INVERSI.ID – Program studi visit ke Eropa yang diikuti puluhan siswa SMA Al Azhar International Islamic Boarding School (IIBS) Karangpandan, Karanganyar, Jawa Tengah, menjadi perbincangan hangat di media sosial. Pasalnya, kegiatan ini disebut memungut biaya sebesar Rp 40 juta per siswa.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Urusan Internasional dan Humas IIBS Karangpandan, Ahmad Zulfiqar, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari oversize kurikulum yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Kurikulum ini tidak hanya mencakup kunjungan luar negeri, tetapi juga pertukaran pelajar, seminar internasional, hingga kunjungan kampus.
Tujuan Eropa: Paris, Belgia, Jerman, dan Swiss
Untuk tahun ajaran 2025, program studi visit bagi siswa SMA IIBS menjelajahi beberapa negara di Eropa, dimulai dari Paris, kemudian ke Belgia, Jerman, dan berakhir di Swiss.
“Di Paris, kami disambut oleh pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan diberikan informasi tentang peluang beasiswa di sana,” ujar Zulfiqar.
Program ini diikuti oleh 40 siswa kelas 10 dan 11 yang telah lolos seleksi internal sekolah. Rombongan putri diberangkatkan pada 19–28 April 2025, didampingi CEO Al Azhar IIBS dan pendidik senior. Sementara rombongan putra berangkat pada 29 April–8 Mei 2025 dengan pendamping Direktur International Affairs IIBS dan influencer muslim Baraa Masood.
Seleksi Ketat dan Transparan Sejak Awal
Zulfiqar menegaskan bahwa informasi tentang studi visit ini telah disampaikan sejak awal tahun ajaran kepada para orang tua murid. Biaya sebesar Rp 40 juta yang dibebankan kepada peserta disebut sesuai standar penyedia jasa perjalanan (travel) internasional.
“Peserta juga harus lolos seleksi yang meliputi kemampuan bahasa Arab, bahasa Inggris, akademik, dan karakter. Kemampuan bahasa menjadi syarat utama,” jelasnya.
Selain Eropa untuk jenjang SMA, IIBS juga menyelenggarakan studi visit ke Jepang dan Madinah untuk jenjang SMP.
Komitmen Sekolah terhadap Pembelajaran Global
Program studi visit ini diharapkan dapat membuka wawasan global para siswa, meningkatkan kemampuan berbahasa asing, serta memperluas jaringan dan pengetahuan internasional mereka.
“Kegiatan seperti ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk memberikan pengalaman belajar yang relevan dengan tantangan global,” tutup Zulfiqar.
Investasi Pendidikan yang Lebih dari Sekadar Jalan-Jalan
Studi visit ke luar negeri oleh siswa IIBS Karanganyar bukan sekadar kegiatan wisata, melainkan bagian dari pembelajaran kurikulum internasional. Meski biayanya cukup tinggi, proses seleksi dan pelaksanaan yang ketat menunjukkan komitmen sekolah dalam membekali siswanya dengan pengalaman belajar yang mendunia.***