By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Riset Universitas Indonesia Konfirmasi Program MBG Reduksi Beban Finansial Keluarga
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Riset Universitas Indonesia Konfirmasi Program MBG Reduksi Beban Finansial Keluarga

MBG

Riset Universitas Indonesia Konfirmasi Program MBG Reduksi Beban Finansial Keluarga

Adrian
By
Adrian
2 months ago
Share
6 Min Read
Foto : Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) memberikan MBG kepada masyarakat Kelurahan Kedunglumbu, Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah (Sumber : https://bgn.go.id/)
Foto : Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) memberikan MBG kepada masyarakat Kelurahan Kedunglumbu, Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah (Sumber : https://bgn.go.id/)
SHARE

Inversi Pusat Kajian Sosiologi Universitas Indonesia (UI) resmi memublikasikan laporan ilmiah mengenai dampak sosiologis dan signifikansi ekonomi dari implementasi Program Strategis Nasional (PSN) Makan Bergizi Gratis (MBG).

Contents
Korelasi Stratifikasi Sosial Terhadap Derajat Penerimaan ProgramKritik Akademis: Jebakan Sentralisasi Birokrasi dan Kekakuan Tata KelolaImplikasi Penyeragaman Menu Terhadap Budaya Pangan Lokal

Berdasarkan hasil riset empiris yang dirilis pada Mei 2026, kebijakan jaring pengaman sosial ini mendapatkan respons yang sangat positif dan penerimaan yang masif dari kelompok masyarakat kelas sosial-ekonomi menengah ke bawah. Program ini terbukti secara ilmiah mampu menjadi katalisator bagi efisiensi anggaran domestik keluarga prasejahtera di berbagai wilayah sampel.

Rangkaian pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif secara ekstensif telah dilaksanakan oleh tim peneliti UI sejak bulan Oktober hingga Desember 2025.

Proses standardisasi survei mengambil lokus penelitian pada lima kabupaten dan kota yang representatif, meliputi Kota Kupang (Nusa Tenggara Timur), Kota Depok (Jawa Barat), Kabupaten Sukabumi (Jawa Barat), Kabupaten Garut (Jawa Barat), serta Kabupaten Pesisir Selatan (Sumatera Barat).

Melalui pelibatan total 1.267 responden secara acak terstruktur, riset ini menemukan indikator kepuasan yang tinggi: sebesar 85,8 persen kelompok siswa dari stratifikasi sosial-ekonomi terbawah tercatat selalu menghabiskan menu makanan MBG yang didistribusikan ke sekolah mereka.

Korelasi Stratifikasi Sosial Terhadap Derajat Penerimaan Program

Dosen sekaligus Peneliti Utama dari Klaster Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia, Hari Nugroho, memaparkan bahwa terdapat korelasi linier yang sangat kuat antara status ekonomi rumah tangga dengan derajat urgensi pemenuhan gizi yang disiapkan oleh negara.

“Program Makan Bergizi Gratis dinilai memberikan potret kebermanfaatan yang riil dan substansial bagi ketahanan domestik keluarga dari kelompok ekonomi rentan.”

“Data empiris penelitian menunjukkan potret sosiologis yang konsisten: semakin rendah posisi kelas sosial ekonomi dari orang tua siswa, maka semakin tinggi pula tingkat akseptabilitas serta apresiasi mereka terhadap kehadiran program intervensi gizi ini,” urai Hari Nugroho dalam taklimat media resmi di Jakarta.

Secara sosiologi ekonomi, riset ini mengupas secara kritis bagaimana kehadiran paket makanan matang ini mampu mengubah struktur pengeluaran bulanan rumah tangga (household expenditure). Mayoritas orang tua murid mengonfirmasi bahwa program MBG sukses menjalankan fungsi sebagai instrumen bantuan sosial non-tunai yang efektif melalui beberapa koridor utama.

Baca Juga :

Ajang SEA Games 2023 Jadi Tolak Ukur Olimpiade 2024, Menpora Dito: Berjuanglah
Sosok dan Profil Rachel Florencia, Gamers Cantik Diduga Pacar Baru Reza Arap

Pertama, program ini memberikan reduksi pengeluaran harian yang signifikan dengan mengurangi alokasi belanja dapur bulanan serta secara langsung menghemat pengeluaran uang jajan harian anak di sekolah.

Kedua, tercipta efisiensi waktu domestik yang nyata bagi para ibu rumah tangga atau orang tua pekerja yang memiliki keterbatasan waktu dalam menyiapkan bekal makanan sehat di pagi hari.

Ketiga, kehadiran program ini berhasil memitigasi kelaparan di sekolah dengan menjamin kepastian konsumsi nutrisi makro anak, sehingga mengeliminasi risiko anak mengalami penurunan konsentrasi akibat kelaparan fungsional saat jam pelajaran berlangsung.

Keempat, program ini terbukti menaikkan kualitas asupan kalori dengan membantu keluarga miskin dalam mengakses komoditas protein hewani, seperti daging ayam ras, telur, dan susu, yang secara normal sulit dijangkau akibat keterbatasan daya beli harian.

Kritik Akademis: Jebakan Sentralisasi Birokrasi dan Kekakuan Tata Kelola

Meskipun mencatatkan kepuasan sosiologis yang impresif pada aspek penerimaan manfaat, Tim Peneliti Universitas Indonesia memberikan catatan kritis yang tajam terkait tata kelola operasional, desain program, serta rantai distribusi logistik pangan.

Sosiolog UI mengingatkan bahwa apabila problem struktural di tingkat manajemen hilir ini tidak segera dibenahi, maka ketidakpastian tata kelola berpotensi memicu risiko kontaminasi kesehatan siswa serta berbalik mengganggu efektivitas kegiatan belajar-mengajar di sekolah.

Hasil riset tersebut memetakan empat persoalan utama dalam implementasi Program MBG di lapangan. Masalah pertama bersumber dari arah perencanaan yang dinilai bersifat top-down tanpa adanya pelibatan intensif dari kelembagaan maupun instansi pemerintah di tingkat daerah.

Model ini memicu terjadinya disonansi regulasi dan ketidakselarasan dengan prioritas anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) di tingkat kota atau kabupaten.

Masalah kedua terletak pada struktur komando yang hierarkis dan kaku dari Badan Gizi Nasional (BGN). Pola pengawasan vertikal ini menyebabkan lambatnya respons penanganan di tingkat bawah apabila terjadi kendala operasional yang bersifat darurat.

Hambatan ini diperparah oleh persoalan ketiga, yaitu mekanisme pendanaan yang disalurkan langsung dari pusat ke tingkat Satuan Pelayanan, sehingga meminimalkan ruang fleksibilitas bagi pengelolaan dana tak terduga dalam menghadapi dinamika pasar lokal.

Implikasi Penyeragaman Menu Terhadap Budaya Pangan Lokal

Faktor kritis keempat yang paling disorot oleh tim investigator FISIP UI adalah penyeragaman Petunjuk Teknis (Juknis) dan Standard Operating Procedure (SOP) secara nasional yang ditetapkan sangat terpusat.

Aturan yang berlaku saat ini menyamaratakan seluruh detail operasional dapur di setiap region tanpa pengecualian, mulai dari jam penyiapan bahan baku, sistem pelaporan aplikasi daring secara real-time, hingga standardisasi hitungan Angka Kecukupan Gizi (AKG).

Kekakuan birokrasi ini berdampak langsung pada kewajiban pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah untuk mengikuti siklus menu nasional secara mutlak. Akibatnya, manajemen dapur di tingkat desa atau kecamatan tidak memiliki ruang diskresi hukum untuk menyesuaikan jenis hidangan dengan komoditas pangan lokal yang melimpah di wilayahnya maupun preferensi cita rasa kultural siswa setempat.

Penetapan menu yang mengabaikan aspek kultural geografis ini berpotensi memicu timbulnya sisa makanan yang terbuang sia-sia (food waste) akibat ketidakcocokan selera lidah anak-anak di daerah tertentu.

Rekomendasi riset Universitas Indonesia menegaskan perlunya desentralisasi tata kelola menu agar program strategis ini tidak hanya berhasil menopang pemenuhan gizi nasional, melainkan juga adaptif terhadap ekosistem kebudayaan dan kearifan pangan lokal nusantara.

You Might Also Like

UI Kembali Jadi Kampus Terbaik Indonesia, Bertahan di 200 Besar Dunia Versi QS WUR 2027
Audiensi Mahasiswa di DPR, Dasco Sambungkan Langsung Aspirasi ke Bahlil dan Kepala BGN
Tolak Penunggangan Politik, BEM Bersatu Ungkap Dugaan Aktor di Balik Aksi Anti-MBG
Fokus pada Ibu Hamil dan Balita, BGN Pangkas 8 Juta Penerima Makan Bergizi Gratis
BGN Siapkan Evaluasi Besar-besaran MBG, Insentif Dapur Akan Dirombak
TAGGED:KeluargaKonfirmasiMBGReduksirisetUIUniversitas Indonesia
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Foto : Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (Sumber : https://bgn.go.id/) BGN dan BPOM! Perjanjian Swakelola Tipe II Guna Perketat Pengawasan MBG
Next Article Foto : Siswa menerima MBG dari Badan Gizi Nasional (BGN) (Sumber : https://bgn.go.id/) Integrasi Kebijakan Gizi Untuk Program MBG
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

PendidikanTerkini

Putra Timur Dijegal? Bahlil Pertanyakan Keadilan di Kampus UI

1 week ago
MBG

BGN Larang Pegawainya Miliki Dapur MBG, Agustina: Hindari Konflik Kepentingan

1 week ago
EkonomiMBG

Baru Sepekan Bicara Bongkar Gurita MBG, Orang Kepercayaan Sony Langsung Jadi Tersangka

2 weeks ago
EkonomiTerkini

Fakta Mengejutkan! MBG Hidupkan UMKM, Tapi Dirusak Korupsi Pejabat

2 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index