INVERSI.ID – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) meminta dilakukan penyelidikan secara menyeluruh terkait insiden ledakan dan kebakaran tugboat Musaffah 2 yang membawa sejumlah awak warga negara Indonesia (WNI) di perairan Selat Hormuz.
Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang mengatakan pemerintah Indonesia melalui perwakilan diplomatik terus memantau perkembangan kasus tersebut serta berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait.
“Kementerian Luar Negeri juga mendorong penyelidikan menyeluruh atas insiden ini dan perwakilan RI sedang berkoordinasi dengan otoritas Uni Emirat Arab (UEA) dan Oman serta pihak perusahaan kapal,” kata Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang melalui rekaman video di Jakarta, Minggu.
Yvonne menjelaskan, laporan mengenai insiden itu diterima pada 6 Maret melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Abu Dhabi dan KBRI Muscat. Kapal tugboat bernama Musaffah 2 yang berbendera Uni Emirat Arab dilaporkan mengalami ledakan di Selat Hormuz, tepatnya di perairan antara UEA dan Oman sekitar pukul 02.00 waktu setempat.
Kapal tersebut diketahui diawaki oleh tujuh anak buah kapal (ABK), termasuk empat di antaranya merupakan WNI. Selain itu, terdapat enam teknisi yang turut berada di lokasi, dengan satu teknisi di antaranya juga berkewarganegaraan Indonesia.
Menurut Yvonne, saat insiden terjadi tugboat Musaffah 2 tengah melakukan pemeriksaan terhadap kapal kontainer Safeen Prestige yang mengalami kerusakan. Berdasarkan keterangan saksi, ledakan terjadi di tugboat tersebut hingga memicu kebakaran.
Pada saat peristiwa berlangsung, empat ABK WNI berada di atas kapal Musaffah 2. Sementara satu teknisi WNI diketahui sedang berada di kapal kontainer Safeen Prestige.
Terkait kondisi para WNI, Yvonne menyampaikan bahwa satu ABK mengalami luka bakar dan saat ini sedang menjalani perawatan di rumah sakit di Kota Kazab, Oman. Sementara satu teknisi WNI yang selamat telah berada di Abu Dhabi.
Adapun tiga ABK WNI lainnya hingga kini masih dalam proses pencarian oleh otoritas setempat.
“Saat ini, perwakilan RI di UEA dan Oman secara intensif berkoordinasi dengan otoritas tempat dan perusahaan kapal untuk proses pencarian tiga awak WNI yang hilang dan memastikan perawatan WNI ABK yang selamat serta terus menyampaikan perkembangan penanganan kepada pihak keluarga di Indonesia,” ucap Yvonne.
Kemlu menegaskan bahwa penyebab pasti ledakan masih dalam tahap penyelidikan bersama otoritas di Uni Emirat Arab dan Oman. Pemerintah Indonesia juga terus memantau proses investigasi yang sedang berjalan.
Di tengah situasi tersebut, Kemlu mengimbau seluruh WNI yang berada di kawasan Timur Tengah, termasuk yang bekerja di sektor pelayaran, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan situasi keamanan.
Selain itu, WNI diminta untuk selalu mengikuti informasi dari sumber resmi serta menjaga komunikasi dengan perwakilan diplomatik Indonesia di negara tempat mereka berada. Kemlu juga mengingatkan pentingnya melakukan lapor diri agar perwakilan RI dapat memberikan respons cepat apabila terjadi situasi darurat.