By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Fenomena Backburner, Hubungan Tanpa Komitmen yang Makin Populer di Kalangan Gen Z
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Fenomena Backburner, Hubungan Tanpa Komitmen yang Makin Populer di Kalangan Gen Z

LifeStyle

Fenomena Backburner, Hubungan Tanpa Komitmen yang Makin Populer di Kalangan Gen Z

Jack
By
Jack
1 year ago
Share
4 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Di era digital, hubungan tanpa komitmen semakin menjadi tren, terutama di kalangan Generasi Z. Salah satu istilah yang kian populer adalah backburner relationship, yakni ketika seseorang dijadikan cadangan dalam hubungan—baik dalam percintaan, pertemanan, maupun karier tanpa adanya kejelasan atau komitmen serius.

Contents
Apa Itu Backburner Relationship?Kenapa Banyak Orang Memilih Hubungan Backburner?Situationship: Hubungan Tanpa Komitmen yang Makin Diminati Gen ZMengapa Gen Z Lebih Memilih Hubungan Tanpa Komitmen?Kesimpulan: Backburner Relationship, Tren yang Perlu Disikapi dengan Bijak

Apa Itu Backburner Relationship?

Istilah “backburner” berasal dari dunia kuliner, yang secara harfiah berarti “tungku belakang” atau bagian belakang kompor. Dalam konteks hubungan, backburner merujuk pada seseorang yang dipertahankan dalam lingkaran sosial atau emosional, tetapi hanya sebagai pilihan sekunder atau cadangan.

Fenomena ini menjadi semakin lazim di era media sosial, di mana komunikasi dapat terjalin dengan mudah tanpa interaksi langsung. Seseorang mungkin memelihara hubungan “backburner” dengan tetap berkomunikasi sesekali, menjaga kedekatan, tetapi tanpa niat untuk menjalin hubungan yang lebih dalam.

Kenapa Banyak Orang Memilih Hubungan Backburner?

Menurut Metro UK, banyak orang dalam hubungan backburner sebenarnya sudah memiliki pasangan resmi. Mereka mempertahankan hubungan dengan seseorang sebagai “cadangan” jika hubungan utama mereka bermasalah atau berakhir.

Hubungan semacam ini umumnya melibatkan tiga pihak:

  1. Pelaku backburner (orang yang menjaga “cadangan”),
  2. Pasangan resmi
  3. Orang yang dijadikan backburner (yang tidak mendapatkan kepastian hubungan).

Alasan utama seseorang mempertahankan backburner relationship adalah rasa takut kesepian atau keinginan untuk selalu memiliki opsi lain jika hubungan utama tidak berjalan sesuai harapan.

Situationship: Hubungan Tanpa Komitmen yang Makin Diminati Gen Z

Tren hubungan tanpa komitmen juga terlihat dalam data yang dirilis oleh aplikasi kencan indeR dalam laporan tahunan A Year in Swipe. Laporan ini menunjukkan bahwa istilah “situationship” semakin sering digunakan dalam profil pengguna, terutama di kalangan perempuan berusia 18 hingga 25 tahun atau Gen A.

Situationship adalah hubungan yang lebih dari sekadar pertemanan, tetapi tanpa kejelasan status dan tanpa komitmen. Bagi banyak anak muda, ini dianggap lebih fleksibel dan tidak membebani emosional seperti hubungan serius.

Mengapa Gen Z Lebih Memilih Hubungan Tanpa Komitmen?

Ada beberapa alasan mengapa Gen Z lebih nyaman dengan hubungan tanpa komitmen, di antaranya:

Baca Juga :

Royalti Jumbo dari Timah, Bangka Belitung Kebagian Rp 425 Miliar Atas Kontribusi Untuk Negara
Generasi Hebat Kota Depok! Belajar, Berkarya, dan Berprestasi Tanpa Batas

Kebebasan dan Fleksibilitas

Hubungan tanpa komitmen memungkinkan mereka tetap terbuka terhadap banyak kemungkinan tanpa merasa terikat.

Kemudahan Akses dalam Digitalisasi

Dengan adanya Instagram, TikTok, dan aplikasi kencan, membangun koneksi tanpa komitmen menjadi lebih mudah dan cepat.

Kurangnya Kepercayaan pada Hubungan Jangka Panjang

Banyak Gen Z melihat hubungan jangka panjang sebagai sesuatu yang terlalu menuntut secara emosional dan finansial.

Prioritas pada Pengembangan Diri

Alih-alih menghabiskan waktu dalam hubungan serius, mereka lebih memilih fokus pada karier, pendidikan, atau eksplorasi diri.

Kesimpulan: Backburner Relationship, Tren yang Perlu Disikapi dengan Bijak

Fenomena backburner relationship bukan hanya terjadi dalam percintaan, tetapi juga dalam pertemanan dan dunia kerja. Bagi sebagian orang, ini memberikan fleksibilitas, tetapi di sisi lain, bisa menyebabkan ketidakpastian emosional dan perasaan tidak dihargai.

Gen Z yang semakin terbuka terhadap hubungan tanpa komitmen perlu memahami bahwa hubungan yang sehat adalah yang didasarkan pada komunikasi yang jelas dan saling menghargai. Sebelum terjebak dalam tren, penting untuk mempertimbangkan bagaimana dampaknya terhadap kesejahteraan emosional dan psikologis.***

You Might Also Like

Wisata Indonesia Makin Bergairah, Kunjungan Turis Asing dan Wisnus Kompak Meningkat
Komdigi: Akun Influencer Daerah Jadi Target Utama Spam Judi Online di Media Sosial
WhatsApp Bakal Hadirkan Fitur Username, Chat Tanpa Perlu Bagikan Nomor Telepon
Indonesia Kejar Posisi Teratas GMTI 2026, Kemenpar Perkuat Promosi Wisata Halal
Pemerintah Jepang Resmi Usulkan Sistem Dua Ibu Kota untuk Kurangi Sentralisasi Tokyo
TAGGED:Backburnergen z
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Perpisahan Sederhana, Prestasi Luar Biasa: SMAN 14 Bekasi Gak Main-Main!
Next Article Emma Chamberlain Comeback! Gaya Makeup dan Pesonanya Langsung Bikin Gen Z Terinspirasi
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Travel

Kebijakan Bebas Visa Dinilai Jadi Kunci Tingkatkan Daya Saing Pariwisata Indonesia

3 weeks ago
Travel

Target Wisman Naik Tajam, Kemenpar Optimistis Indonesia Dikunjungi 19,1 Juta Turis Asing pada 2027

4 weeks ago
Travel

Bandara Soekarno-Hatta Tambah Rute Baru ke Tiongkok, Spring Airlines Resmi Terbang ke Jakarta

4 weeks ago
LifeStyleTerkini

Pamer Liburan, Tapi Keluhkan Pertamax? Fenomena yang Memicu Perdebatan di Medsos

4 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index