By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: UMKM Perikanan Malang Pasok 300 Kilogram Lele per Hari untuk Program MBG
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » UMKM Perikanan Malang Pasok 300 Kilogram Lele per Hari untuk Program MBG

MBG

UMKM Perikanan Malang Pasok 300 Kilogram Lele per Hari untuk Program MBG

Adrian
By
Adrian
3 months ago
Share
5 Min Read
Foto : Pekerja memotong Ikan Lele yang akan di distribusikan ke SPPG di Kabupaten Malang, Jawa Timur (Sumber : www.bgn.go.id)
Foto : Pekerja memotong Ikan Lele yang akan di distribusikan ke SPPG di Kabupaten Malang, Jawa Timur (Sumber : www.bgn.go.id)
SHARE

Inversi Peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kembali menunjukkan kontribusi nyata dalam mendukung program strategis pemerintah.

Di Kabupaten Malang, Jawa Timur, salah satu pelaku UMKM di sektor perikanan secara konsisten memasok ikan lele segar ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bagian dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Setiap hari, tidak kurang dari 300 kilogram ikan lele diproses dan didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat penerima manfaat.

Aktivitas pemotongan ikan lele yang dilakukan para pekerja di lokasi produksi menjadi bagian penting dalam rantai pasok pangan program MBG. Proses ini dilakukan dengan memperhatikan standar kebersihan dan keamanan pangan, sehingga kualitas bahan baku yang didistribusikan tetap terjaga.

Para pekerja tampak terampil dalam menjalankan tugasnya, mulai dari proses penyortiran, pembersihan, hingga pengemasan ikan sebelum dikirim ke berbagai titik SPPG di wilayah Kabupaten Malang.

Keterlibatan UMKM dalam penyediaan bahan pangan ini tidak hanya memperkuat pelaksanaan program MBG, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi pelaku usaha lokal. Permintaan yang stabil dari SPPG menciptakan kepastian pasar bagi pembudidaya dan pengolah ikan lele, sehingga mereka dapat meningkatkan kapasitas produksi secara berkelanjutan.

Salah satu pelaku usaha menyampaikan bahwa sebelum adanya program MBG, permintaan terhadap ikan lele cenderung fluktuatif. Namun, sejak program tersebut berjalan, kebutuhan terhadap bahan baku ikan menjadi lebih konsisten. Hal ini memberikan rasa aman bagi pelaku usaha dalam merencanakan produksi serta mengelola sumber daya yang dimiliki.

“Dengan adanya program ini, permintaan jadi lebih jelas. Kami bisa memperkirakan kebutuhan harian, sehingga produksi juga bisa lebih terencana,” ujarnya.

Program MBG memang dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga untuk memberdayakan potensi ekonomi lokal. Dengan mengutamakan penggunaan bahan pangan dari dalam negeri, khususnya dari pelaku usaha di daerah, program ini secara tidak langsung mendorong pertumbuhan sektor usaha kecil dan menengah.

Di Kabupaten Malang, keberadaan UMKM perikanan yang memasok ikan lele menjadi contoh konkret bagaimana sinergi antara program pemerintah dan pelaku usaha lokal dapat berjalan dengan baik. Selain meningkatkan pendapatan pelaku usaha, kegiatan ini juga membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar.

Baca Juga :

Jadwal Tayang Drama Thailand My Precious The Series, Full Episode 1-10
Bisa Jadi Menu Diet, Ini 7 Manfaat Sarapan Oatmeal di Pagi Hari

Proses produksi yang melibatkan tenaga kerja lokal memberikan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Lebih jauh, distribusi ikan lele ke SPPG juga memastikan bahwa bahan pangan yang digunakan dalam program MBG memiliki nilai gizi yang baik.

Ikan lele dikenal sebagai sumber protein yang terjangkau dan mudah diolah, sehingga menjadi pilihan tepat dalam penyusunan menu bergizi bagi penerima manfaat, khususnya anak-anak sekolah.

Pihak pengelola SPPG menyambut baik kerja sama dengan pelaku UMKM lokal. Selain menjamin ketersediaan bahan baku, kemitraan ini juga memungkinkan proses distribusi berjalan lebih cepat dan efisien. Kedekatan lokasi produksi dengan dapur SPPG menjadi faktor pendukung dalam menjaga kesegaran bahan pangan yang digunakan.

Dalam pelaksanaannya, proses distribusi dilakukan secara terjadwal setiap hari. Setelah melalui tahap pemotongan dan pengemasan, ikan lele langsung dikirim ke dapur SPPG untuk diolah menjadi berbagai menu makanan bergizi. Proses ini menunjukkan adanya sistem rantai pasok yang terintegrasi dengan baik, mulai dari produksi hingga konsumsi.

Program MBG yang melibatkan pelaku UMKM lokal seperti ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Dengan memanfaatkan sumber daya lokal, ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah dapat dikurangi. Selain itu, pendekatan ini juga mendorong kemandirian ekonomi di tingkat daerah.

Ke depan, diharapkan semakin banyak pelaku UMKM yang dapat terlibat dalam program MBG, baik di sektor perikanan, pertanian, maupun peternakan. Partisipasi yang luas dari berbagai sektor akan memperkuat ekosistem pangan lokal sekaligus meningkatkan dampak ekonomi program secara keseluruhan.

Pemerintah daerah juga terus mendorong peningkatan kapasitas pelaku UMKM melalui pelatihan dan pendampingan. Tujuannya adalah agar pelaku usaha dapat memenuhi standar kualitas yang ditetapkan serta mampu bersaing dalam memenuhi kebutuhan program secara berkelanjutan.

Dengan adanya sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat yang luas. Tidak hanya dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.

Kisah UMKM perikanan di Kabupaten Malang ini menjadi bukti bahwa program pemerintah dapat memberikan dampak nyata apabila didukung oleh kolaborasi yang baik antara berbagai pihak. Dari aktivitas sederhana seperti memotong ikan lele, lahir kontribusi besar dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat sekaligus memperkuat perekonomian daerah.

Dengan semangat kerja sama dan komitmen yang kuat, pelaksanaan program MBG di berbagai daerah di Indonesia diharapkan terus berkembang dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.

You Might Also Like

Presiden Prabowo Apresiasi Dapur MBG Polri: Terbaik di Indonesia”
Presiden Prabowo Puji Standar Kualitas Dapur MBG yang Dikelola Polri
Kejari Kudus Panggil 78 Mitra SPPG Program MBG untuk Klarifikasi Administrasi
Polri Perkuat Ketahanan Pangan: Operasikan 828 Dapur Gizi untuk 3,5 Juta Penerima Manfaat
Perkuat Sinergi, BGN Koordinasi dengan Pimpinan DPR RI demi Akselerasi MBG
TAGGED:HariKilogramLeleMalangMBGPerikananUMKMUMKM PerikananUMKM Perikanan Malang
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan keterangan pers di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026). (Foto: Instagram/Dok. Melangkah Dari Timur) Menteri ESDM Bahlil Pastikan Energi Nasional Stabil Usai Bertemu Presiden Prabowo
Next Article Foto : Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana (Sumber : bgn.go.id) Tata Kelola MBG, BGN Tegaskan Skema Insentif Berbasis Evaluasi SPPG
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Foto : Mantan Menteri Keuangan RI Fuad Bawazier menilai penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis (MBG) (Sumber : prabowosubianto.com)
MBG

Fuad Bawazier Optimistis Program MBG Capai Kematangan di Tahun Ketiga

2 weeks ago
Foto : Ilustrasi program MBG untuk masyarakat indonesia (Sumber : bgn.go.id)
MBG

Partisipasi Publik Kawal Program Strategis: Masyarakat Bali Sampaikan Aspirasi MBG

2 weeks ago
Foto : Ilustrasi Program MBG untuk akselerasi bangsa (Sumber : bgn.id)
MBG

Cakupan MBG & Ekonomi Daerah: DPR Ajak Pemerintah Sinergikan Potensi Lokal

2 weeks ago
Foto : Ilustrasi Program MBG Indonesia (Sumber : bgn.go.id)
MBG

Kawal Program MBG, Bali Suarakan Dukungan & Perbaikan Tata Kelola

2 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index