By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Virus Nipah Belum Ada Vaksin, Dokter Anak Imbau Perkuat PHBS
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Virus Nipah Belum Ada Vaksin, Dokter Anak Imbau Perkuat PHBS

Kesehatan

Virus Nipah Belum Ada Vaksin, Dokter Anak Imbau Perkuat PHBS

Jack
By
Jack
5 months ago
Share
3 Min Read
Tangkapan layar Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI Prof. Dr. dr. Dominicus Husada, Sp.A Subsp.IPT dalam webinar mengenai virus nipah. (foto: AntaraNews)
SHARE

INVERSI.ID – Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. Dr. dr. Dominicus Husada, Sp.A Subsp.IPT, menyebut penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) menjadi langkah paling efektif untuk menekan risiko penularan virus Nipah yang hingga kini belum memiliki vaksin.

“Secara umum PHBS itu berlaku universal. Intinya adalah membersihkan semua yang menempel, yang bukan dari kita, cuci tangan dengan air mengalir adalah yang terbaik, menggunakan sabun,” kata Dominicus dalam paparan pada webinar bersama IDAI yang diikuti dari Jakarta, Kamis.

Menurut Dominicus, dalam kondisi tertentu ketika air bersih dan sabun tidak tersedia, masyarakat masih dapat menggunakan alternatif berupa alkohol gliserin untuk membersihkan tangan.

Ia menekankan bahwa kebiasaan PHBS perlu terus ditingkatkan dan diterapkan secara konsisten, terutama sebelum mengonsumsi makanan maupun setelah melakukan kontak dengan orang lain. Kebiasaan sederhana ini dinilai efektif dalam mencegah berbagai penyakit infeksi, termasuk virus.

Dominicus menjelaskan, saat ini telah tersedia beragam alat pembersih tangan seperti hand sanitizer yang dapat dimanfaatkan ketika akses air bersih terbatas. Jika dilakukan secara rutin, kebiasaan tersebut akan membantu menekan risiko penularan penyakit menular.

Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya itu juga mengingatkan pentingnya penerapan PHBS pada makanan yang akan dikonsumsi. Makanan perlu dicuci secara menyeluruh untuk mencegah adanya virus yang mungkin menempel, termasuk virus Nipah yang dapat berasal dari liur hewan terkontaminasi.

“Kalau cuci tangan dengan air mengalir dan sabun, liur itu bersih. Itu risiko kena nipah menjadi tidak. Ini tidak berlaku untuk Ebola, untungnya Ebola di kita enggak ada. Kalau Ebola itu, walaupun cuci tangan dilakukan dengan baik, belum tentu bisa menghambatnya. Tapi nipah ini bisa. Jadi, saya kira kalau kita cuci tangan dengan baik, enggak kena kita,” kata Dominicus.

Terkait pengembangan vaksin, Dominicus menyampaikan bahwa vaksin Nipah saat ini masih berada dalam tahap uji klinis fase kedua yang dilakukan di Oxford, Inggris. Ia memperkirakan masih dibutuhkan waktu sekitar tiga hingga lima tahun sebelum vaksin tersebut dapat digunakan secara luas pada manusia.

Sementara itu, vaksin yang saat ini beredar di Indonesia belum terbukti memiliki efek pencegahan terhadap virus Nipah.

Baca Juga :

Tips Perawatan Gigi dari Rumah, Pakai Bahan Alami
SMPN 28 Jakarta Resmikan Olahraga Tinju sebagai Kegiatan Sekolah: Inovasi Pendidikan Karakter dalam Program Sekolah Laboratorium Pancasila

Dominicus juga menjelaskan bahwa masa inkubasi virus Nipah berkisar antara 4 hingga 12 hari sejak virus masuk ke dalam tubuh. Pada fase ini, masyarakat perlu mewaspadai munculnya gejala awal seperti flu, demam, sakit kepala, nyeri otot, hingga muntah.

Selain gejala ringan, infeksi virus Nipah juga dapat memicu gejala berat, terutama menyerang sistem saraf akibat infeksi otak yang menyebabkan penurunan kesadaran. Virus ini juga dapat menyerang sistem pernapasan dengan gejala sesak akibat pneumonia, yang berpotensi berujung pada tingkat kematian yang tinggi.

You Might Also Like

Psikolog Ungkap Penyebab Pelaku Taufik Hidayat Nekat Menyekap dan Menyiksa Korban
Dokter Ungkap Gejala Stroke yang Sering Tak Disadari, Salah Satunya Vertigo Mendadak
Dokter Ungkap Waktu Terbaik dan Manfaat Olahraga bagi Ibu Hamil
IDAI: Polusi Udara Sebabkan 7 Juta Kematian Dini, Anak Jadi Kelompok Paling Rentan
Rupiah Melemah, Harga Obat Bakal Melambung: Ketahanan Kesehatan RI Diuji
TAGGED:pencegahan kesehatanVaksinVirus Nipah
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Pencarian Identitas Jadi Alasan Remaja Gemar Ikuti Tren
Next Article Penyalahgunaan Gas N2O Berisiko Rusak Saraf dan Picu Adiksi
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Hadapi Ancaman El Nino, Pemerintah Klaim Cadangan Beras Indonesia Aman Hingga Tahun Depan

Royalti Jumbo dari Timah, Bangka Belitung Kebagian Rp 425 Miliar Atas Kontribusi Untuk Negara

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Kesehatan

Dokter Ingatkan Bahaya Flu Singapura, Vaksinasi Jadi Perlindungan Penting

4 weeks ago
Kesehatan

Waspada! Diare Tak Kunjung Sembuh Bisa Jadi Gejala Radang Usus Kronis

4 weeks ago
Kesehatan

Ahli Sebut COVID-19 Masih Ada, Tapi Dampaknya Tak Separah Masa Pandemi

1 month ago
Kesehatan

Warga Mulai Khawatir Hantavirus, DPRD DKI Desak Pemerintah Perkuat Edukasi

1 month ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index