JAKARTA – Dampak tabrakan maut antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur tak hanya memakan korban jiwa, tapi juga melumpuhkan urat nadi transportasi Pulau Jawa. Jalur vital lintas Utara yang menghubungkan Jakarta dengan kota-kota besar di Jawa Tengah dan Jawa Timur sempat mengalami kelumpuhan total pada Senin (27/4/2026) malam hingga Selasa pagi.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) terpaksa mengambil langkah drastis dengan menutup sementara operasional Stasiun Bekasi Timur untuk layanan KRL. Akibatnya, Stasiun Bekasi dipadati ribuan penumpang komuter harus mencari alternatif transportasi di tengah pengalihan rute besar-besaran.
Gangguan operasional ini merembet ke perjalanan kereta api jarak jauh. Tercatat sebanyak 25 perjalanan KA dari dan menuju Stasiun Gambir serta Pasar Senen terdampak parah. KAI bahkan harus membatalkan belasan jadwal keberangkatan kereta api lintas Utara dan Selatan Jawa, memicu kekecewaan ribuan calon penumpang.
“Saat ini, operasional kereta di lintas Bekasi-Tambun terpaksa menggunakan satu jalur secara bergantian. Kondisi ini menyebabkan antrean panjang dan gangguan perjalanan di lintas padat tersebut,” jelas Juru Bicara KAI, Anne Purba, Senin (28/4) malam.
Tim teknis KAI bekerja ekstra keras sepanjang malam untuk mengevakuasi bangkai kereta yang menutupi rel. “Per pukul 01.04 WIB dini hari tadi, jalur hilir pada lintas Bekasi-Tambun akhirnya telah dapat dilalui kembali untuk perjalanan kereta api, meski dengan kecepatan terbatas,” tambah Anne.
Hingga Selasa siang, KAI memastikan perjalanan kereta api dari Jakarta menuju lintas selatan Jawa (relasi Purwokerto, Yogyakarta) dan lintas Utara (Surabaya) mulai berangsur normal, meski efek domino keterlambatan jadwal masih sangat terasa di berbagai stasiun.