By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Survei Disdik DKI Ungkap Dampak Positif Pembatasan Gawai di Sekolah
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Survei Disdik DKI Ungkap Dampak Positif Pembatasan Gawai di Sekolah

Pendidikan

Survei Disdik DKI Ungkap Dampak Positif Pembatasan Gawai di Sekolah

Jack
By
Jack
5 months ago
Share
3 Min Read
Ilustrasi- pembatasan penggunaan gawai, termasuk telepon seluler, di lingkungan satuan pendidikan. (Foto: RRI)
SHARE

INVERSI.ID – Dinas Pendidikan DKI Jakarta menilai pembatasan penggunaan gawai, termasuk telepon seluler, di lingkungan satuan pendidikan berdampak positif terhadap fokus belajar murid. Kebijakan tersebut dinilai mampu membantu siswa lebih berkonsentrasi selama proses pembelajaran berlangsung.

Contents
Hasil Survei dan Pengalaman MuridDampak Gawai terhadap Proses BelajarAturan Pembatasan Gawai di Sekolah

Penilaian itu merujuk pada hasil survei yang dilakukan Dinas Pendidikan DKI Jakarta pada 2025 terhadap 70 satuan pendidikan yang telah menerapkan pembatasan penggunaan gawai di sekolah.

“Didapatkan lebih dari 60 persen murid merasa pembatasan gawai membuat mereka lebih fokus belajar,” kata Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana di Jakarta, Selasa (20/1).

Hasil Survei dan Pengalaman Murid

Nahdiana menyampaikan temuan tersebut dalam kegiatan Peluncuran Surat Edaran Pemanfaatan Gawai dengan Bijak di Lingkungan Satuan Pendidikan di Jakarta. Ia menjelaskan, hasil survei tersebut juga diperkuat oleh diskusi kelompok terarah (FGD) yang melibatkan perwakilan murid SMP dan SMA.

Menurut Nahdiana, pengalaman hari tanpa gawai justru dirasakan menyenangkan oleh siswa. Kebijakan ini dinilai memanusiakan peserta didik karena memberi ruang bagi mereka untuk lebih peka, berinteraksi, dan terhubung dengan lingkungan sekitar.

Dampak Gawai terhadap Proses Belajar

Sementara itu, kajian bertajuk Smartphone Regulation in Schools Indonesia’s Context 2025 menunjukkan masih adanya dampak negatif penggunaan gawai di sekolah. Sebanyak 53 persen guru melaporkan murid menjadi kurang fokus saat jam pelajaran ketika membawa telepon genggam.

Selain itu, 64 persen guru menyebut murid cenderung lebih memilih menggunakan smartphone dibandingkan berinteraksi secara langsung dengan teman maupun guru.

Berdasarkan temuan tersebut, Dinas Pendidikan DKI Jakarta mengimbau satuan pendidikan, orang tua, dan masyarakat untuk bersama-sama memberikan pembelajaran, dorongan, serta motivasi agar anak mampu menggunakan gawai secara bijak, tanpa mengganggu konsentrasi dan produktivitas belajar.

Aturan Pembatasan Gawai di Sekolah

Sebagai langkah perlindungan bagi peserta didik dari berbagai risiko negatif penggunaan gawai, Dinas Pendidikan DKI Jakarta menerbitkan Surat Edaran Nomor e-0001/SE/2026 tentang Pemanfaatan Gawai dengan Bijak di Lingkungan Satuan Pendidikan.

Baca Juga :

Sosok Cawapres Ganjar di Pilpres 2024 yang Diungkap PDI Perjuangan
Lo Anak Seni? Jangan Sampe Kelewatan JICAF 2025, Bakal Pecah Banget

Melalui kebijakan ini, pemanfaatan gawai dibatasi selama jam sekolah berlangsung di seluruh satuan pendidikan. Selama berada di lingkungan sekolah, seluruh gawai seperti smartphone, smartwatch, tablet, laptop, maupun perangkat sejenis lainnya dinonaktifkan atau diubah ke mode hening dan dikumpulkan di tempat penyimpanan yang disediakan pihak sekolah.

Untuk mata pelajaran tertentu yang membutuhkan perangkat digital, satuan pendidikan akan menyiapkan alternatif sarana pembelajaran digital.

Nahdiana menegaskan kebijakan ini bukan merupakan larangan total penggunaan gawai. Menurutnya, langkah tersebut bertujuan mencegah berbagai dampak negatif, mulai dari kecanduan digital, perundungan digital, gangguan kesehatan mental dan fisik, hingga terganggunya proses belajar dan hubungan sosial di lingkungan sekolah.

You Might Also Like

UI Kembali Jadi Kampus Terbaik Indonesia, Bertahan di 200 Besar Dunia Versi QS WUR 2027
Dedi Mulyadi Ancam Cabut Subsidi Sekolah Swasta Gratis bagi Siswa yang Tawuran
Disdik Jabar Ingatkan Peserta SPMB Tahap 1 untuk Daftar Ulang, Tahap 2 Segera Dibuka
Lebih dari 1.000 Pelajar di Jakarta Barat Terima Beasiswa PIP, Dukung Pendidikan Generasi Masa Depan
Unhas Tembus Peringkat 861 Dunia, Melonjak 111 Posisi di QS World University Rankings 2027
TAGGED:Disdik DKIPembatasan GawaiSekolah
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article BTS World Tour 2026 bakal mampir ke Jakarta tanggal 26-27 Desember 2026!
Next Article Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Ditjen Gakkum) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyita 50 ribu ton batu bara yang diduga barasal dari tambang ilegal di Kutai, Kalimantan Timur. (Foto : Dok. Kementerian ESDM) Kementerian ESDM Selamatkan 50 Ribu Ton Batubara Ilegal di Kutai Kartanegara, Siap Dilelang untuk PNBP
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pendidikan

Rusia Buka Kesempatan Kuliah Gratis untuk Mahasiswa Indonesia, Ini Syaratnya

1 week ago
Pendidikan

Tak Kebagian Sekolah Negeri? Pemprov Jabar Siapkan Bantuan untuk Masuk Swasta

1 week ago
PendidikanTerkini

Putra Timur Dijegal? Bahlil Pertanyakan Keadilan di Kampus UI

1 week ago
Pendidikan

Empat Sekolah di Banten Masuk SMA Unggul Garuda Transformasi 2026, Siap Cetak Generasi Emas

1 week ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index