INVERSI.ID – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyatakan bahwa pemerintah tengah mengupayakan program beasiswa kuliah bagi para lulusan Sekolah Rakyat. Hal ini disampaikannya saat mengunjungi kegiatan sosial di Lampung Selatan, Senin (12/5).
“Kami ingin siswa-siswi lulusan Sekolah Rakyat punya masa depan yang jelas. Ada yang akan kami bantu untuk melanjutkan ke perguruan tinggi, dan ada juga yang akan kami fasilitasi untuk langsung bekerja, sesuai pilihan dan minat mereka,” ujar Saifullah Yusuf.
Beasiswa dan Pelatihan untuk Masa Depan Lulusan Sekolah Rakyat
Menurut Saifullah, pemerintah melalui Kementerian Sosial sedang mengawal proses pemberian beasiswa untuk siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Sementara bagi yang memilih langsung masuk dunia kerja, akan disediakan pelatihan keterampilan sesuai bakat masing-masing siswa.
“Kami akan berikan pendidikan keterampilan yang relevan. Tujuannya agar mereka siap menghadapi dunia kerja dan bisa mandiri secara ekonomi,” jelasnya.
Solusi Pendidikan untuk Kelompok Miskin dan Miskin Ekstrem
Program Sekolah Rakyat, lanjut Saifullah, dirancang sebagai solusi akses pendidikan bagi masyarakat yang masuk kategori miskin dan miskin ekstrem, khususnya yang berada di Desil 1 atau lapisan terbawah dalam distribusi kesejahteraan.
“Ini bagian dari upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan cara membuka akses pendidikan dan pelatihan kerja seluas-luasnya,” ungkapnya.
65 Lokasi Siap Laksanakan Sekolah Rakyat Tahun Ajaran Baru
Secara nasional, pemerintah telah menetapkan 65 titik lokasi di berbagai daerah yang siap melaksanakan Program Sekolah Rakyat untuk tahun ajaran 2025/2026. Program ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak pelajar dari keluarga tidak mampu dan membantu mereka mewujudkan masa depan yang lebih cerah.
Kesimpulan: Sekolah Rakyat Jadi Gerbang Kesempatan Baru
Program Sekolah Rakyat tak hanya membuka akses pendidikan bagi kelompok rentan, tetapi juga memberi jaminan lanjutan, kuliah atau bekerja dengan keterampilan yang mumpuni. Langkah ini merupakan bagian penting dari strategi pemerintah dalam mengurangi kemiskinan dan memperkuat kualitas SDM Indonesia ke depan.***