By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Selat Hormuz Masih Ditutup, AS Pertimbangkan Operasi Militer Baru
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Selat Hormuz Masih Ditutup, AS Pertimbangkan Operasi Militer Baru

Internasional

Selat Hormuz Masih Ditutup, AS Pertimbangkan Operasi Militer Baru

Jack
By
Jack
2 months ago
Share
3 Min Read
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto: Antara)
SHARE

INVERSI.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan tengah mempertimbangkan secara serius kemungkinan melanjutkan operasi militer di kawasan Timur Tengah di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.

Laporan tersebut disampaikan CNN dengan mengutip sejumlah ajudan presiden dan kemudian dikutip kantor berita RIA Novosti pada Selasa.

Sebelumnya, media Fox News melaporkan bahwa Gedung Putih sedang membahas opsi melanjutkan Operation Project Freedom untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz dengan cakupan operasi militer yang lebih luas.

Menurut laporan CNN, Trump disebut semakin frustrasi terhadap sikap Iran dalam proses negosiasi penyelesaian konflik. Dalam beberapa pekan terakhir, ia dikabarkan mulai lebih serius mempertimbangkan opsi operasi militer skala besar dibanding sebelumnya.

Sumber internal menyebut Presiden AS mulai kehilangan kesabaran karena Selat Hormuz masih belum dibuka. Selain itu, Trump juga diyakini melihat adanya perpecahan di dalam kepemimpinan Iran yang membuat proses negosiasi, terutama terkait isu nuklir, sulit mencapai titik temu.

Di sisi lain, laporan tersebut juga mengungkap adanya perbedaan pandangan di dalam pemerintahan Amerika Serikat terkait langkah yang harus diambil terhadap Iran.

Sebagian pihak mendorong pendekatan lebih keras dengan mengusulkan pengeboman terarah secara berkelanjutan guna melemahkan posisi Teheran. Namun, kelompok lainnya masih memilih jalur diplomasi sebagai solusi penyelesaian konflik.

Posisi Pakistan yang berperan sebagai mediator dalam pembicaraan antara AS dan Iran juga menjadi perhatian Washington. Berdasarkan sumber CNN, pemerintah Amerika masih mempertanyakan sejauh mana Islamabad benar-benar menyampaikan sikap Washington kepada Teheran secara jelas dan objektif.

Selain itu, AS juga disebut belum yakin apakah Pakistan menyampaikan pandangan Iran kepada pihak Amerika secara utuh tanpa kepentingan tertentu.

Baca Juga :

Profil dan Biodata Darren Rafid Khairan, Pemeran Galih Sinetron Magic 5 New Season
PM Israel Benjamin Netanyahu Diminta Mundur oleh keluarga Sandera Hamas

Meski situasi terus berkembang, arah kebijakan akhir yang akan diambil Washington disebut masih belum pasti. Sumber yang mengetahui perkembangan tersebut menyebut keputusan besar kemungkinan baru akan dibuat setelah kunjungan Trump ke China pada 13-15 Mei mendatang.

Sebelumnya, pada 28 Februari, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran. Serangan itu dilaporkan menyebabkan lebih dari 3.000 korban jiwa.

Washington dan Teheran kemudian menyepakati gencatan senjata pada 8 April. Namun, pembicaraan lanjutan yang berlangsung di Islamabad berakhir tanpa hasil konkret dan tanpa pengumuman resmi mengenai kelanjutan konflik.

Setelah perundingan tersebut, Amerika Serikat diketahui mulai memberlakukan blokade terhadap sejumlah pelabuhan Iran yang semakin memperkeruh situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah.

You Might Also Like

Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia
Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan
Dampak Perang Timur Tengah Kian Terasa, Ekonomi Jerman Kehilangan Momentum
Bahlil Pasang Rem! Ekspor Listrik ke Singapura Belum Deal, RI Tak Mau Jual Murah
Trump Bikin Heboh! Saat FIFA Dinilai Tunduk pada Superioritas AS
TAGGED:Amerika SerikatDonald TrumpKonflik Timur Tengah
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Universitas Indonesia Bidik 100 Besar Dunia, Gandeng Kemdiktisaintek dan LPDP
Next Article Erick Thohir Buka Peluang Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal 2028
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

EkonomiInternasional

Malaysia Terancam Krisis BBM, ASN Resmi WFH Mulai Agustus!

2 weeks ago
Pildun 2026Terkini

Pulang Terhormat, Turki Bungkam Amerika Serikat 3-2 di Laga Penutup

2 weeks ago
Internasional

Diduga Ada Bom Perang Dunia II, Operasional Bandara Labuan Malaysia Dihentikan

2 weeks ago
Internasional

Dmitry Peskov Sebut Nuklir Satu-satunya Faktor yang Menahan Perang Global

3 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index