran tertentu yang membutuhkan perangkat digital, satuan pendidikan akan menyiapkan alternatif sarana pembelajaran digital.

Nahdiana menegaskan kebijakan ini bukan merupakan larangan total penggunaan gawai. Menurutnya, langkah tersebut bertujuan mencegah berbagai dampak negatif, mulai dari kecanduan digital, perundungan digital, gangguan kesehatan mental dan fisik, hingga terganggunya proses belajar dan hubungan sosial di lingkungan sekolah.

You Might Also Like

Beasiswa Garuda Tak Sekadar Kuliah, Mahasiswa Diminta Bangun Ekosistem Riset Nasional
Program Sekolah Rakyat Dikebut, Kemensos Ingatkan Pentingnya Tata Kelola yang Transparan
Prabowo Dukung Kampus IIT dan IIM Berdiri di Indonesia, Perkuat Pendidikan Nasional
Beasiswa LPDP Tahap II 2026 Resmi Dibuka, Ini Jadwal, Program, dan Syarat Terbarunya
Ini Respons Akademisi Saat Bahlil Tantang Kampus Uji Kebijakan Energi di KSTI 2026
TAGGED:Disdik DKIPembatasan GawaiSekolah
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article BTS World Tour 2026 bakal mampir ke Jakarta tanggal 26-27 Desember 2026!
Next Article Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Ditjen Gakkum) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyita 50 ribu ton batu bara yang diduga barasal dari tambang ilegal di Kutai, Kalimantan Timur. (Foto : Dok. Kementerian ESDM) Kementerian ESDM Selamatkan 50 Ribu Ton Batubara Ilegal di Kutai Kartanegara, Siap Dilelang untuk PNBP
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pendidikan

Dari Aceh hingga Papua, SMA Unggul Garuda Antar Ratusan Siswa ke Universitas Kelas Dunia

3 weeks ago
Pendidikan

Kabar Baik! 80 Ribu Pelajar SMA/SMK Swasta di Jabar Dapat Bantuan Pendidikan

3 weeks ago
Pendidikan

Pemerintah Resmi Umumkan 307 Siswa Lolos SMA Unggul Garuda Baru Tahun Ajaran 2026/2027

3 weeks ago
Pendidikan

Peluang Kuliah Dalam dan Luar Negeri Makin Terbuka Lewat Portal Beasiswa Baru

3 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index