By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Pencarian Identitas Jadi Alasan Remaja Gemar Ikuti Tren
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Pencarian Identitas Jadi Alasan Remaja Gemar Ikuti Tren

KesehatanPendidikan

Pencarian Identitas Jadi Alasan Remaja Gemar Ikuti Tren

Jack
By
Jack
5 months ago
Share
2 Min Read
Ilustrasi anak remaja. (foto: pixabay)
SHARE

INVERSI.ID – Psikolog Klinis dari Dinamis Biro Psikologi, Shabrin Risti Aulia, M.Psi., memaparkan sejumlah faktor psikologis yang membuat remaja cenderung mengikuti tren dan norma sosial di lingkungan sekitarnya.

“Remaja lebih mudah tergoda melakukan hal-hal yang menyenangkan atau sedang tren karena sistem limbik mereka lebih dominan,” kata Shabrin di Jakarta, Kamis (29/1).

Shabrin menjelaskan bahwa sistem limbik merupakan bagian otak yang berperan dalam pengaturan reward system atau sistem penghargaan. Sementara itu, prefrontal cortex berfungsi untuk menganalisis risiko serta mengambil keputusan secara rasional. Pada fase remaja, perkembangan sistem limbik berlangsung lebih cepat dibandingkan prefrontal cortex.

Kondisi tersebut membuat remaja lebih rentan memilih perilaku yang memberikan kesenangan, memicu adrenalin, atau menghadirkan rasa puas, meski potensi risikonya belum dipertimbangkan secara matang.

Selain aspek neurologis, proses pencarian identitas diri juga turut memengaruhi kecenderungan remaja mengikuti tren. Pada tahap ini, kebutuhan akan penerimaan sosial meningkat, sehingga remaja cenderung menyesuaikan diri dengan norma yang berlaku di lingkungannya agar dapat diterima oleh kelompok sosialnya.

Kesadaran diri yang tinggi juga membuat remaja merasa terus diperhatikan, baik dari segi penampilan, perilaku, maupun kesalahan yang dilakukan. Situasi ini mendorong mereka mengikuti tren tertentu agar merasa setara dengan teman sebaya.

Psikolog lulusan Universitas Gadjah Mada tersebut menambahkan bahwa remaja umumnya mencari pengakuan dari lingkungan sekitar, sekaligus ingin mencoba hal-hal baru yang memberikan sensasi dan tantangan.

“Saat remaja ada dalam lingkungan dengan norma tertentu, besar kemungkinan ia akan mencoba fit in dengan lingkungan tersebut,” ujar Shabrin.

Di sisi lain, kemampuan coping emosional yang belum berkembang optimal membuat sebagian remaja lebih mudah tertarik pada aktivitas yang dianggap mampu mengalihkan tekanan dan stres. Dalam kondisi tersebut, pertimbangan terhadap risiko sering kali menjadi hal sekunder.

Baca Juga :

1% LIFE ADALAH NEW FLEX: Kenapa Perubahan Kecil!
Pelaku Ganjal ATM di Duren Sawit Dikeroyok Warga dan Ditangkap Polisi

Menurut Shabrin, mengikuti tren dan popularitas juga kerap dijadikan sarana oleh remaja untuk menegaskan identitas diri. Dengan menyesuaikan diri pada kelompok sosial tertentu, remaja merasa lebih diterima dan diakui dalam lingkungannya.

You Might Also Like

Waspada Stroke Iskemik! Intervensi Vaskular Jadi Solusi Minim Sayatan untuk Kurangi Risiko
Beasiswa Garuda Tak Sekadar Kuliah, Mahasiswa Diminta Bangun Ekosistem Riset Nasional
Program Sekolah Rakyat Dikebut, Kemensos Ingatkan Pentingnya Tata Kelola yang Transparan
Prabowo Dukung Kampus IIT dan IIM Berdiri di Indonesia, Perkuat Pendidikan Nasional
Seminggu Belum Padam! Ancaman Bahaya Kebakaran TPA Jatiwaringin Kian Meluas
TAGGED:psikolog anaktren
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article 3.166 Hektar Lahan Hijau Baru, Cara PT Timah Membuktikan Tambang Bisa Ramah Lingkungan
Next Article Virus Nipah Belum Ada Vaksin, Dokter Anak Imbau Perkuat PHBS
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Kesehatan

Daftar 12 Obat Herbal Ilegal Temuan BPOM, Mengandung Bahan Kimia yang Berbahaya bagi Kesehatan

2 weeks ago
Kesehatan

Sakit Kepala Terus-Menerus Bisa Jadi Tanda Tumor Otak, Dokter Ungkap Gejala yang Perlu Diwaspadai

2 weeks ago
Pendidikan

Beasiswa LPDP Tahap II 2026 Resmi Dibuka, Ini Jadwal, Program, dan Syarat Terbarunya

2 weeks ago
EventKesehatan

Pengunjung Jakarta Fair 2026 Bisa Cek Kesehatan Gratis di Booth Kimia Farma Apotek

2 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index