INVERSI.ID – Universitas Indonesia (UI) terus memperkuat langkah internasionalisasi di bidang riset, publikasi ilmiah, hingga pengembangan talenta akademik melalui kerja sama Program Global Reach bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Penandatanganan kerja sama tersebut menjadi bagian dari strategi UI untuk memperluas pengaruh akademik Indonesia di tingkat global sekaligus meningkatkan daya saing kampus di kancah internasional.
Rektor UI Heri Hermansyah mengatakan program Global Reach menjadi momentum penting dalam mendorong hasil riset dan inovasi kampus agar semakin dikenal dunia.
“Melalui Global Reach, kami ingin memastikan bahwa hasil riset dan inovasi UI tidak hanya bermanfaat bagi bangsa, tetapi juga diakui secara internasional, sehingga menjadi katalis yang mengakselerasi langkah UI menuju peringkat 100 besar dunia,” katanya di Depok, Selasa.
Selain memperkuat kolaborasi internasional, UI juga tengah menyiapkan rencana ekspansi dengan membuka kantor perwakilan di Shanghai dan Shenzhen, China.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk keseriusan UI dalam memperluas jaringan pendidikan global sekaligus menarik mahasiswa dan peneliti asal China untuk melanjutkan studi di Indonesia, khususnya di Universitas Indonesia.
Menurut Heri, upaya itu juga menjadi bukti komitmen UI sebagai salah satu kampus pionir dalam pelaksanaan program Global Reach.
Sementara itu, Direktur Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Mukhamad Najib menegaskan dukungan pemerintah terhadap langkah UI menuju kampus berkelas dunia.
“UI kami dorong menjadi kampus flagship Indonesia. Dengan Global Reach, UI tidak hanya memperkuat posisinya di tingkat internasional, tetapi juga menjadi katalis bagi kampus-kampus lain di Indonesia untuk ikut maju,” ujarnya.
Dukungan serupa juga datang dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Direktur Fasilitasi Riset LPDP Ayom Widipaminto menyebut konsep Global Reach dirancang agar UI dapat menjadi penggerak bagi kampus-kampus lain di Indonesia untuk berkembang bersama.
“Suntikan dana abadi penelitian yang kami berikan ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem riset dan mempercepat akselerasi UI menuju peringkat 100 dunia,” katanya.
Dalam program tersebut, UI mendapatkan dukungan pendanaan sebesar Rp100 miliar dari LPDP yang akan dikelola selama 18 bulan dengan mekanisme audit berkala untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas.
Direktur Perencanaan dan Kinerja UI Prof. Yuni Krisyuningsih menjelaskan sekitar 70 persen dana akan difokuskan pada kegiatan penelitian yang melibatkan dosen, mahasiswa, hingga peneliti asing dengan target menghasilkan publikasi internasional bereputasi tinggi.
Sementara sisanya akan digunakan untuk pengembangan talenta akademik melalui program sabbatical, visiting professor, dan kolaborasi bersama universitas mitra internasional.
Menurut Yuni, skema pendanaan tersebut tidak hanya ditujukan memperkuat atmosfer riset di lingkungan UI, tetapi juga mendukung peningkatan reputasi kampus dalam persaingan universitas dunia.