INVERSI.ID – Setelah tren velocity mencuri perhatian, TikTok kini kembali diramaikan dengan tren baru bertema “kesenjangan sosial”. Konten-konten yang mengangkat topik ini tengah ramai di linimasa dan menjadi bahan perbincangan banyak pengguna, terutama di kalangan anak muda.
Tren ini menampilkan percakapan antara dua orang dari kelas sosial berbeda, biasanya dalam konteks masa pendekatan atau hubungan asmara.
Dialog yang muncul kerap menunjukkan kontras gaya hidup yang tajam—mulai dari perbedaan selera makanan, tempat nongkrong, hingga pandangan soal pengeluaran harian.
Ironi yang Dibungkus Humor
Menariknya, tren ini dibalut dengan sentuhan musik “Just a Friend To You” dari Meghan Trainor. Lagu yang sebenarnya bercerita tentang cinta bertepuk sebelah tangan itu justru memberikan nuansa ironis saat digunakan sebagai latar percakapan soal ketimpangan sosial.
Meski mengangkat tema yang cukup serius, konten-konten ini dibuat dengan gaya ringan dan jenaka, membuatnya lebih mudah diterima dan dinikmati warganet.
Hal ini juga memicu diskusi ringan tentang realita hidup dalam masyarakat dengan latar ekonomi yang beragam.
Daya Tarik yang Relatable
Salah satu alasan tren ini begitu cepat viral adalah karena banyak orang merasa “relate”. Terutama bagi mereka yang berasal dari kalangan menengah atau bawah, percakapan yang ditampilkan terasa sangat akrab dengan keseharian.
“Tren ini seperti cermin kecil kehidupan sehari-hari, tapi disajikan dalam bentuk konten hiburan yang menghibur sekaligus menyentil,” ujar salah satu pengguna TikTok di kolom komentar.
Kesenjangan sosial adalah kondisi ketidakseimbangan dalam kehidupan masyarakat, sering kali terlihat dari perbedaan kekayaan, akses pendidikan, hingga gaya hidup. Tren TikTok ini secara tidak langsung menjadi proyeksi visual dari realita tersebut, meskipun dikemas secara kreatif dan ringan.***