By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Tornado Pertama Terjadi di Indonesia, Apa Bedanya dengan Puting Beliung?
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Tornado Pertama Terjadi di Indonesia, Apa Bedanya dengan Puting Beliung?

Terkini

Tornado Pertama Terjadi di Indonesia, Apa Bedanya dengan Puting Beliung?

Natio
By
Natio
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Follow:
1 year ago
Share
4 Min Read
SHARE

Pakar klimatologi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Erma Yulihastin mengatakan, badai tornado telah terjadi untuk pertama kalinya di Indonesia.

Badai tornado yang disebut tersebut adalah kejadian angin puting beliung dahsyat yang terjadi di wilayah Rancaekek, Kabupaten Bandung dan sebagian wilayah Sumedang, Rabu (21/2/2024).

Baca juga: Pengertian dan Manfaat Pengelolaan Kinerja Guru Melalui Platform Merdeka Mengajar

Atas peristiwa tersebut, sejumlah bangunan rusak, pohon tumbang, truk terguling hingga sepeda motor ikut terjatuh.

Peristiwa tersebut juga menyebabkan sebanyak 29 orang mengalami luka-luka akibat terjangan angin puting beliung.

“Jadi bagaimana, kalian sudah percaya sekarang kalau badai tornado bisa terjadi di Indonesia?,” tulis Erma Yulihastin di Twitter, dikutip pada Kamis (22/2/2024).

Perbedaan Tornado dan Puting Beliung

Menurut Erma, hal itu terlihat berdasarkan kronologi dan foto-foto, serta video dokumentasi dari masyarakat yang membantu para periset, sehingga menyimpulkan kejadian di wilayah Sumedang merupakan tornado dan bukan puting beliung.

Baca juga: Cara dan Strategi Membuat Pembelajaran yang Menyenangkan bagi Siswa

“Kronologi foto-foto dan video dari masyarakat dan media sangat membantu periset dalam mendokumentasikan extreme event yang tercatat sebagai tornado pertama ini,” tulisnya.

Baca Juga :

Musik AI Menurut Bimbim Slank: Bagus Tapi Mudah Dibedakan dari Sentuhan Manusia
Bagaimana Entrepreneurship Mengubah Dunia Bisnis di Tahun 2025: Inovasi, Digitalisasi, dan Ekonomi Berkelanjutan

Erma juga menambahkan bahwa durasi bencana tersebut berlangsung lama. Hal ini berbeda dengan kebiasaan pada kejadian angin puting beliung di Indonesia.

“Selain itu juga durasi. Dalam kasus puting beliung yang biasa terjadi di Indonesia, hanya sekitar 5-10 menit, itu pun sudah sangat lama. Hanya ada satu kasus yang tidak biasa ketika puting beliung terjadi dalam durasa 20 menit di Cimeyan pada 2021,” ujarnya.

Meski demikian, Erma belum menyampaikan data kecepatan angin dan diameter, serta penyebab tornado yang pertama kalinya terjadi di Indonesia itu.

“Kami tim periset dari BRIN secepatnya akan melakukan rekonstruksi dan investigasi tornado Rancaekek,” ungkap Erma.

Erma lebih lanjut menjelaskan tentang perbedaan antara badai tornado dengan angin puting beliung yang kerap terjadi di Indonesia.

Baca juga: Pendekatan yang Tepat Melibatkan Peserta Didik Dalam Proyek Profil

“Efek tornado beda dengan puting beliung, tornado punya skala kekuatan angin lebih tinggi dan radius lebih luas. Angin tornado minimal kecepatan mencapai 70 km/jam. Dalam kajian kami di BRIN, angin puting beliung terkuat 56 km/jam,” terangnya.

12Next Page

You Might Also Like

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Bola “Meriam” dan Rahasia Banjir Gol di Piala Dunia 2026
Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat
Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur
Share This Article
Facebook Email Print
Share
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Follow:
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Previous Article Biodata dan Profil Ruy Iskandar, Aktor Asal Indonesia Pemeran Avatar: The Last Airbender
Next Article Jalani Pemeriksaan, Vincent Rompies Sangat Berempati Pada Korban Bullying Binus Serpong
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival

21 hours ago
Pildun 2026Terkini

Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

22 hours ago
Pildun 2026Terkini

Belgia Terancam Pulang Lagi, Iran Bikin Kejutan! Grup G Piala Dunia Makin Brutal

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Cape Verde Tinggal Selangkah Ukir Sejarah ke Babak Gugur Piala Dunia

2 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index