By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Tinggal di Hotel Jadi Gaya Hidup Baru Anak Muda, Kok Bisa?
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Tinggal di Hotel Jadi Gaya Hidup Baru Anak Muda, Kok Bisa?

LifeStyle

Tinggal di Hotel Jadi Gaya Hidup Baru Anak Muda, Kok Bisa?

Jack
By
Jack
1 year ago
Share
3 Min Read
SHARE

INVVERSI.ID – Fenomena unik terjadi di China. Semakin banyak anak muda memilih tinggal di hotel dalam jangka panjang ketimbang menyewa atau membeli rumah. Tren ini tak hanya menjadi perbincangan di dalam negeri, tapi juga menarik perhatian internasional.

Contents
Tinggal di Hotel: Lebih Efisien dan Minim StresPandemi dan Adaptasi Hotel BujetTidak Bisa Dekorasi, Tapi Tidak Masalah

Semua bermula dari viralnya kisah satu keluarga di China yang memilih tinggal di hotel sebagai alternatif hunian. Kini, langkah serupa diikuti oleh banyak generasi muda yang menilai bahwa tinggal di hotel lebih praktis dan ekonomis.

Tinggal di Hotel: Lebih Efisien dan Minim Stres

Bagi anak muda seperti Hu Weiwei (24), seorang gamer profesional, tinggal di hotel dianggap lebih efisien.

“Saya tidak perlu membayar deposit, tidak ada biaya utilitas, dan tidak harus membersihkan kamar sendiri. AC bisa menyala 24 jam dan lokasi hotel dekat dengan fasilitas umum seperti restoran dan stasiun,” ujar Hu kepada Sixth Tone, dikutip dari Oddity Central.

Menurut perhitungannya, menyewa apartemen bersama teman bisa menghabiskan biaya sekitar 1.000 yuan (sekitar Rp 2,3 juta) per bulan. Sementara menyewa sendiri bisa mencapai 2.000–3.000 yuan. Tinggal di hotel justru lebih hemat, dengan biaya sekitar 2.500 yuan, sudah termasuk banyak keuntungan.

Hal senada diungkapkan Tang Miaomiao (22), yang merasa lebih nyaman tinggal di hotel karena pelayanannya yang personal.

“Saya tidak perlu membayar sewa satu bulan penuh atau biaya agensi. Staf hotel bahkan mengingat menu sarapan favorit saya,” katanya.

Pandemi dan Adaptasi Hotel Bujet

Tren ini dipercepat saat pandemi COVID-19, ketika sektor pariwisata lesu dan hotel-hotel bujet mulai mengadaptasi layanan untuk tamu jangka panjang. Langkah ini membuat harga sewa kamar hotel menjadi lebih kompetitif dibandingkan menyewa apartemen biasa.

“Selama pembatasan mobilitas, banyak hotel bujet yang menawarkan tarif sangat terjangkau, bahkan lebih murah daripada apartemen,” ujar Wu Ben, profesor madya pariwisata di Universitas Fudan, Shanghai.

Baca Juga :

Kisah Sukses Ariyanto Bos Bakpia Jogkem di Yogyakarta, Berbagi dan Transfaran
Drama Penalti Justin Hubner Diulang, Simak 2 Alasannya

“Bagi pihak hotel, tamu jangka panjang lebih ideal karena tidak banyak menuntut layanan tambahan.”

Hotel-hotel bujet pun semakin banyak ditemukan di kota-kota besar seperti Beijing, Shanghai, hingga Shenzhen. Mereka menjadi solusi praktis bagi anak muda yang ingin hidup mandiri tanpa beban administratif menyewa tempat tinggal tradisional.

Tidak Bisa Dekorasi, Tapi Tidak Masalah

Meski tinggal di hotel memiliki batasan seperti tidak bisa bebas mendekorasi ruangan, mayoritas anak muda menganggap itu bukan kendala besar. Gaya hidup praktis dan fleksibel dianggap lebih penting ketimbang kepemilikan properti atau kebebasan mengatur interior.

Fenomena ini menyoroti perubahan gaya hidup generasi muda, yang lebih menekankan kenyamanan, efisiensi, dan kebebasan dari drama administratif seperti berurusan dengan pemilik kontrakan atau birokrasi kepemilikan rumah.***

You Might Also Like

Target Wisman Naik Tajam, Kemenpar Optimistis Indonesia Dikunjungi 19,1 Juta Turis Asing pada 2027
Bandara Soekarno-Hatta Tambah Rute Baru ke Tiongkok, Spring Airlines Resmi Terbang ke Jakarta
Pamer Liburan, Tapi Keluhkan Pertamax? Fenomena yang Memicu Perdebatan di Medsos
Harga Avtur Melonjak, Kemenpar dan Kemenhub Cari Cara Jaga Tiket Pesawat Tetap Terjangkau
Tak Hanya Bali, Kemenpar Genjot 10 Destinasi Prioritas untuk Tarik Wisatawan Mancanegara
TAGGED:Anak MudaTinggal di Hotel
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Pesan Menteri BKKBN untuk Gen Z: Jangan Nikah Dini, Hindari Seks Bebas, dan Narkoba
Next Article Gen Z Unjuk Gigi! Kompetisi Desain Digital Jadi Ajang Pembuktian Kreativitas Anak Muda
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Travel

Beda dengan Wisata Kuliner, Gastronomi Tawarkan Cerita dan Warisan Budaya Nusantara

1 week ago
Travel

Tak Mau Tertinggal dari Vietnam, Indonesia Siapkan Jurus Baru Dongkrak Pariwisata

2 weeks ago
Travel

Instalasi Sunflower Angel Jadi Magnet Baru di Candi Prambanan, Pengunjung Membludak

2 weeks ago
Travel

Libur Panjang Idul Adha 2026, KAI Layani Lebih dari 1,2 Juta Penumpang

4 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index