INVERSI.ID – Kolaborasi aktor Indonesia dan aktor Korea Selatan memang selalu punya daya tarik tersendiri, apalagi ketika dua nama yang digemari anak muda seperti Maxime Bouttier dan Ji Chang Wook akhirnya muncul dalam satu reality series. Proyek terbaru berjudul “ABRACADABRA: The Galaxy of Ultimate Healing” menjadi tempat keduanya berbagi pengalaman seru, menjelajah Indonesia, dan memperlihatkan sisi alami para bintang di balik layar.
Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Jumat, Maxime membagikan cerita jujurnya tentang bagaimana rasanya bekerja bersama salah satu aktor Korea yang paling dikenal di Asia itu. Dari rasa gugup, suasana cair, sampai chemistry yang terbangun selama syuting, semua itu jadi bagian dari perjalanan panjang yang mereka alami di proyek ini.
Maxime mengaku sempat deg-degan sebelum memulai syuting karena ini adalah kali pertama dirinya bekerja intens bersama Ji Chang Wook. Ia tidak tahu bagaimana karakter lawan mainnya di balik layar. Tapi begitu hari pertama dimulai, rasa canggungnya seketika hilang.
“Aku memang agak nervous sih awalnya. Tapi pas sudah mulai ketemu (Ji Chang Wook) dan ngobrol lebih lanjut sih semuanya tuh lancar,” kata Maxime.
Respons positif dan kehangatan dari Ji Chang Wook membuat proses syuting berjalan tanpa hambatan. Aktor Korea Selatan itu dikenal ramah, penuh energi, dan selalu menyebarkan vibes positif di lokasi. Maxime mengaku sangat terbantu dengan sikap itu.
“Itu membuat aku lebih gampang untuk kayak kenalan juga. Tapi all in all, syutingnya itu sangat seru,” ujarnya.
Dari cara Maxime bercerita, terlihat bahwa chemistry mereka terbangun bukan berdasarkan skenario, melainkan karena interaksi spontan saat mereka menghabiskan waktu bersama, menjelajah tempat baru, dan saling memahami karakter masing-masing.
Vanesha Prescilla Ikut Gugup, Tapi Langsung Cair Bertemu Ji Chang Wook
Selain Maxime, nama-nama lain yang ikut meramaikan reality series ini adalah Vanesha Prescilla, Pevita Pearce, Bryan Domani, Dikta, dan Agung Karmalogy. Kehadiran mereka membuat proyek ini terlihat semakin menarik karena para cast berasal dari latar belakang dan karakter yang berbeda.
Vanesha, yang turut berbagi panggung dengan Chang Wook, juga merasakan hal yang sama dengan Maxime di hari pertama. Ia mengaku gugup, terutama karena Ji Chang Wook merupakan aktor besar dengan reputasi internasional dan fanbase masif.
Namun semua rasa tegang itu langsung hilang setelah ia bertemu langsung dengan sang aktor. Kepribadian Ji Chang Wook yang hangat membuat situasi cepat cair.
“Pas ketemu Ji Chang Wook-nya ternyata dia sangat humble dan friendly. Dan bener-bener ngebantu aku untuk bikin suasananya jadi menyenangkan dan cair. Ji Chang-wook sangat cheerful dan aku juga akhirnya ikut cheerful juga,” kata Vanesha.
Cerita Vanesha membuka perspektif lain mengenai sosok Chang Wook bukan hanya sebagai aktor yang tampil sempurna di layar, tetapi sebagai pribadi yang menyenangkan untuk diajak kerja bareng. Kesan cheerful itulah yang membuat para pemain lokal lebih mudah beradaptasi, terutama dalam proyek yang menuntut interaksi natural seperti reality series.
Kehadiran banyak aktor muda Indonesia juga membuat suasana syuting terasa seperti trip bersama, bukan sekadar pekerjaan. Mereka terlibat dalam aktivitas budaya, menjelajah alam, hingga menikmati keunikan setiap daerah Indonesia yang menjadi lokasi syuting.
Menjelajah Indonesia Bersama Ji Chang Wook
Reality series “ABRACADABRA: The Galaxy of Ultimate Healing” bukan hanya menampilkan interaksi para cast, tetapi juga memperlihatkan keindahan budaya dan alam Nusantara melalui sudut pandang para aktor. Mereka mengunjungi sejumlah lokasi populer seperti Yogyakarta, Bali, dan Sumba.
Setiap lokasi menawarkan pengalaman yang berbeda. Yogyakarta memberikan nuansa budaya yang kental, Bali menghadirkan suasana tropis yang vibrant, sementara Sumba memukau dengan hamparan alam yang masih sangat alami. Ketiga daerah ini dipilih bukan tanpa alasan, karena masing-masing memiliki karakter yang kuat untuk dikemas dalam sebuah reality series yang mengusung tema healing dan eksplorasi emosi.
Para pemain diajak merasakan langsung keseharian di masing-masing daerah, mencoba makanan lokal, melihat kehidupan masyarakat, dan mengenal keunikan budaya Indonesia dari dekat. Pengalaman ini otomatis memperkuat hubungan antarcast, termasuk hubungan mereka dengan Ji Chang Wook.
Selain itu, reality series ini juga menjadi sarana pengenalan Indonesia kepada audiens internasional, terutama para penggemar Ji Chang Wook dari Korea hingga mancanegara lainnya. Dengan menampilkan destinasi lokal, proyek ini ikut membawa pariwisata Indonesia ke panggung global.
Pevita Pearce, Bryan Domani, Dikta, dan Agung Karmalogy memberikan warna tambahan dalam perjalanan ini. Masing-masing membawa karakter unik, sehingga interaksi mereka dengan Ji Chang Wook akan memberikan banyak momen natural yang menarik untuk ditonton.
Persiapan Menuju Penayangan Perdana
“ABRACADABRA: The Galaxy of Ultimate Healing” dijadwalkan tayang perdana pada 28 November 2025 secara eksklusif di platform streaming yang menaunginya. Antusiasme penonton sudah terasa sejak pengumuman pertama, mengingat perpaduan cast Korea dan Indonesia selalu menjadi daya tarik tersendiri.
Dengan konsep yang menggabungkan perjalanan, healing, persahabatan, dan eksplorasi budaya, series ini punya potensi besar menjadi salah satu tontonan favorit. Apalagi dukungan fanbase internasional Ji Chang Wook dan popularitas pemain lokal seperti Maxime, Vanesha, dan Pevita membuat proyek ini semakin bergema di media sosial.
Dari cerita para cast, terlihat bahwa proyek ini bukan hanya soal kamera dan lokasi syuting, tetapi juga perjalanan personal. Mereka belajar hal-hal baru, mengenal sudut Indonesia yang mungkin belum pernah mereka datangi, dan menemukan kehangatan dari kolaborasi lintas negara.
Ketika reality series ini tayang nanti, penonton bukan hanya melihat interaksi mereka, tetapi juga merasakan energi asli yang muncul dari persahabatan yang tumbuh selama proses syuting.