Halo Inversi! Fenomena tawuran pelajar yang belakangan marak bikin resah banyak pihak. Namun, Pemerintah Kota Semarang punya cara kreatif untuk mengatasinya: lewat olahraga.
Bekerja sama dengan Pertina (Persatuan Tinju Amatir Indonesia) Kota Semarang, digelarlah Eksibisi Tinju Pelajar Anti Tawuran 2025 di Balai Kota Semarang.
Ide ini lahir langsung dari Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, yang ingin pelajar di kotanya punya wadah untuk menyalurkan energi, jiwa kompetitif, sekaligus membuktikan diri dengan cara positif. Alih-alih beradu di jalanan, mereka bisa “tarung” sehat di atas ring.
Tinju Sebagai Ajang Pembuktian, Bukan Kekerasan
Dalam sambutan yang dibacakan oleh Kepala Dispora Kota Semarang, Fravarta Sadman, Wali Kota Agustina menegaskan bahwa olahraga, khususnya tinju, bukan sekadar ajang adu fisik, tapi media efektif untuk menyalurkan semangat, energi, dan jiwa petarung generasi muda.
“Jadikan ring tinju sebagai arena pembuktian diri, bukan jalanan atau tempat-tempat yang merugikan. Fokuslah berlatih keras dan tunjukkan bahwa pelajar Kota Semarang adalah generasi berprestasi dan anti kekerasan,” tegasnya.
Ketua Pertina Kota Semarang, Rahmulyo Adi Wibowo, menyebut kegiatan ini sebagai momentum bersejarah. Bukan cuma sekadar eksibisi, tapi juga proses penjaringan atlet-atlet muda berbakat di cabang olahraga tinju.
“Alhamdulillah, eksibisi terselenggara dengan baik dan lancar. Ini bukan sekadar pertandingan, tetapi bagian dari upaya membina mental disiplin dan sportivitas pelajar. Harapannya, kegiatan ini bisa jadi agenda tahunan dan bahkan diperluas ke tingkat kecamatan,” jelasnya.
Rahmulyo optimis, jika acara ini konsisten digelar, Semarang bisa melahirkan atlet tinju masa depan yang berprestasi, bahkan sampai level nasional maupun internasional.
32 Pelajar, Dua Sasana, Satu Misi
Pada penyelenggaraan perdana ini, tercatat ada 32 pelajar SMA dan SMK se-Kota Semarang yang ikut ambil bagian. Mereka sebelumnya sudah menjalani training center (TC) intensif selama satu bulan di dua sasana tinju ternama, yakni Rambing Boxing Camp dan YTBK.
Salah satu peserta yang mencuri perhatian adalah Yehezkiel Putra Emas, siswa SMK PL Tarsisius. Ia berhasil mencatat kemenangan TKO (technical knockout) di laga perdananya.
“Senang dan lega banget bisa mengeluarkan emosi di ring dan menang. Selama persiapan, kami dilatih fisik, mental, ketahanan tubuh, dan teknik pukulan. Jadi rasanya semua kerja keras terbayar,” ungkap Yehezkiel dengan bangga.
Lebih dari sekadar olahraga, eksibisi tinju ini diproyeksikan menjadi embrio lahirnya event-event olahraga lain di Semarang. Pemerintah Kota bersama Dispora, Pertina, dan sekolah-sekolah ingin menjadikan kegiatan ini sebagai sarana pendidikan karakter: membangun disiplin, sportivitas, fokus, serta menjauhkan pelajar dari perilaku negatif.
Dengan semangat kolaborasi, Eksibisi Tinju Pelajar Anti Tawuran 2025 jadi bukti bahwa olahraga mampu menjadi solusi kreatif dalam menghadapi masalah sosial remaja.
Dari sini, diharapkan lahir generasi muda Semarang yang tidak hanya sehat jasmani, tapi juga tangguh mental, berprestasi, dan punya jiwa positif untuk masa depan.