Inversi Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, menghadiri secara langsung Upacara Wisuda Universitas Indonesia (UI) Program Sarjana dan Vokasi Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026.
Dalam kegiatan yang berlangsung di Balairung Kampus UI, Depok, pada Sabtu (14/02/2026) tersebut, Bendahara Negara menyampaikan orasi inspiratif sekaligus memaparkan proyeksi ekonomi makro Indonesia di hadapan ribuan lulusan sebagai calon motor penggerak ekonomi nasional.
Menteri Keuangan memberikan apresiasi tertinggi atas capaian akademik yang diraih para wisudawan. Beliau menekankan bahwa keberhasilan menuntaskan jenjang pendidikan tinggi merupakan manifestasi dari disiplin, ketekunan, dan kerja keras selama bertahun-tahun dalam menghadapi dinamika akademik yang kompleks.
Penghormatan atas Peran Orang Tua dan Tenaga Pendidik
Dalam pidatonya, Menteri Keuangan secara khusus menginstruksikan para wisudawan untuk memberikan penghormatan kepada orang tua dan dosen. Beliau menegaskan bahwa gelar akademik yang diraih bukan sekadar keberhasilan individu, melainkan hasil sinergi dari dukungan tanpa pamrih keluarga serta bimbingan intelektual dari para pendidik.
“Di balik perjuangan para wisudawan, terdapat peran orang tua yang konsisten mendidik dengan penuh pengorbanan, serta para dosen yang berperan dalam membentuk kedisiplinan, pola pikir, dan karakter. Capaian ini adalah milik bersama,” ujar Menkeu di hadapan sivitas akademika Universitas Indonesia.
Dukungan Fiskal dan Penguatan Dana Abadi Pendidikan
Menteri Keuangan menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui alokasi anggaran pendidikan yang strategis. Salah satu instrumen utama yang disinggung adalah pengelolaan dana abadi pendidikan oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Hingga awal tahun 2026, akumulasi dana abadi pendidikan dilaporkan telah mencapai angka signifikan, yakni sekitar Rp150 triliun. Dana ini diproyeksikan untuk menjamin keberlanjutan beasiswa dan riset, sehingga lulusan perguruan tinggi seperti Universitas Indonesia memiliki peluang yang lebih luas dalam menempuh pendidikan lanjutan maupun menghasilkan inovasi yang berdampak bagi negara.
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2026 dan Target 8 Persen
Sebagai pemegang otoritas fiskal, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memberikan gambaran optimis mengenai arah pertumbuhan ekonomi nasional. Beliau memaparkan bahwa ekonomi Indonesia saat ini berada dalam fase ekspansi yang stabil.
Beberapa poin krusial terkait proyeksi ekonomi yang disampaikan meliputi:
- Pertumbuhan Jangka Pendek: Ekonomi Indonesia diproyeksikan mendekati angka 6 persen pada tahun 2026.
- Proyeksi 2027: Terdapat potensi pertumbuhan melampaui angka 6 persen pada tahun mendatang seiring dengan penguatan hilirisasi industri.
- Target Jangka Menengah: Pemerintah membidik pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen sebagai syarat mutlak untuk menjadi negara maju dan menyerap angkatan kerja baru secara optimal.
- Durasi Ekspansi: Pemerintah memastikan fase ekspansi ekonomi ini akan dijaga konsistensinya hingga tahun 2030.
“Para wisudawan adalah pelaku yang akan menentukan arah ekonomi dan masa depan bangsa. Kontribusi Anda akan sangat signifikan dalam mendukung fase ekspansi ekonomi Indonesia,” tegas Menkeu.
Integritas dan Kontribusi Nyata bagi Indonesia Emas 2030
Menutup orasi ilmiahnya, Menteri Keuangan berpesan agar lulusan Universitas Indonesia senantiasa menjaga integritas dan memiliki keberanian dalam menghadapi tantangan di dunia profesional. Ilmu yang diperoleh di bangku kuliah diharapkan menjadi fondasi utama dalam berkontribusi bagi pembangunan nasional.
Menteri Keuangan mengajak para lulusan untuk bersinergi dalam mewujudkan visi Indonesia Emas. Transformasi menuju negara maju memerlukan keterlibatan intelektual muda yang memiliki semangat belajar berkelanjutan dan etos kerja yang tinggi.
“Kita sedang berada dalam fase krusial pembangunan. Mari kita bekerja lebih keras secara kolektif untuk memastikan fondasi ekonomi kita semakin kokoh guna menyongsong Indonesia maju,” tutupnya.