By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: 9 Juta Anak Muda Indonesia Masuk Kategori NEET, Apa Artinya?
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » 9 Juta Anak Muda Indonesia Masuk Kategori NEET, Apa Artinya?

Terkini

9 Juta Anak Muda Indonesia Masuk Kategori NEET, Apa Artinya?

Jack
By
Jack
9 months ago
Share
3 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – NEET atau lebih lengkapnya Youth NEET adalah singkatan dari Youth Not in Employment, Education, and Training. Istilah ini merujuk pada anak muda berusia 15 hingga 24 tahun yang tidak bekerja, tidak bersekolah, dan tidak mengikuti pelatihan atau kursus.

Contents
Konsep NEET pertama kali diperkenalkan oleh International LabourApakah Youth NEET Sama dengan Pengangguran?Youth NEET, Tantangan Bonus Demografi

Konsep NEET pertama kali diperkenalkan oleh International Labour

Organization (ILO) dan kini diadopsi oleh banyak negara, termasuk Indonesia. Di tanah air, pengukuran jumlah Youth NEET rutin dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), yang dilaksanakan dua kali setahun, pada bulan Februari dan Agustus.

Metode pengukuran NEET dilakukan dengan menghitung jumlah penduduk usia muda yang tidak bekerja, tidak bersekolah, serta tidak mengikuti pelatihan, lalu dibandingkan dengan total populasi usia muda.

Berdasarkan hasil Sakernas Agustus 2024, tingkat Youth NEET di Indonesia tercatat sebesar 20,31 persen. Artinya, dari sekitar 44 juta penduduk muda, terdapat sekitar 9 juta yang tidak bekerja, tidak bersekolah, dan tidak mengikuti pelatihan.

Meski angka tersebut masih tergolong tinggi, ada tren positif karena jumlahnya menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2023, tingkat Youth NEET berada di angka 22,25 persen, sementara pada 2022 sebesar 23,22 persen, pada 2021 sebesar 22,40 persen, dan pada 2020 sebesar 24,28 persen.

Apakah Youth NEET Sama dengan Pengangguran?

Meski sama-sama tidak bekerja, Youth NEET dan pengangguran sebenarnya merupakan dua hal yang berbeda. Staf BPS, Desta Febriana Indriyantika, menjelaskan bahwa seseorang dikatakan menganggur apabila ia tidak memiliki pekerjaan, sedang mencari pekerjaan, dan bersedia untuk bekerja.

“Jadi tidak semua Youth NEET bisa dikategorikan sebagai pengangguran. Ada yang memang tidak aktif mencari kerja, seperti ibu rumah tangga muda atau anak muda yang fokus pada hobi,” jelas Desta, dikutip dari unggahan resmi BPS.

Secara definisi, pengangguran usia muda adalah penduduk berusia 15–24 tahun yang tidak memiliki pekerjaan dan sedang aktif mencari kerja, atau sedang mempersiapkan karier baru, atau bahkan sudah punya usaha tapi belum memulai kegiatan usahanya.

Youth NEET, Tantangan Bonus Demografi

Tingginya angka Youth NEET menjadi perhatian serius, terutama dalam konteks bonus demografi yang tengah dialami Indonesia. Seharusnya, penduduk usia produktif dapat menjadi kekuatan ekonomi baru. Namun, jika banyak anak muda yang tidak aktif di dunia kerja maupun pendidikan, potensi besar itu bisa terbuang sia-sia.

Baca Juga :

Pica Pica, Lagu Viral Bernuansa Budaya Timur
Sosok dan Fakta Bripka Suparno, Kanit Intel Polsek Juwangi Panjat Tiang Bendera Perbaiki Tali yang Lepas

Faktor penyebab Youth NEET beragam, mulai dari putus asa mencari pekerjaan, keterbatasan akses pendidikan dan transportasi, hambatan ekonomi, hingga disabilitas. Oleh karena itu, diperlukan upaya serius untuk memperluas kesempatan pendidikan, pelatihan kerja, dan penciptaan lapangan kerja yang inklusif bagi generasi muda.

Dengan perhatian dan kebijakan yang tepat, diharapkan jumlah Youth NEET di Indonesia terus menurun, sehingga bonus demografi benar-benar bisa menjadi peluang emas untuk masa depan bangsa.***

You Might Also Like

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Bola “Meriam” dan Rahasia Banjir Gol di Piala Dunia 2026
Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat
Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur
TAGGED:Anak MudaNEET
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Dari Hobi Jadi Prestasi! Filbert Salim Rebut Juara Scrabble di UBB Dari Hobi Jadi Prestasi! Filbert Salim Rebut Juara Scrabble di UBB
Next Article OMI 2025! Kakankemenag Aceh Tengah Suntik Semangat 66 Peserta Madrasah OMI 2025! Kakankemenag Aceh Tengah Suntik Semangat 66 Peserta Madrasah
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival

13 hours ago
Pildun 2026Terkini

Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

14 hours ago
Pildun 2026Terkini

Belgia Terancam Pulang Lagi, Iran Bikin Kejutan! Grup G Piala Dunia Makin Brutal

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Cape Verde Tinggal Selangkah Ukir Sejarah ke Babak Gugur Piala Dunia

2 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index