INVERSI.ID – TikTok rilis Campus Verification menjadi kabar gembira bagi mahasiswa yang ingin menambah relasi, menemukan teman sejurusan, hingga menjalin komunikasi dengan alumni. Fitur ini diumumkan melalui laman resmi TikTok Newsroom pada Agustus 2025. Dengan adanya Campus Verification, pengguna bisa menambahkan nama kampus serta tahun kelulusan ke dalam profil, lalu otomatis masuk ke halaman khusus yang mempertemukan mereka dengan teman sekampus.
Kehadiran TikTok rilis Campus Verification sontak mengingatkan banyak orang pada awal mula Facebook. Kala itu, Facebook pertama kali dibuat untuk mahasiswa Harvard agar bisa saling terhubung. Kini, TikTok menghadirkan konsep serupa namun dengan sentuhan modern dan lebih sesuai dengan tren interaksi generasi muda yang identik dengan konten video pendek.
Tidak heran, kabar TikTok rilis Campus Verification langsung menjadi bahan perbincangan. Banyak mahasiswa penasaran bagaimana fitur ini bisa mendekatkan mereka dengan komunitas kampus, apalagi di era digital ketika ruang sosial semakin luas dan pertemanan tidak lagi terbatas pada lingkungan fisik.
Cara Menggunakan Campus Verification di TikTok
Bagi mahasiswa yang penasaran, cara mengaktifkan Campus Verification sebenarnya sangat mudah. Pengguna cukup membuka menu profil di aplikasi TikTok, kemudian memilih opsi “Add school”. Setelah itu, isi data universitas dan tahun kelulusan dengan benar. Untuk memastikan keaslian informasi, TikTok meminta pengguna melakukan verifikasi melalui email akademik resmi yang dikeluarkan kampus masing-masing.
Begitu tahap verifikasi selesai, nama universitas serta tahun angkatan akan otomatis tercantum di profil akun. Dari sini, mahasiswa bisa mengakses halaman eksklusif yang disediakan TikTok untuk setiap kampus. Halaman ini menampilkan daftar mahasiswa lain yang telah melakukan verifikasi. Uniknya, daftar tersebut bisa diurutkan berdasarkan tahun masuk maupun tahun kelulusan, sehingga memudahkan pengguna menemukan teman seangkatan atau alumni.
Selain itu, fitur ini juga membuka ruang interaksi yang lebih terarah. Mahasiswa dapat saling mengikuti, mengirim pesan, hingga membentuk komunitas minat yang relevan dengan kehidupan kampus. Dengan begitu, pertemanan tidak hanya berhenti di jurusan atau fakultas yang sama, tetapi bisa meluas ke mahasiswa dari jurusan lain, bahkan membuka peluang kolaborasi lintas bidang.
Konsep seperti ini terasa segar karena menghadirkan kembali nuansa kampus di dunia maya. Mahasiswa baru bisa lebih cepat beradaptasi, sementara alumni dapat menjalin kembali hubungan dengan rekan lama.
Tersedia di Ribuan Kampus Seluruh Dunia
TikTok tampaknya serius dengan pengembangan Campus Verification. Perusahaan menggandeng UNiDAYS, sebuah layanan global yang fokus pada verifikasi mahasiswa. Kolaborasi ini memungkinkan fitur tersebut digunakan di lebih dari 6.000 universitas di seluruh dunia. Artinya, mahasiswa dari berbagai belahan dunia—baik di Amerika, Eropa, Asia, maupun Afrika—berpeluang menikmati pengalaman sosial baru ini.
Tujuan utama TikTok menghadirkan Campus Verification adalah memperkuat rasa kebersamaan di kalangan mahasiswa. Hal ini sejalan dengan tren bahwa generasi muda kini lebih senang membangun identitas digital yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Kehadiran fitur ini menjembatani kebutuhan tersebut sekaligus memperluas jejaring sosial mereka.
Kabar ini juga memicu perbandingan dengan langkah Instagram. Tahun lalu, platform milik Meta itu diketahui tengah menguji fitur serupa yang memungkinkan pengguna menampilkan nama kampus dan tahun kelulusan. Namun hingga kini belum ada kepastian apakah Instagram benar-benar akan merilis fitur tersebut secara global. Jika pada akhirnya Instagram ikut terjun, persaingan antara dua raksasa media sosial ini justru akan menguntungkan mahasiswa. Mereka bisa memilih platform mana yang paling sesuai dengan gaya berinteraksi masing-masing.
Manfaat dan Tantangan Campus Verification
Campus Verification membawa sejumlah manfaat nyata bagi mahasiswa. Pertama, fitur ini memudahkan pengguna memperluas jaringan pertemanan, baik dengan sesama mahasiswa maupun dengan alumni. Kedua, fitur ini membuka peluang untuk membangun komunitas berbasis kampus yang lebih kuat. Ketiga, adanya interaksi lintas jurusan bahkan bisa melahirkan kolaborasi baru, baik dalam bidang akademik seperti riset dan organisasi, maupun non-akademik seperti bisnis rintisan dan kegiatan sosial.
Di sisi lain, ada pula potensi tantangan yang perlu diperhatikan. Isu keamanan data pribadi menjadi sorotan utama. Informasi kampus dan tahun kelulusan berpotensi disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Meski begitu, TikTok menegaskan bahwa fitur ini bersifat opsional. Artinya, mahasiswa tetap bisa menggunakan TikTok seperti biasa tanpa harus menambahkan data kampus jika merasa kurang nyaman.
Fitur ini juga berpotensi membawa nostalgia bagi generasi lama yang pernah merasakan era media sosial kampus di awal 2000-an. Kini, nostalgia tersebut hadir kembali dengan format lebih modern dan dinamis. Bayangkan, mahasiswa bukan hanya bisa berbagi video lucu atau tren viral, tetapi juga membangun komunitas akademik yang bermanfaat.
Bagi mahasiswa di Indonesia, fitur ini masih menunggu waktu untuk benar-benar hadir. TikTok belum merinci daftar universitas mana saja yang sudah bisa menggunakan Campus Verification. Namun jika nantinya fitur ini resmi dirilis di kampus-kampus Tanah Air, potensi penerimaannya sangat besar. Mahasiswa Indonesia terkenal aktif menggunakan media sosial, dan fitur yang menghubungkan dunia digital dengan kehidupan kampus tentu akan mendapat sambutan hangat.
TikTok Bukan Sekedar Platform Hiburan
Kehadiran Campus Verification menegaskan bahwa TikTok bukan lagi sekadar platform hiburan, tetapi juga wadah interaksi sosial yang relevan dengan kehidupan mahasiswa. Dengan dukungan UNiDAYS dan jangkauan hingga ribuan universitas di dunia, fitur ini berpotensi menjadi tren baru dalam dunia pendidikan digital.
Meski ada catatan soal privasi, fleksibilitas TikTok yang membiarkan fitur ini bersifat opsional membuat pengguna bisa tetap merasa aman. Jika suatu saat hadir di Indonesia, bukan tidak mungkin Campus Verification akan menjadi salah satu fitur favorit mahasiswa, baik untuk mencari teman sejurusan, menjalin kolaborasi, maupun sekadar bernostalgia dengan suasana kampus.