By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Terjerat Utang Hampir Rp1 Miliar, Korban Order Fiktif Makanan Mulai Buka Donasi
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Terjerat Utang Hampir Rp1 Miliar, Korban Order Fiktif Makanan Mulai Buka Donasi

Terkini

Terjerat Utang Hampir Rp1 Miliar, Korban Order Fiktif Makanan Mulai Buka Donasi

Natio
By
Natio
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Follow:
1 year ago
Share
2 Min Read
SHARE

Korban kasus penipuan dengan orderan fiktif makanan untuk buka puasa di Masjid Sheikh Zayed, Surakarta, Kusnadi Slamet Widodo dan Supodo, membuka donasi kepada publik. Hasil dari donasi tersebut akan mereka gunakan untuk membayar utang senilai ratusan juta rupiah.

Kedua korban menyampaikan hal tersebut melalui surat terbuka pada hari ini. Pemilik katering Adilla asal Tawangsari, Supodo, menjelaskan surat terbuka berisi membuka donasi terpaksa ia lakukan untuk membayar kerugian.

“Terpaksa kami lakukan setelah upaya dan iktiar yang dilakukan belum ada titik terang perihal pembayaran nasi kotak dan takjil untuk buka puasa bersama. Kami tertipu akibat order fiktif nasi kotak dan takjil sehingga menderita kerugian senilai Rp936 juta,” kata dia di Cemani, Sukoharjo pada Rabu, 8 Mei 2024.

Baca Juga: Pakai Dana Rp800 Juta, Pemkab Boyolali dan TNI Lakukan Betonisasi Jalan di Desa Gunung

Supodo dan Slamet telah berupaya memohon bantuan kepada para pejabat di Pemkab Sukoharjo maupun Pemkot Solo. Namun, keduanya belum menemukan titik terang dan nilai kerugian yang ditanggungnya cukup besar.

Hingga kini, keduanya kerap ditagih oleh pihak bank, toko kelontong, dan tetangga untuk melunasi utang atas penyediaan makanan buka puasa tersebut.

“Kami benar-benar stres karena hampir setiap hari ditagih untuk melunasi utang dan tidak bisa membayar. Dengan kerendahan hati, sudilah para dermawan meringankan dan membantu kami yang terlilit utang akibat kasus penipuan order fiktif makanan,” kata dia.

Baca Juga: Dishub DKI Jakarta Tegaskan Penindakan Hukum Juru Parkir Liar di Minimarket

Baca Juga :

Bertemu dengan 6 Ketum Parpol, Jokowi Dinilai Siapkan Langkah Politik Pencapresan Ganjar
Profil dan Biodata Intan Nurliana, Turis Malaysia Beri Rating 0 Liburan ke Indonesia

Meski belum ada titik terang, namun Supodo merasa lega sebab pelaku order fiktif tersebut yakni Eko, warga Kabupaten Wonogiri telah ditetapkan sebagai tersangka. Ia kini ditahan oleh Polresta Surakarta.

Sementara itu, kuasa hukum Supodo dan Slamet, Kalono mengatakan kedua klien asal Sukoharjo tersebut memiliki utang masing-masing sekitar Rp400 juta akibat kasus penipuan order fiktif makanan.

You Might Also Like

LRT Velodrome–Manggarai Segera Beroperasi, Tapi Siapkah Manggarai Tampung Lonjakan Penumpang
PT Timah Bantu Bangun Sumur Bor, SMPN 3 Simpang Katis Segera Nikmati Akses Air Bersih
Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
Share This Article
Facebook Email Print
Share
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Follow:
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Previous Article Jelang PON XXI, KONI Jabar Jalin Kerjasama dengan Amidis
Next Article Diminati Dunia, Menko PMK Muhadjir Effendy Minta Perguruan Tinggi Kembangkan Obat Herbal
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Hadapi Musim Kemarau, Pemerintah Pastikan Stok Pangan Nasional Tetap Aman

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Argentina Terlalu Tangguh untuk Swiss, Jadi Penyelamat Amerika Latin di Piala Dunia 2026

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal

2 days ago
Internasional

Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia

4 days ago
Internasional

Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan

4 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index