Inversi Hasil survei nasional terbaru menunjukkan tingkat kepercayaan dan kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berada pada angka yang tinggi.
Survei yang dilakukan oleh Poltracking Indonesia ini menjadi salah satu indikator penting dalam melihat persepsi masyarakat terhadap jalannya pemerintahan di tengah dinamika global yang terus berkembang.
Survei tersebut dilaksanakan pada periode 2 hingga 8 Maret 2026 dengan menggunakan metode multistage random sampling. Sebanyak 1.220 responden yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia terlibat dalam survei ini, dengan margin of error sebesar ±2,9 persen dan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.
Metode ini memastikan bahwa hasil survei dapat merepresentasikan kondisi masyarakat secara nasional dengan tingkat akurasi yang tinggi. Berdasarkan hasil survei, tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo–Gibran tercatat mencapai 75,1 persen.
Sementara itu, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto secara individu berada pada angka 74,9 persen. Secara keseluruhan, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Prabowo–Gibran mencapai 74,1 persen.
Peneliti Utama Poltracking Indonesia, Masduri Amrawi, menyampaikan bahwa capaian ini menunjukkan tingkat penerimaan publik yang cukup tinggi terhadap berbagai kebijakan dan program yang telah dijalankan oleh pemerintah. Ia menilai bahwa di tengah situasi geopolitik global yang penuh tantangan, stabilitas tingkat kepuasan publik ini menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan pembangunan nasional.
Menurut Masduri, salah satu faktor utama yang memengaruhi tingkat kepuasan publik adalah implementasi program-program prioritas pemerintah yang dinilai telah berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam survei tersebut, sebanyak 23,0 persen responden menyatakan bahwa kepuasan mereka dipengaruhi oleh keberadaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini dinilai mampu memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan gizi.
Selain itu, faktor lain yang turut berkontribusi terhadap tingkat kepuasan publik adalah ketepatan sasaran bantuan pemerintah, yang diakui oleh 13,8 persen responden. Kebijakan yang dinilai tepat sasaran menunjukkan adanya efektivitas dalam penyaluran program sosial, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Faktor kepemimpinan juga menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian publik. Sebanyak 10,2 persen responden menyebut bahwa kepemimpinan yang tegas dan berwibawa menjadi alasan utama mereka merasa puas terhadap kinerja pemerintahan. Hal ini menunjukkan bahwa aspek kepemimpinan memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Lebih lanjut, survei ini juga mengungkap penilaian publik terhadap berbagai aspek kinerja pemerintahan. Sebanyak 77,8 persen responden menilai bahwa pemerintahan Prabowo–Gibran berhasil dalam menjaga kerukunan antarumat beragama.
Selain itu, 69,9 persen responden menilai pemerintah berhasil menjaga keamanan nasional, dan 69,4 persen menilai pemerintah mampu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Temuan ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada aspek pembangunan ekonomi, tetapi juga berhasil menjaga stabilitas sosial dan keamanan, yang merupakan fondasi penting dalam pembangunan nasional. Stabilitas ini menjadi faktor kunci dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam hal program prioritas, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu program yang mendapat perhatian besar dari masyarakat. Sebanyak 88,0 persen responden mengaku mengetahui program tersebut, yang menunjukkan tingkat kesadaran publik yang sangat tinggi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 55,0 persen responden menyatakan puas terhadap pelaksanaan program MBG.
Tingginya tingkat kesadaran dan kepuasan terhadap program ini menunjukkan bahwa MBG telah menjadi salah satu program unggulan yang memiliki dampak langsung bagi masyarakat. Program ini tidak hanya berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Meskipun demikian, hasil survei juga menunjukkan adanya ruang untuk perbaikan. Sebanyak 35,8 persen responden menyatakan belum puas terhadap pelaksanaan program MBG. Hal ini menjadi catatan penting bagi pemerintah untuk terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan program, agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih merata oleh seluruh masyarakat.
Secara keseluruhan, hasil survei Poltracking Indonesia memberikan gambaran bahwa kinerja pemerintahan Prabowo–Gibran mendapatkan apresiasi yang cukup tinggi dari masyarakat. Tingkat kepuasan yang mencapai lebih dari 70 persen menunjukkan adanya kepercayaan publik terhadap arah kebijakan yang diambil oleh pemerintah.
Ke depan, pemerintah diharapkan dapat terus menjaga konsistensi dalam menjalankan program-program prioritas, sekaligus meningkatkan kualitas pelaksanaan di lapangan. Evaluasi yang berkelanjutan serta respons terhadap masukan masyarakat menjadi kunci dalam mempertahankan dan meningkatkan tingkat kepuasan publik.
Dengan dukungan masyarakat yang kuat, pemerintah memiliki peluang besar untuk melanjutkan berbagai program pembangunan secara lebih optimal. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.